Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 139


Di ruang istirahatnya Mika mempersilakan ibu dan suaminya agar beristirahat. Sedangkan dirinya melanjutkan pekerjaan dalam melihat laporan keuangan RS.Diamond dan laporan lainnya.


"Bu, maaf aku istirahat sebentar ya" ucap Devon sebelum dirinya merebahkan tubuh kekarnya di sofa panjang.


"Iya nak, silakan" jawab Ny.Rose.


Devon yang lelah tidak membutuhkan waktu lama sudah terlelap dalam tidurnya.


Mika yang belum menyadari kalau suaminya sudah tidur pulas, dirinya yang fokus melihat laporan demi laporan hingga menyelesaikan seluruh laporan yang di serahkan sekertarisnya.


Mika yang sudah selesai mengarahkan pandangannya ke arah ibu dan suaminya ternyata keduanya sudah tertidur.


Devon yang pulas di sofa dengan posisi berbaring sedangkan sang ibu tertidur dengan posisi duduk di sofa single.


Mika mendekati ibunya dan perlahan membangunkan ibunya agar pindah tidur di kamar istirahat Mika yang terdapat tempat tidur.


"Bu...bu...bangunlah, yuk kita pindah di kamar agar ibu tidurnya lebih nyaman" ucap Mika.


Sang ibu yang mendengar ucapan Mika membuka matanya dan berusaha mencerna kalimat yang di ucapakan anaknya. Walaupun baru bangun tidur Ny.Rose berusaha memulihkan dirinya agar tidak miskomunikasi dengan anaknya.


"Ya nak, maaf ibu ketiduran" ucap sang ibu.


"Tidak apa bu" jawab Mika sambil mengajak ke kamar istirahatnya.


Di dalam kamar Ny.Rose menanyakan sesuatu hal yang dirinya penasaran dari rumah.


"Sayang dapatkah kamu jelaskan siapa bu Leni itu?" tanya Ny.Rose.


Mika yang paham akan perasaan ibunya yang ingin mendapat jawaban dari dirinya. Mika menjelaskan siapa itu bu Leni.


Mika mencerita dari awal saat dirinya di temukan oleh bu Leni dan almarhum suaminya, malam dimana Mika di taruh depan rumah bu Leni yang sekarang menjadi panti asuhan Kasih Bunda.


Selain itu Mika menjelaskan akan ketulusan hati bu Leni dan suaminya yang tulus memberikan kasih sayang, pendidikan dan perlindungan kepada Mika.


Ny.Rose yang baru setengah mendengar cerita anaknya sudah berlinang air mata karena terharu akan kebaikan bu Leni dan almarhum suaminya yang sudah merawat Mika dengan baik dan tulus.


Mika pun melanjutkan ceritanya hingga usai. Dengan air mata yang terus mengalir dari kedua matanya. Mika juga menyampaikan harapannya kepada ibunya akan kesembuhan ibu angkatnya itu.


Ny.Rose yang paham akan kesedihan anaknya mulai memberikan dukungannya kepada anaknga itu.

__ADS_1


"Berdoalah nak, Insya Allah semua akan baik" ucap Ny.Rose.


Mika yang mendengar doa tulus seorang ibu segera memeluk tubuh ibunya.


"Bu..."ucap Mika.


"Tenanglah nak, ada Allah yang akan membantu kita" jawab sang ibu.


Kedua wanita cantik yang berbeda usia ini saling berpelukan untuk memberikan dukungan satu sama lain.


Setelah selesai bertangis - tangisan, Mika yang lapar langsung mengajak ibunya ke kantin RS.Diamond untuk mengisi perutnya.


"Bu kita kekantin yuk!" ajak Mika.


Sang ibu pun menganggukan kepalanya tanda menyetujui ajakan anaknya.


Saat mereka berdua keluar dari kamar istirahat Mika, sang ibu melihat sang menantu masih tertidur dengan pulas.


"Sayang suamimu masih tidur, apa sebaiknya kita tunggu saja sampai Devon bangun" saran sang Ny.Rose.


Mika yang paham akan maksud ibunya segera mendekati suaminya dan membangunkan dengan lembut suami.


"Mas...mas...mas..bagun, laper nih kita makan yuk!" ajak Mika.


