
" Mama......" panggil Athar dari pintu masuk utama.
" Assalamualaikum, sayang. " sahut Novia mengingatkan.
" Ups!" Athar menutup mulutnya dengan kedua tangannya. " Lupa mama. " tambahnya.
Novia tersenyum menggelengkan kepalanya.
" Assalamualaikum, mama. " ulang Athar.
" Waalaikum salam, anak gantengnya mama. " jawab Novia sambil mengecup pipi Athar kiri dan kanan.
" Assalamualaikum. " sapa Boby.
" Waalaikum salam. " jawab Novia. " Lho, jadi yang jemput Athar kamu mas? Kok nggak bang Re? " tambahnya.
" Iya sayang. " jawab Boby sambil mengecup kening Novia. " Sengaja pengen jemput Athar. "
" Terus sekarang mau langsung balik kantor? "
" Mmm... sepertinya nggak. Gimana kalau kita jalan-jalan? " ucap Boby mengusulkan.
" Emang udah selesai semua kerjaan kamu mas? "
" Kalau kerjaan yang penting-penting udah selesai sih. Tinggal kerjaan yang biasa aja. " jawab Boby.
" Sayang, mau jalan-jalan sama mama sama papa nggak? " tanya Boby ke Athar.
" Mauuuu....Horeeee.... jalan-jalan..." teriak Athar sambil bertepuk tangan.
Boby mengelus pucuk kepala Athar.
" Ya udah, sekarang Athar mandi dulu yuk. Setelah mandi, baru kita berangkat. " ucap Novia.
" Oke mama. " kemudian Athar berlalu masih dengan tas sekolah yang melekat di punggungnya.
" Mau minum apa mas? " tanya Novia ke Boby sambil berjalan bergandengan ke ruang dalam.
" Jahe hangat aja. " ucap Boby sambil mengelus telapak tangan Novia.
Sampai di dapur, Novia melepas gandengan tangannya dari lengan Boby. Kemudian dia membuatkan jahe hangat untuk suaminya.
Setelah selesai membuat minuman untuk suaminya, Novia meninggalkan Boby di dapur sendirian untuk membantu Athar mandi dan bersiap-siap.
••••
" Athar sayang, hati-hati ya nak. " pesan Novia terhadap anaknya yang hendak bermain ice skating.
Semenjak usianya memasuki 4 tahun, Athar sudah mengikuti kelas ice skating. Sekarang dia sudah lumayan mahir memainkannya. Dia bermain bersama sang papa. Boby juga jago dalam bermain ice skating.
Setelah bermain satu putaran, Boby berjalan mendekat ke Novia.
" Sayang, ayo ikut bermain. " ajak Boby sambil memegang tangan Novia.
Novia menggeleng. " Aku nggak bisa papa. "
" Aku ajari mama. "
" Nggak. Takut. Entar jatuh terpeleset. " Novia menolak sambil melepaskan tangannya dari genggaman Boby.
" Hei. Ada aku sayang. Kamu nggak akan jatuh. Aku nggak akan biarin kamu jatuh. " ucap Boby. " Aku hanya akan membiarkanmu jatuh cinta padaku dan jatuh dalam pelukanku. " tambahnya sambil berbisik di telinga Novia.
" Ishhh.." ucap Novia sambil menutup wajah Boby dengan telapak tangannya.
" Ayolah mama. Athar pasti seneng banget kalau kamu ikut. " bujuk Boby.
Novia diam dan nampak berpikir untuk beberapa saat.
" Oke. Tapi jangan lepasin aku loh. "
" Siap, ratuku. " jawab Boby kemudian dia mengambil sepatu ice skating untuk Novia dan memakaikannya.
Setelah siap, Novia berdiri dan berjalan di bantu oleh suaminya menuju ke area ice skating.
__ADS_1
" Mama...." panggil Athar yang sedang berseluncur ke arah mama dan papanya.
Novia tersenyum memandangnya.
" Mama mau bermain juga? " tanya Athar setelah berada di dekat mereka.
" Papa yang ajak Sayang. " jawab Novia.
Kemudian Athar kembali berseluncur meninggalkan papa dan mamanya.
Boby memeluk pinggang Novia dan menuntun Novia untuk mulai berseluncur. Novia memegang lengan Boby erat.
