Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
Takut kamu hamil


__ADS_3

" Yang, kita coba yuk.." ajak Boby beberapa hari kemudian setelah kepulangan mereka dari dokter kandungan.


Mereka kini berada di atas tempat tidur dengan posisi Novia berada di tengah-tengah antara Boby dan Athar.


" Coba apaan? " tanya Novia.


" Kemarin kan dokter bilang, kalau menstr****mu sudah selesai, kita di suruh coba. Kalau talinya kepanjangan, kan kita harus ke dokter lagi. "


" Mas, ah. " ucap Novia yang pipinya memerah karena malu.


Kini tangan Boby sudah mulai meraba-raba ke tubuh Novia. Tapi ketika tangannya hendak masuk ke dalam piyama Novia, Novia mencekal tangannya.


" Mas, ntar Athar kebangun. "


" Nggak akan bangun sayang. Anak kita kan kalau tidur malam pulas asalkan kenyang. Dan dia juga tadi baru habis menyusu kan. Ini lho yang, yang bangun. " ucap Boby sambil menggesek-gesekkan bagian bawahnya ke pan*** Novia.


" Tap..." kata-kata Novia terpotong oleh Boby.


" Dosa lho sayang kalau nolak suami. "


" Kok itu yang di buat senjata??" protes Novia.


" Aku pindahkan Athar ke box dulu. Nanti kalau kita udah selesai, kita pindahin lagi kesini. "


Boby beranjak dari tidurnya dan berjalan mengitari ranjang untuk menjangkau Athar dan di pindahkan ke box bayi yang ada di sebelah tempat tidur utama.


Setelah memindahkan Athar, dan di rasa situasi aman terkendali, Boby kembali ke ranjang dan memeluk Novia dari samping. Sudah tidak ada penolakan lagi dari Novia. Dia sudah memasrahkan diri untuk melayani suaminya.


Boby mulai mengecup kening Novia, kedua mata Novia, hidung, dan terakhir bibirnya bersarang di bibir Novia. Awalnya Boby memberikan kecupan-kecupan ringan di bibir Novia. Merasa Novia tidak menolak, dan lama-lama istrinya itu membalas ciumannya, Boby memperdalam ciumannya.


Ciuman itu berubah menjadi *******. Tangan Boby juga tidak tinggal diam. Tangannya sudah bergerak lincah kesana kemari. Desahan halus keluar dari mulut Novia tatkala jari-jari suaminya berada di pucuk gunung kembarnya.


Mendengar desahan istrinya yang terdengar sexy, membuat Boby semakin menggila. Malam itu menjadi malam kedua bagi mereka.


Setelah pemanasan yang lumayan lama, kini Boby sudah tidak bisa menahan adik kecilnya untuk bersarang. Boby mulai menyatukan mereka.


Ketika baru memulai, Boby berhenti dan memandang Novia.


" Sayang, apa sakit? " tanyanya pada Novia.


Novia menggeleng.

__ADS_1


" Tapi ini sempit sayang. Seperti waktu pertama. Aku tidak akan melanjutkan jika memang kamu merasa sakit. " ucapnya sendu dengan nafas yang masih bergejolak.


" Nggak mas. Nggak sakit. " ucap Novia sambil tersenyum meyakinkan suaminya.


Kemudian setelah beberapa saat, Boby mulai melanjutkan apa yang tadi telah di mulainya.


Malam panjang yang begitu indah buat Boby dan Novia. Kini mereka melakukannya dengan cinta sepenuh hati.


Setelah dua jam mereka bergumul, kini Boby dan Novia terkulai lemas di atas ranjang mereka.


Boby menyelimuti tubuh polos istrinya dan kemudian memeluknya dan memberikan kecupan penuh cinta di pelipis Novia.


" Terimakasih Sayang. Kamu telah memberikan segalanya untukku. "


Novia memberikan jawaban dengan anggukan dan senyuman.


" Sayang, aku penasaran deh. "


" Hem? "


" Kok rasanya masih seperti waktu pertama kali? Kita kan dulu pernah melakukannya. Yaaa, meskipun cuma sekali. Dan kamu juga udah pernah melahirkan juga. "


" Mungkin dokter Dinda pinter mas. Jadi dijahit biar nggak longgar. " jawab Novia sekenanya sambil tersenyum.


" Kalau nggak gitu ya karena jamu yang di kasih ibu. Kemarin waktu aku di rumah, ibu tiap pagi kasih aku jamu. Dan harus aku minum sampai habis. " tambah Novia sambil memejamkan matanya karena dia merasa letih.


