Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
101. bangunlah nak


__ADS_3

" Halo Andre."


" Halo, Bob. Gimana? Ada apa? "


" Gue mau minta tolong, lo ke rumah bapak sama ibunya Novia. Tolong, kasih mereka kabar tentang Novia sama bayinya. Gue mau telepon sendiri, takutnya mereka syok. "


" Oke. Ntar sore gue ke rumah mertua lo. Biar gue ajak bini gue. Perempuan pasti lebih bisa menyampaikan daripada gue. "


" Terserah lo baiknya gimana. Gue ikut. Dan sementara waktu, gue serahin pekerjaan ke lo sama Remon. Gue mau fokus merawat Novia. Sama anak gue. "


" Iya. Lo tenang aja. Ngomong-ngomong, gimana perkembangan bini sama anak lo?"


" Anak gue udah baik. Mungkin satu mingguan lagi dia udah boleh di bawa pulang. Tapi...bini gue masih sama keadaannya. Belum ada perubahan sama sekali. Tapi sekarang dia tidak di ICU. Gue minta dokter mindahin di kamar rawat aja. Biar gue bisa selalu nemenin dia. Yang penting peralatan semuanya lengkap. "


" Lo yang sabar ya bro. Kita semua pasti bantuin doa yang terbaik untuk Novia. "


" Iya makasih. Gue tutup dulu ya. "

__ADS_1


Tut...Tut ..Tut...


••••


Keesokan harinya, orang tua Novia sudah sampai di Jakarta. Mereka langsung ke rumah sakit tempat Novia di rawat. Mereka di sambut oleh Boby dan mamanya.


Sebelum Boby mengajak mertuanya masuk ke ruangan, Boby menjelaskan dulu bagaimana kondisi Novia saat ini, supaya mereka tidak terlalu terkejut ketika melihat Novia. Boby juga menceritakan tentang anak mereka.


Boby menjelaskan keadaan Novia sama seperti dokter memberikan penjelasan. Boby berharap, dengan kehadiran orang tuanya di sana, Novia mau bangun. Setidaknya, memberikan sedikit respon. Maka itu akan sangat bagus untuk perkembangan kondisi Novia.


Pak Samsul dan Bu Arum memahami semua cerita dan penjelasan Boby. Merekapun diajak masuk ke dalam ruangan. Ketika melihat Novia untuk yang pertama kalinya, Bu Arum tak kuasa menahan air matanya


Novia tampak kurus walaupun dia mengalami koma baru satu minggu. Matanya cekung, dan ada lingkaran hitam di sekeliling matanya.


Pak Samsul menepuk pundak istrinya kemudian menggelengkan kepalanya menandakan kalau Bu Arum tidak boleh menangis. Bu Arum menyeka air matanya, kemudian mendekati Novia.


Diusapnya pucuk kepala Novia dan dikecupnya kening Novia. " Nak, ibu datang nak. "

__ADS_1


Pak Samsul juga melakukan hal yang sama.


" Bapak juga datang. Jenguk kamu sama anak kamu. " ucap Pak Samsul sambil mengusap puncak kepala Novia.


" Kamu kenapa tidur terus? Kamu nggak ingin ketemu ibu, hem?"


Bu Arum dan Pak Samsul berusaha mengajak Novia berbicara. Bercerita tentang banyak hal. Tentang teman-temannya di kampung, juga tentang teman-teman kerjanya di sekolah yang selalu menanyakan kabarnya.


Setelah berbicara panjang lebar ke Novia, Bu Arum mengajak Boby untuk melihat cucunya. Karena beliau berdua belum melihat cucu mereka.


••••


Waktu terus bergulir. Kini orang tua Novia sudah kembali ke kampung. Setelah cucu mereka diperbolehkan pulang ke rumah, Bu Arum dan Pak Samsul berpamitan untuk pulang ke kampung sebentar. Karena bagaimanapun mereka memiliki rumah dan karena mereka pergi, maka rumah itu kosong.


Sebenarnya berat bagi mereka untuk meninggalkan Jakarta, karena kondisi Novia yang masih tetap sama. Sebanyak apapun mereka mengajak Novia berkomunikasi, hasilnya tetap sama. Akhirnya setelah melihat keadaan cucu mereka sudah baik-baik saja, mereka memutuskan untuk pulang.


Mereka menyerahkan Novia sepenuhnya kepada Boby. Karena yang mereka lihat selama mereka berada di Jakarta, Boby tidak pernah mau meninggalkan Novia walau hanya sesaat. Mereka melihat betapa besar cinta dan perhatian yang di berikan Boby untuk istrinya.

__ADS_1


***


bersambung


__ADS_2