" Kita akan melakukannya seperti kita sedang berdansa sayang. "
Novia mengangguk. Mereka mulai bergerak dan berseluncur perlahan. Awalnya Novia masih kaku melakukannya. Tapi lama kelamaan, dia mulai menikmatinya dan mulai menguasainya.
" Wow...ha..ha..ha..." suara tawa Novia dan Boby. Mereka sangat menikmati bermain ice skating. Terkadang, Athar ikut menggandeng tangan Boby dan ikut berseluncur.
••••
Malam menjelang. Athar telah terlelap di kamarnya. Dia kecapekan setelah bermain ice skating cukup lama.
Boby dan Novia juga telah berada di atas ranjang mereka. Boby menindih tubuh Novia.
" Sayang, mau ngapain? " tanya Novia.
" Kita berolahraga dulu. " ucap Boby sambil mengecup hidung Novia.
Novia sedikit mendorong dada Boby. " Belum capek mas? Tadi kita sudah bermain ice skating. Itu juga berolahraga. "
" Beda sayang. Aku ingin olahraga yang di atas ranjang berduet bersama kamu. "
" Berduet? Emang mau karaokean. " ucap Novia sambil mengelus pipi Boby yang di tumbuhi bulu-bulu tipis. " Emang nggak bosen mas, hampir tiap malam kita beraktivitas terus? "
" Nggak akan pernah. Bahkan kalau bisa, tiap saat aku selalu ingin bercinta denganmu. Aku sama sekali nggak pernah merasa bosan. Tubuh kamu seperti candu buatku sayang. Setiap saat aku berada di dekatmu, aku selalu menginginkanmu. "
" Sebegitukah? Hampir tiap malam kamu mengerjaiku. " ucap Novia sambil pura-pura marah.
" Iya. Kamu hanya tidak menyatukan tubuh kita aja selama dua minggu itu. Tapi hampir tiap malam tangan kamu nggak bisa diam mas. " sahut Novia cemberut.
" Tapi kamu juga menikmatinya sayang. " ucap Boby dengan tangan yang sudah berada di dalam balik piyama Novia. Tangan kanan Boby kini meremas sebelah d*** istrinya.
Novia memejamkan matanya sesaat karena ulah tangan suaminya.
" Bagaimana Sayang? Enak kan? " bisik Boby di telinga Novia sambil menggigit kecil telinga Novia.
" Mas.." Novia memegang tangan Boby yang berada di d***nya. Kemudian dia membuka matanya kembali.
Boby menghentikan kegiatannya. Tiba-tiba dia teringat akan sesuatu.
" Sayang, aku ingin bertanya tentang ini sudah lama. Tapi aku selalu lupa. " tanya Boby sambil sedikit mendongakkan kepalanya menatap Novia.
" Apa? "
" Apa selama ini masa bulananmu memang selalu selama itu? " tanya Boby sambil mengernyitkan dahinya.
Novia menggeleng. " Tidak selama sekarang. Biasanya cuma 5 sampai 7 hari. Kamu tahu, ini gara-gara KB yang kamu minta. "
Boby spontan mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Novia. Kemudian dia tidur miring menghadap Novia dengan tangan kiri menyangga kepalanya.
" Apa maksudmu gara-gara KB sayang? "
" Iya. IUD itu berpengaruh terhadap bulananku. Wanita yang memakai IUD, akan mendapatkan tamu bulanan lebih lama. " jelas Novia.
" Jadi seperti itu? "
Novia mengangguk mantap.
" Apa sangat mengganggu sayang? Apa sakit? " tanya Boby sambil mengelus perut Novia.
" Kalau mengganggu sih dikit. Kadang agak tidak nyaman. Kalau pas bulanan, pinggang agak nyeri. Gitu aja. Emang kamu nggak pernah ngerasa ketusuk gitu mas? " tanya Novia balik.
" Mmm...." Boby bingung harus jawab gimana. Dia malah menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
" Pasti nggak ya mas. Makanya tiap malam minta." goda Novia sambil mengelus dada bidang suaminya yang setengah telanjang.
" Sayang. Tangan kamu jangan nakal ya. " ucap Boby sambil memegang tangan Novia yang berada di dadanya.
Novia tersenyum menggoda.
" Sebenarnya aku juga nggak nyaman kamu pakai itu yang. Kalau soal ketusuk, bukan hanya pernah. Tapi se-ring.." jelas Boby sambil menekan kata ' sering '.