Boby manggut-manggut mendengar penjelasan Novia.


" Aku bahagia. Aku nggak nyangka sama sekali kalau kamu akan kembali bersamaku. Terimakasih banyak sayang. Sudah memberiku kesempatan. Aku janji, aku tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang kamu beri. I love you, my lovely wife. " tutur Boby kemudian mengecup kening Novia dengan penuh rasa sayang.


Novia mengangguk sambil tersenyum menanggapi ungkapan suaminya.


" Kamu mau langsung tidur, apa mau mandi dulu?"


" Mandi. Tapi bentar lagi. Tubuhku masih terasa lemas. "


Boby mengecupi seluruh wajah Novia. " Maaf sayang. Aku udah bikin kamu nggak berdaya. " ucap Boby dengan senyum tipis yang terukir di sudut bibirnya.


Kemudian dia beranjak bangun.


Merasa kasur di sebelahnya bergoyang, Novia membuka matanya. " Mau kemana mas? " tanya Novia ketika melihat Boby bangun dari tempat tidurnya dan memakai boxernya kembali.

__ADS_1


" Mau ke kamar mandi bentar. Kamu istirahat aja dulu. " ucap Boby sambil mengelus pipi Novia.


Boby beranjak masuk ke kamar mandi dan Novia menutup matanya kembali.


Selang beberapa waktu, Boby keluar dari kamar mandi. Dia menghampiri Novia.


" Sayang, bangun dulu. " panggil Boby sambil mengelus pipi Novia.


Sepertinya Novia terlelap karena sepertinya dia memang sedang keletihan. Biarpun ini adalah yang kedua kalinya, tapi yang pertama dulu, mereka melakukannya dengan waktu yang tidak terlalu lama. Tapi malam itu, Boby benar-benar menggempurnya tanpa ampun.


Merasakan elusan di pipinya, Novia mulai membuka matanya.


" Hem..."


" Bangun dulu. Katanya mau mandi? Ayo mandi dulu. Aku udah siapin air hangat untukmu. " ucap Boby sambil membuka selimut yang menutupi tubuh Novia.


Sadar selimutnya akan di buka, dengan segera, Novia buru-buru memegang erat selimutnya ke atas dada, sambil menggelengkan kepalanya.


" Kenapa? Malu? Ya Allah yang, aku ini suami kamu lho. Dan baru beberapa menit yang lalu, aku lihat semua bagian tubuh kamu. Kenapa sekarang jadi malu? " goda Boby masih sambil memaksa membuka selimut Novia.


Saling tarik menarik pun terjadi. Tentu saja Novia kalah karena tenaganya tidak sebesar suaminya. Kini tubuh polosnya terpampang di hadapan Boby.


Sebenarnya tubuh Boby kembali bergejolak melihat tubuh istrinya yang molek dan tanpa sehelai benangpun menutupi. Tapi dia berusaha keras untuk menahannya. Dia tidak akan tega melakukannya lagi melihat istrinya yang sepertinya kelelahan. Di tambah lagi, dia ingat kalau istrinya ini keesokan harinya masih harus menjaga anaknya.


Novia bangun dari tidurnya dan beringsut turun dari ranjang. Tapi Boby langsung menggendong tubuhnya.


" Mas, aku bisa jalan sendiri. " protes Novia.


" Ijinkan aku melakukannya mulai dari sekarang. Seharusnya sejak pertama aku juga melakukan hal ini. Tapi aku malah meninggalkanmu sendiri dulu. " ucap Boby sambil menatap mata Novia sendu dengan mata berkaca-kaca.


Novia diam. Kemudian dia melingkarkan tangannya ke leher Boby.


Boby membawanya ke kamar mandi dan memasukkannya ke bathtub yang telah terisi penuh dengan air hangat.


Kemudian dia melepas boxernya dan ikut masuk ke dalam bathtub.


" Mau ngapain mas? " tanya Novia khawatir suaminya itu akan mengulangi lagi yang tadi di dalam bathtub seperti yang sering di bacanya di novel-novel romantis.


" Mandi. " kemudian Boby menoel hidung Novia. " Nggak usah khawatir. Aku tidak akan melakukannya lagi. Meskipun adik kecilku ini berontak ketika berdekatan denganmu. "


Mandi bersamapun mereka lakukan. Hanya mandi guysss....🤗🤗

__ADS_1


***


bersambung


__ADS_2