
Bab 92
Setelah selesai makan malam Clara mengajak sahabat lamanya untuk berbincang - bincang.
Mama Devon yang terpancing oleh sahabatnya dengan berat hati dirinya mulai menceritakan banyak hal -hal lucu sewaktu mereka kuliah bersama.
Mika yang melihat jam ditangannya sudah menunjukan pukul 11 malam waktu Jerman membuat dirinya kasihan terhadap ketiga anak batitanya.
Papa Devon yang memahami situasi tidak nyaman bagi menantu dan cucu - cucunya meminta istrinya melanjutkan obrolannya di lain waktu.
Papa Devon yang kesal karena istrinya tidak memahami kode yang di berikannya. Papa denagn berat hati mengambil sikap tegasnya.
"Ma ayo, sudah malam kasihan cucu - cucu" ucap papa Devon.
Mama Devon hanya tersenyum dan kembali melanjutkan obrolannya dengan sahabat lamanya.
Papa Devon yang kesal dengan sikap egois istrinya membuatnya semakin geram dengan kelakuan wanita yang sudah hampir 35 tahun menemaninya dalam pernikahan mereka.
Mika yang melihat ada kemarahan di mata papa mertuanya mencoba mencari ide yang tepat.
Akhirnya Mika membuat sedikit trik dengan berpura - pura berbicara kepada anak - anaknya.
"Wah kaka Al sudah mengantuk ya?" ucap Mika.
Mika dengan sengaja berbicara agak kencang sedikit agar mama mertuanya menyadarinya.
Ternyata trik Mika cukup berhasil dengan sempurna. Mama Devon yang mendengar kata mengantuk kepada cucunya segera mengakhiri obrolannya dengan Clara .
"Maafkan oma kaka Al" ucap mama Devon.
Sungguh mama Devon merasa bersalah kepada ketiga cucunya yang seharusnya sudah terlelap tidur, tetapi kini masih menemani oma nya berkunjung ke rumah sabahatnya.
Mama Devon pamit pulang kepada sahabatnya. Clara yang menyadari sudah sangat malam meminta mama Devon dan keluarganya menginap di rumahnya.
Mama Devon dengan selembut mungkin menolak keinginan sahabatnya dengan alasan yang masuk akal bagi Clara dan keluarganya agar tidak tersinggung atas sikapnya.
Dengan berat hati Clara menyetujui keinginan sahabatnya, tetapi dengan satu syarat yaitu mama Devon harus mau di antar pulang dengan mobil keluarga Clara.
Mama Devon yang tidak ingin berdebat lagi langsung menyetujui keinginan sahabatnya.
Akhirnya mereka pulang dengan mobil pinjaman berikut supir keluarga clara.
Selama perjalanan pualng dari makan malam keluarga Clara yang tidak lain adalah keluarga sahabat mama mereka semua memilih diam.
__ADS_1
Rasa kesal dan marah papa Devon terlihat sekali, sedangkan Mika lebih milih fokus bermain dengan anaknya selama perjalanan pulang ke apartemen.
Sesampainya didepan unit apartemen papa dan mama Devon mengajak Mika agar mau mampir sebentar ke unit papa Devon.
Mika yang sudah dilanda rasa ngantuk yang luar biasa, dengan berat hati menolaknya.
Pagi harinya, Mika mendapat kunjungan tamu special yaitu papa dan mama mertuanya. Mika yang melihat situasi seperti itu meminta para babysisternya melaksanan tugasnya
"Sus, tolong bantu jaga anakku sebentar, sampai aku kembali" ucap Mika.
"iya bu" jawab ketiga babysister anaknya.
Mika juga sudah menjelaskan kepada ketiga Babysister anaknya dan mereka semua sudah berjanji untuk menjaga nya.
Setelah di dalam unit apartemen milik mertuanya menyarankan agar Mika duduk santai di depan Televisi. Rasa mengantuk sudah mulai menyerang Mika. Tetapi kedua mertuanya hanya diam tanpa berkata lagi.
Mika yang tidak sabar menunggu penjelasan kedua mertuanya. Dengan berat hati Mika menanyakan kebenaran tentang Devon. Mika ingin mendengar cerita Devon yang selama ini tidak pernah di ketahuinya. Selain berita kematiamnya.
"Ma apa benar mas Devon masih hidup?" tanya Mika.
