
Sudah semenjak tiga hari yang lalu, Novia pulang dari rumah sakit. Dan sudah selama tiga hari juga si kecil Athar enggan lepas dari mamanya. Novia juga mengajak si kecil Athar tidur bersamanya. Meskipun sang mama mertua melarangnya karena dia belum benar-benar sehat, tapi Novia tetap bersikeras untuk merawat si kecil sendiri.
Bobypun tak mau kalah. Selama dia berada di rumah, dia selalu siaga setiap saat untuk membantu Novia merawat si kecil, meskipun Novia tidak pernah meminta bantuannya.
Novia dan Boby merawat Athar berdua. Boby sudah mulai lihai dalam mengganti popok ataupun memakaikan baju si kecil. Dia bahkan mulai belajar memandikan Athar yang sudah mulai aktif sekarang. Tentu saja dia belajar memandikan si kecil dengan di tunggui bi Sumi.
" Ups. Diam sayang. Jangan gerak-gerak terus. Papa bingung ini jadinya. " protes Boby ketika sedang memandikan Athar. Bocah itu tidak mau diam, sehingga papanya kerepotan memandikannya.
Bibi hanya bisa tersenyum melihat tuan mudanya kewalahan. Tapi tuan mudanya itu keras kepala sekali. Meskipun terlihat kerepotan, tapi tetap tidak membiarkan dia memandikan si kecil.
Novia yang mendengar keributan di kamar mandi hanya menggelengkan kepalanya. Kemudian dia berjalan menuju ke kamar mandi. Menengok ada apakah gerangan kenapa suaminya itu ribut sekali padahal cuma memandikan bocah yang baru berusia 2 bulan itu.
" Athar, diam dong nak. Kalau kamu nggak diam, kapan mandinya? Papa jadi basah semua ini. "
Terlihat si kecil berontak terus ketika sang papa ingin mengambil sabun. Si kecil nampak senang sekali bermain di dalam air. Sesekali dia bermain dengan air sehingga airnya menyiprat ke badan papanya. Tiap kali Boby memprotesnya, si kecil malah terkekeh.
" Pftt!! " Novia menahan tawanya melihat ekspresi suaminya dan anaknya.
Bi Sumi yang melihat kedatangan sang nyonya muda, menganggukkan kepalanya. Kemudian Novia memberi kode supaya bibi meninggalkan mereka saja. Bibi pun mengikuti kemauan nyonya mudanya.
" Sayang...airnya jangan di gituin..." protes Boby kembali.
Novia berjalan mendekat kemudian mengambil alih memandikan Athar.
" Hey, sayang. Aku yang akan memandikan Athar. "
__ADS_1
" Kamu terlalu banyak drama. Kasihan Athar kedinginan. "
" Tapi Novia...anak kamu ini benar-benar nggak bisa diam...Dia nggak membiarkanku mengambil sabun. " rengek Boby.
" Makanya... kalau nggak bisa, nggak usah sok-sokan. "
Novia memegang Athar di bawah ketiak si Athar, menguncinya di sana. Dengan begitu, meskipun si kecil itu bergerak-gerak terus, Novia tetap bisa memandikannya dengan satu tangan.
" Wah...kamu curang ya mbul... Giliran sama mama kamu aja mau diam..." protes Boby yang tetap berada di kamar mandi memperhatikan cara Novia memandikan anaknya.
Oh, jadi gitu caranya... lihat aja mbul... besok papa harus bisa memandikan kamu. batin Boby.
Tak lama kemudian, Novia telah usai memandikan Athar. Boby buru-buru mengambil handuk Athar yang tadi di taruh di atas washtafle.
" Sini, papa aja yang gendong. " Boby mengambil Athar dari tangan Novia. Dan Novia membiarkannya.
Dengan telaten, Boby memakaikan baju Athar. Untuk urusan ini, Boby sudah lumayan mahir. Hanya membutuhkan waktu lima belas menit, tubuh Athar sudah terbalut setelan kaos dan celana pendek. Tubuhnya sudah harum tentu saja. Karena sang papa memakaikan parfum bayi di bajunya.
Setelah selesai memakaikan baju ke Athar, Boby memberikan Athar ke mamanya untuk di susui. Dan sekarang gantian dia yang masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah Boby masuk ke kamar mandi, Novia segera menyusui Athar. Sepertinya Novia masih malu jika harus menyusui anaknya di depan suaminya.
Selama dua puluh menit menyusu, Athar tertidur di pangkuan Novia. Boby nampak kecewa karena dia ingin mengajak anaknya bermain, tapi si kecil Athar malah sudah masuk ke alam mimpinya.
" Yah, si gembul tidur mulu. Gimana nggak tambah gembul kalau kerjaanmu tiduuuuur aja..." protes Boby sambil menoel hidung Athar.
__ADS_1
Novia langsung memukul tangan Boby yang menoel hidung anaknya.
" Jangan di ganggu. Entar dia rewel. " ucap Novia ketus.
" Ishhh... Istriku galak amat... Jangan galak-galak sama suami Sayang...ntar dosa..." goda Boby.
Novia mencebikkan bibirnya. Suaminya sekarang banyak berubah. Boby sekarang lebih banyak bicara dan lebih sering bercanda. Tidak sekaku dan sedingin dulu. Apa mungkin efek tidak bekerja, hanya menganggur di rumah, jadi jiwa usilnya kadang muncul?
Kini Boby naik ke atas kasur, dan merebahkan tubuhnya di samping Athar. Dia ikut memejamkan matanya. Melihat Athar tidur, dia jadi ingin ikut tidur. Karena saat malam menjelang, maka dia akan lebih banyak bangun. Tiap kali Athar terbangun, entah itu karena popoknya penuh, atau karena lapar, maka Boby lah yang akan bangun. Dia tidak membiarkan Novia terbangun malam-malam.
Kalau untuk mengganti popok, maupun memanaskan ASI untuk si kecil Athar, dia sudah ahli sekarang.
Sudah semenjak Novia di rawat di rumah sakit, Boby belum pernah sekalipun merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dia selalu tidur di sofa. Bahkan sekarang, setelah pulang ke rumah, tiap malam dia harus rela tidur di sofa. Karena Novia dengan sangat jelas, mengatakan kalau dia tidak ingin tidur seranjang dengan Boby.
Alhasil Boby harus terima dengan ikhlas untuk tidur di sofa daripada dia harus tidur di kamar lain dan berada jauh dari anak dan istrinya.
Tak membutuhkan waktu yang lama, Boby sudah ikut terlelap seperti Athar. Novia kemudian meninggalkan mereka untuk turun ke bawah. Tak lupa, Novia menaruh bantal dan guling di sebelah Athar yang tidak ada orangnya. Dia khawatir, kalau tiba-tiba Athar tidur dengan lincahnya dan sampai jatuh dari tempat tidur.
****
bersambung
Jangan lupa like, vote, atau kasih komentar ya kak...
Hari ini author Doble up, buat jaga-jaga kalau Minggu depan author nggak bisa update...🥰🥰🙏🙏
__ADS_1
Soalnya Minggu depan author ada acara keluarga..