Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
21. Memastikan Kembali


__ADS_3

Keesokan harinya, Novia sudah beraktivitas seperti biasa. Tapi hari ini Novia agak tegang. Dia sering melamun. Dia kepikiran bagaimana hasil dari pertemuannya dengan Candra.


Sore menjelang. Habis sholat ashar, Novia segera bersiap-siap. Berpakaian rapi, memakai tunic bermotif dengan corak berwarna salem yang di padu padankan dengan celana bahan berwarna hitam, dan jilbab khimar yang senada dengan atasannya. Memoles tipis bibirnya dengan lipstik berwarna peach. Sempurna. Satu kata untuk penampilan Novia saat ini.


Dibalik kesempurnaan itu, Novia merasa tubuhnya mengeluarkan keringat dingin. Tubuhnya gemetar. Bertemu berdua dengan Candra setelah perpisahan mereka.


Setelah merasa penampilannya sudah rapi, tepat pukul empat sore, Novia membawa motornya keluar menuju ke tempat mereka janjian.


Lima belas menit kemudian, Novia sampai di rumah makan yang mereka maksud. Novia masuk ke dalam. Rupanya, Candra telah sampai duluan.


" Assalamualaikum...Maaf mas, Nov yang ngajak ketemuan, eh malah mas yang nyampe sini duluan.."


" Waalaikum salam..Nggak pa-pa dik. Aku juga baru nyampe."


" Mas apa kabar?"


" Alhamdulillah, mas baik. Dik Nov sendiri gimana? Mas lihat kok dik Nov seperti kurang sehat."


" Iya mas. Nov habis sakit. "


" Sakit apa dik?" tanya Candra dengan raut wajah cemas.


Kamu khawatir sama aku mas?? tanya hati kecil Novia.


" Mungkin kecapekan terus kurang tidur juga. Tapi alhamdulilah, sekarang udah lumayan baik."


Pelayan tiba - tiba datang dengan membawa minuman. Segelas juice jambu tanpa es, dan segelas jeruk hangat.


" Minumnya dik. Maaf tadi aku pesenkan dulu. Daripada nanti nunggunya kelamaan. Dik Nov masih suka juice jambu tanpa es kan?" ucap Candra dengan senyum manisnya.


" Iya mas. Makasih. " Novia kemudian menyeruput juice jambunya.


Kamu masih ingat kesukaanku mas? Apa artinya ini? batin Novia.


" Kemarin dik Nov bilang mau bicara penting. Ada apa dik?"


Mendengar pertanyaan itu, apa yang sudah di rencanakan Novia hilang seketika. Kata-kata yang telah tersusun rapi, buyar semua. Novia jadi bingung sendiri. Dia takut jika harus menghadapi kenyataan yang pahit.


Tapi Novia berusaha untuk tetap tenang. Dia mengambil nafas panjang dan mengembuskannya perlahan.

__ADS_1


" Mas, Nov benar - benar minta maaf soal yang dulu. Sungguh Nov menyesalinya. Nov yang bodoh. Nov yang saat itu nggak bisa melihat perasaan mas. Dan akhirnya Nov malah menyakiti perasaan mas. "


" Sudahlah dik. Yang sudah berlalu tidak usah di bahas. Toh tidak akan bisa Kembali seperti sedia kala juga kan."


Deg. Apa maksud perkataan Candra.


" Sungguh mas, Novia tidak pernah mengkhianati mas. Tidak ada mantan Nov yang mengajak balikan. Itu hanyalah alasan konyol yang Nov buat. Novia nyesel mas. Novia dulu belum memahami perasaan Nov sendiri. Nov nggak bisa melihat keseriusan mas. Maafkan Nov mas. " Novia menunduk.


" Mas udah maafin dik Nov. "


" Lalu sekarang kita gimana?"


" Dik, mas memang sudah maafin kamu. Tapi untuk melupakan semuanya, rasanya terlalu sulit. Saat mas hendak melupakan, mas malah semakin ingat. Mas nggak tahu, entah alasan dik Nov saat itu memang begitu keadaannya, atau seperti yang dik Nov bilang tadi kalau itu hanyalah sebuah alasan. Yang pasti mas sulit untuk melupakannya."


Dada Novia seakan kejatuhan besi yang besar. Berat banget rasanya. Matanya mulai berkaca-kaca.


Dia menghela nafas panjang supaya air matanya tidak terjatuh.


" Mas udah nggak sayang sama Nov?"