"Nak maaf kan kami, bukan maksud kami ingin berbohong tetapa ada sesuatu hal masalah yang mengharuskan berbohong demi kabaikan bersama" penjelasan mama Devon.
Mama Devon meminta suaminya yang lebih awal bercerita tentang kecelakan Devon sampai terbawa arus sungai sampai ke kerawang.
Papa bersyukur Tuhan telah memberikan kesempatan hidup kepada anaknya untuk dapat memperbaiki.
Lalu cerita itu di lanjutln dengan mama karena papa Devon terlalu kaku dan membuat Mika lebih berhati- hati dalam menjawab pertanyaan Kedua mertuanya.
Kini tidak ada lagi rahasia yang tersembunyi tentang Devon.
Papa dan mama Devon berkali - kali meminta maaaf kepada Mika yang tidak pernah memiliki keberanian dalam menceritakan cerita sebenarnya.
Mika dengan jiwa lapangnya berusaha untuk menerima perbuatan Kedua orang tua Devon. Sehingga dalam hati Mika penuh pergulatan yang hebat untuk menerima semua ini.
"Nak dapatkah kamu memaafkan Devon dan memulai semua dari awal lagi" tanya mama Devon.
"Maaf ma, saat ini saya tidak bisa jawabnya ma" jawab Mika.
Setelah pembicaraan itu selesai Mika ijin pulang ke kamarnya.
Rasa ngantuk dan kecewa dalam diri Mika membuat tertumpuk beban semua ini
"Pa , ma aku balik dulu de kamarku" ucap Mika.
__ADS_1
Mika dengan air mata tergenang disudut matanya.
Mika keluar unit Papa dan mama mertuanya dan tergesah - gesah ingin masuk ke dalam unit apartemannya. Mika harus membayar semua waktu istirahatnya.
Mika yang awalnya ingin masuk kamarnya memilih menenangkan hati ke taman kota yang letaknya tidak jauh dari apartemennya.
Mika melangkahkan kakinya dengan rasa marah, sedih dan kecewa. Rasa marah kepada dirinya sendiri yang tidak bisa mengurus suaminya yang sedang sakit selain itu sedih dan kecewa karena Devon tidak pernah menghubungi dirinya setelah di temuakan keluarganya.
Mika terus berjalan sampai pada kursi kosong di taman. Mika terus berteriak dan memaki bahkan berteriak nama Devon.
Dirinya sangat kacau bagai orang tidak rawas. Mika menjerit sekeras - keras sehinga Mika nyadari ada tangan kekar memeluknya.
"Mika apa kabar ?" tanya laki - laki misterius.
Mika yang penasaran dengan suara yang tidak asing bagi dirinya.
Mika yang melihat sosok Aldo dihadapannya menjadi nyali Mika semakin membuat tubuh Mika gemetar bukan main.
Mika berontak dari pelukan Aldo dan berteriak meminta tolong untuk mencuri perhatian pengunjung lainnya.
Mila berlari sekuat mungkin saat ini untuk menghindari Aldo. Bak seperti sinetron, di situasi tidak baik, Aldo datang untuk mengacaukan segalanya.
Sedangkan Aldo setelah mendapat penolakan Mika, dirinya semakin terobsesi dengan Mika. Aldo mencara untuk memuluskan rencanannya
.
Dengan berat hati Mika berusaha menyembunyikan rasa kecewa dan marahnya kepada ketidak adilan dari semua yang dirinya dapat.
"Tuhan tolong aku di tengah ketidak berdayaanku tolong lah diriku dari orang jahat itu" doa Mika dalam hatinya.
Saat Mika masuk unit apartemennya ketiga anaknya dalam kondisi tidur dan begitu juga babybsister Mereka terdapat dalam kondisi yang sama yaitu tertidur pulas.
Mika membersihkan tubuhnya yang lengket dan gerah. Rasa gerah bukan karema cuaca yang panas tetapi gerah karena permasalahn yang harus ditanggung Mika.
Mika menyemangati dirinya agar tidak mudah terbujuk rayu Devon maupun Aldo. Baginya dua pria itu adlaah
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya ya😁😁🙏🙏
Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typo🙏🙏😍😍
Tolong tinggalkan jejak Like dan komen dibawah ini agar Author tambah semangat up nya 🙏🙏😍😍
__ADS_1