" Ha?? Tapi kok kamu enjoy aja kayaknya mas. "
" Ya enjoy lah yang. Rasa sakitnya hilang ketika aku mendengar desahan dan era***anmu sayang." bisik Boby dengan suara seksinya.
" Ihh, kamu mah mas. Mmmm... sayang.." kata Novia.
Mendengar kata sayang terucap dari mulut istrinya, Boby sudah bisa menebak kalau istrinya mesti punya mau.
" Kenapa sayang? "
" Mmm... gimana kalau aku lepas aja KB'nya? Kamu kan nggak nyaman. Aku apa lagi. "
" No. No..No..."
" Kenapa sih mas? "
" Aku nggak ingin kamu hamil lagi. "
" Ck!!" mendengar jawaban Boby, Novia segera membalikkan badannya memunggungi suaminya.
" Kamu nggak mau punya anak lagi dari aku mas? Kamu berharap punya anak lagi dari wanita mana mas?" tanya Novia dengan suara tertahan.
Boby menghela nafas panjang. Dia menelusupkan tangan kanannya di pinggang Novia. Kemudian dia mengecup lembut pundak istrinya.
" Sayang, bukan gitu. Aku sama sekali tidak tertarik dengan wanita lain. Hanya kamu satu-satunya wanita di dunia ini yang membuatku tertarik. Yang membuatku ingin mempunyai anak sebanyak-banyaknya. Tapi aku masih takut, sayang. "
Novia memejamkan matanya kemudian berkata, " Apa yang kamu takutkan mas? Yang hamil aku, yang melahirkan aku juga. "
" Justru itu yang membuatku takut. Aku nggak ingin melihat kamu kesakitan sayang. Aku masih sangat ingat dengan jelas keadaan kamu setelah melahirkan Athar. "
Novia langsung membalikkan lagi tubuhnya menghadap Boby. Di belainya pipi Boby dengan sebelah tangannya. Ditatapnya mata suaminya yang berkaca-kaca.
" Mas, melahirkan itu bukan suatu hal yang menyakitkan. Melahirkan itu adalah suatu kenikmatan bagi para wanita. " jelas Novia.
" Nggak sayang. "
" Mas, Athar juga udah gede. Dia juga sering bertanya kenapa dia tidak mempunyai adik. Temannya pada punya adik katanya. "
Boby menghela nafas panjang sambil memejamkan matanya. Kemudian gantian dia yang membalikkan badannya memunggungi Novia.
Novia tersenyum dan memeluk erat pinggang Boby dari belakang.
" Mas.." panggil Novia.
Tapi Boby tidak menjawab. Dia memejamkan matanya. Novia tersenyum melihat suaminya yang sedang merajuk.
Tangan Novia kini tidak diam saja di perut Boby. Tangannya kini sudah berjalan naik, mengelus dada bidang suaminya sambil memainkan jari-jarinya di sana. Dia juga mencium punggung suaminya. Dia yakin suaminya pasti tidak akan lama merajuknya saat dia mulai menggodanya.
Dan benar sekali. Boby mulai merespon godaan Novia. Dia memejamkan matanya dengan erat untuk menahan gejolak dalam dirinya. Dia harus bisa, ucap hati kecilnya. Tapi tubuhnya berkata lain. Bibirnya mendesah kecil. Membuat Novia tersenyum mendengarnya.
Novia semakin berani menyentuhnya. Kini tangannya bergerak kebawah. Mengusap sesuatu yang mengeras di sana.
Dengan cepat, Boby membalikkan badannya dan menindih Novia. Dia Melu*** bibir Novia rakus tanpa ampun. Tangannya pun tidak tinggal diam. Dengan sangat cepat dia menanggalkan seluruh pakaian Novia.
Jika sudah begini, maka Novia hanya bisa mengikuti alurnya. Dia sekarang sudah bisa mengimbangi permainan suaminya. Hal itu tentu saja membuat suaminya sangat puas bercinta dengannya.
Malam yang indah. Malam yang panas menyelimuti kamar mereka saat ini. Penyatuan yang indah meskipun bukan untuk yang pertama kalinya.
****
bersambung
Tetep stay tune ya kakak-kakak reader'sku yang baik... tinggal beberapa episode lagi, novel ini akan bener-bener tamat...
Jangan sampai ketinggalan akhir ceritanya...
__ADS_1