"Iya...ya sayang, aku cuci muka dulu" ucap Devon.


Lalu mereka bertiga menujuh kantin RS.Diamond. sesampainya di kantin Mika menawarkan beberapa menu untuk ibunya dan sang ibu memilih nasi rames campur. Setelah itu Mika dan Devon memilih menu soto ayam untuk menu makan siang itu.


Dalam beberapa menit menu pesanan mereka datang, Devon dengan semangat tidak sabar untuk mengicip makanannya. Ny.Rose bukan memakan pesananya tetapi hanya memandangi dan menangis.


Mika melihat ke anehan ke ibunya segera mendekati dan bertanya kepada ibunya.


"Bu ada apa?" tanya Mika.


"Tidak ada nak, hanya ibu teringat dengan ayahmu" jawab Ny.Rose.


"Sudahlah bu, yuk kita makan" ucap Mika untuk mengalihkan kesedihan dan kerinduan sang ibu.


Ny.Rose yang tidak ingin mengganggu selera makan anaknya segera mengapus kedua matanya yang basah karena airmata. Dirinya berusaha tersenyum manis didepan anak dan menantunya.


"Ayo sayang kita makan!" ajak Ny.Rose.

__ADS_1


Setelah itu mereka bertiga makan dalam tenang dan menikmati suapan demi suapan makanan mereka dengan selera mereka masing - masing.


Selesai menyantap makan siang, sambil di temani jus buah mereka berbincang - bincang memgenai kesehatan bu Leni.


"Mas tadi apakah kesehatan bu leni mengkhawatirkan?" tanya Mika.


Devon pun menjelaskan secara detail kejadian saat bu Leni henti jantung dalam beberapa detik. Dengan wajah penuh kesedihan Devon harus mengingat kembali kejadian yang cukup membuatnya sedih.


Mika dan ibunya mendengarkan dengan serius penjelasan Devon hingga tak terasa air mata merekapun menetes. Rasa sayang dan cemas kini bukan hanya milik Mika semata tetapi juga Devon dan Ny.Rose.


"Ibu berharap semoga Tuhan memberi kesembuhan kepada bu Leni, diriku sangat berhutang budi karena sudah merawat dan membesarkan anak kesayanganku ini dari kecil hingga tumbuh menjadi wanita dewasa yg penuh kesuksesan" ucap Ny.Rose.


"Iya bu, semoga Tuhan menyembuhkannya,Aamiin.." ucap Mika.


Usai berbincang - bincang mereka berniat untuk kembali ke ICU sebelum ijin pulang ke rumah.


Di lorong RS. Diamond yang sepi tiba - tiba datanglah wanita setengah berlari kearah Devon dan memeluknya. Wanita itu bukan saja memeluk tetapi melumatkan juga bibirnya ke bibir Devon dengan penuh nafsu walaupun Devon tidak balasnya.


Devon yang syok akan kejadian yang tiba - tiba itu sempat membuatnya terdiam mematung beberapa detik sebelum mendorong wanita itu.


"Auw...kenapa sayang kamu kasar sekali, bukankah kau selalu menyukai ciuman panasku sayang?" goda Shila yang setengah membual untuk memancing keributan dan mempermalukan Mika.


Mika dan ibu yang melihat semua kejadian itu lebih memilih terus berjalan meninggalkan Devon dan Shila.


Devon yang melihat sikap dingin istrinya langsung mengejar istri dan ibu mertuanya.


"Sayang...percayalah wanita itu menjebakku" ucap Devon yang terus membujuk Mika.


Devon yang melihat tidak ada respon dari istrinya segera meminta pertolongan kepada ibu mertuanya.


"Bu tolong aku, ini salah paham saja" ucap Devon.


"Nak aku tidak tau permasalahan kalian, lebih baik selesaikan semuanya dengan kepala dingin" ucap Ny.Rose.


Devon yang paham akan maksud ibu mertuanya, membuat dirinya lebih sabar dalam menghadapi kemarahan istrinya.


Devon lebih memilih menyelesaikan dahulu wanita pelakor itu. Kali ini mengambil tindakan lebih tegas lagi. Devon memerintahkan satpam RS.Diamond untuk menangkap Dan menyerahkan Shila kepada pihak polisi.


Bersambung...


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™

__ADS_1


Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


__ADS_2