" Mas tetep sayang sama kamu. "


Sesaat Candra terdiam. Hampir saja dia bilang iya. Kemudian dia berkata " Maaf. "


" Kalau mas udah nggak cinta lagi sama Novia, lalu apa maksud mas ngasih perhatian sama Nov. "


" Karena mas ingin. "


" Sebenarnya, yang mas mau itu apa?" tanya Novia agak kehilangan kesabaran.


" Mas juga nggak tahu. "


" Mas Candra jahat tahu nggak sih. Mas selalu memperlakukan Novia seolah-olah mas masih cinta sama Nov. Mas selalu nggak suka sama cowok yang deketin Nov. Hal itu membuat Novia terlalu berharap sama mas. "


" Mas minta maaf dik. Mas....jujur... perasaan mas masih sama ke kamu. Seperti dulu. Tapi kata-katamu waktu itu selalu terngiang di telinga. Mas tidak tahu apa yang harus mas lakukan."


" Mas, mungkin ini yang terakhir kalinya Novia bertanya sama mas. Setelah ini, mungkin Nov tidak akan bertanya lagi. Mas, maukah mas ngasih kesempatan untuk Novia? Novia janji akan menebus semua kebodohan Novia yang lalu. Novia akan menebus semua kepedihan dan sakit hati mas. Novia akan mencintaimu dan berusaha menjadi seperti yang kamu mau. " ucap Novia penuh harap.


Candra menunduk. Dia bingung harus berkata apa ke Novia.

__ADS_1


" Mas??"


" Maaf dik.. Jawaban mas masih sama. Mas takut jika mas menerima kamu lagi, mas bakal ngerasain hal yang sama lagi. Mas nggak siap untuk sakit lagi."


Tes....tes...tes...Novia sudah tidak bisa menahan air matanya supaya tidak terjatuh. Kini Novia telah berlinang air mata. Selesai sudah semuanya. Kandas sudah harapan Novia untuk merajut cinta bersama kekasih hati.


" Terimakasih untuk semuanya. Terimakasih mas. Novia sekarang benar-benar bisa merasakan rasa sakit yang mas rasakan selama ini. Sekali lagi, Novia minta maaf. Setelah ini, Novia akan berusaha melupakan perasaan Novia untuk mas Candra. Setelah ini, Novia tidak akan mengganggu mas lagi. Novia hanya bisa berdoa dan berharap semoga mas Candra menemukan perempuan yang jauh lebih baik dari Novia." ucap Novia sambil sesenggukan.


Melihat Novia menangis, ingin rasanya Candra memeluknya. Menenangkan. Dan berucap ' jangan menangis lagi' . Tapi dia tidak sanggup melakukannya. Dia takut pertahanannya akan jebol. Dia mengalihkan pandangannya dari Novia.


" Novia pamit mas. Selamat tinggal. " pamit Novia kemudian segera beranjak dari duduknya dan dengan setengah berlari meninggalkan Candra.


" Dik Nov...dik....Novia..." Candra pun ikut beranjak mengejar Novia.


" Nov....Novia..." panggil Candra sambil melihat sekeliling mencari Novia ketika dia sampai di halaman parkir.


Tapi rupanya Novia telah meninggalkan tempat itu. Ada kekhawatiran di hati Candra melihat keadaan Novia tadi. Novia terlihat sangat rapuh. Dia mengendarai motornya sendiri. Menyadari hal itu, Candra segera mengambil motornya dan mengejar Novia. Takut terjadi apa-apa sama Novia.


Setelah melajukan motornya dengan kencang, Candra melihat Novia memasuki pekarangan rumahnya.


Syukurlah kamu nggak pa-pa. batin Candra.


Ingin rasanya dia berlari menghampiri Novia. Entah kenapa mendengar Novia mengucapkan selamat tinggal, hatinya terasa lebih sakit tinimbang ketika dia diputuskan oleh Novia.


Maafkan aku, dik. Jangan menangis dan bersedih terlalu lama. Tunggu aku sebentar lagi. Aku yang akan datang menghampirimu. Aku akan kembali padamu. Biarkan aku menata hatiku. Sebentar saja. Tunggu aku....


Setelah Novia masuk ke rumah, Candra meninggalkan pekarangan rumah Novia.


Sampai di kamarnya, Novia menangis sejadi- jadinya. Cukup lama dia bergelut dengan air matanya.


Setelah tangisnya agak mereda, Novia mengambil ponselnya yang masih ada di tas. Dia mengusap layar ponselnya, mencari nama seseorang kemudian mengetik sebuah pesan.


****


**bersambung


Hari ini author up 2 episode ya... khawatir besok nggak bisa up.


tapi semoga aja besok tetep bisa update...🥰🥰**

__ADS_1


__ADS_2