Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
134. Ayah Candra


__ADS_3

Waktu terus bergulir. Candra telah menikahi Aisyah. Remon juga telah menikahi Rifa, adik sepupu Novia.


Athar sekarang sudah berusia 5 tahun. Dia tumbuh menjadi seorang anak yang tampan. Ketampanannya mewarisi ketampanan papanya.


Meskipun Candra telah menikahi Aisyah, dan mereka telah di karuniai seorang anak laki-laki juga, tapi kasih sayangnya terhadap Athar tidak pernah berubah. Athar tetap menjadi anak kesayangannya.


Semakin tambah besar, Candra semakin memanjakan Athar. Semua keinginan Athar di penuhinya. Sampai terkadang, Boby memprotesnya.


" Hei bung. Dia ini anakku. Aku masih mampu membelikannya mainan seperti ini. " protes Boby ke Candra.


Saat itu, mereka sedang berada di mall. Awalnya Athar pergi bersama dengan Candra, Aisyah, dan anak mereka. Dan kemudian Boby dan Novia menyusulnya.


Di sana, Boby juga Novia, melihat Candra sedang membawa banyak sekali mainan untuk Athar. Dan Athar sedang membawa robot Transformer.


" Dia juga anakku, jangan lupa itu. Aku juga mampu membelikannya lebih banyak lagi. " jawab Candra.


" Tapi aku tidak kau beri kesempatan untuk membelikan anakku mainan. Semua mainan yang diinginkannya, sudah kamu belikan semua. " ujar Boby.


Novia dan Aisyah hanya geleng-geleng kepala melihat dan mendengar perdebatan dua orang ayah tersebut.


" Salah siapa anak kamu tidak kamu belikan mainan. Semua mainan yang aku belikan ini, bukankah Athar menginginkannya sejak lama? Kenapa tidak kamu belikan dari dulu? Bukankah kamu sudah mengetahui kalau Athar menginginkannya? " tanya Candra tidak mau di salahkan.


" Kamu sih yang... Selalu bilang jangan kalau aku mau turuti semua keinginan Athar. Gini kan jadinya? Orang ini yang malah menuruti semua kemauan anak kita. " kini Boby ganti menyalahkan istrinya. Karena memang selama ini Novia selalu melarangnya menuruti semua kemauan anaknya. Menurut Novia, itu akan membuat anaknya menjadi manja dengan kekayaan.


" Kok jadi aku yang salah? Aku kan cuma nggak ingin Athar itu terlalu terlena dengan kekayaan. Biar dia juga tahu, hidup susah itu gimana. Jadi dia bisa lebih menghargai hidup. " ucap Novia membela diri.


Candra mencibirkan bibirnya ke Boby karena Boby di ceramahin istrinya.


" Mas Candra nih, yang terlalu memanjakan anak aku. Nov kan udah sering bilang mas, jangan turuti semua kemauan Athar. Jadi manja nanti anaknya. Dia ini cowok lho. " kini gantian Novia yang menceramahi Candra.


Boby tersenyum mengejek ke Candra karena Candra juga mendapat ceramah dari nyonya Permana.


" Ya kan kasihan Nov kalau nggak di turuti. " bela Candra.


" Iya, tapi nggak gini caranya. Kalau Athar pengen mobil-mobilan, cukup belikan satu. Kalau pengen robot, cukup belikan satu. Nggak terus segini banyaknya. "


Boby menjulurkan lidahnya ke Candra mendengar Candra terus diceramahi istrinya.


" Sayang, kamu belain lah suamimu ini. " pinta Candra ke Aisyah.


Aisyah hanya mengendikkan bahu.


" Yang, kan kamu juga tadi yang nyuruh beliin ini semua buat Athar. Sekarang suamimu ini diomeli sama mamanya. Kamu juga tanggung jawab dong. " tambah Candra.

__ADS_1


Aisyah malah tersenyum nyengir kuda.


" Ini yang terakhir ya. Kalau mas Candra sama mbak Aisyah masih aja manjain Athar kayak gini lagi, Nov nggak akan ijinin Athar ikut kalian lagi. " ujar Novia dengan nada suara yang di buat tegas.


" Yah, jangan dong mbak. Masak kita nggak di kasih ketemu sama Athar. Athar juga anak kami lho. Ya nak?" ucap Aisyah membela diri sambil mengelus pipi Athar.


Athar hanya mengangguk saja.


" Papa...Mama berisik. " sahut Athar. Dan membuat semua yang di meja itu terdiam memperhatikan Athar.


Novia langsung menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.


" Mama nggak lagi berisik, sayang. Mama sedang ceramah. Biar ayah kamu itu, nggak kelewatan. " tutur Boby.


" Sayang, Athar mulai sekarang, nggak boleh beli mainan segini banyaknya ya. Yang dirumah kan masih banyak. Masih bagus semua. Nggak boleh minta di beliin lagi sama ayah sama bunda, ya. " tutur Novia sambil mengambil Athar dan di bawa pangkuannya.


Athar mengangguk mengerti ucapan mamanya.


" Maaf ma. " ucap Athar.


" Anak pintar. " jawab Novia sambil mencium pipi Athar.


" Ma, kalau beli es krim boleh ma? " tanya Athar.


Athar mengangguk mengerti.


Candra berdiri dari duduknya hendak mengajak Athar beli es krim, tapi langsung di cegah Boby.


" Giliran papanya ini bro. " ucap Boby.


" Ayo sayang. Mau jalan sendiri, apa mau papa gendong? "


" Jalan sendiri papa. Papa nggak kuat gendong Athar. Athar kan besar. " ucap Athar yang membuat semua yang di situ terkekeh.


Kemudian anak dan papa itu berjalan berdua sambil bergandengan tangan menuju konter es krim. Novia menatap kepergian mereka. Dia selalu menghangat hatinya ketika melihat anak dan suaminya bersama seperti itu.


" Sayang, mau es krim rasa apa? " tanya Boby sambil menunduk menyamakan tingginya dengan anaknya.


" Gendong pa. Nggak kelihatan. "


" Hem...Oke, jagoan. " Boby mengangkat tubuh Athar.


" Athar mau yang itu, pa. " tunjuk Athar.

__ADS_1


" Mau yang rasa coklat? "


" Ehm. " jawab Athar sambil mengangguk. " Sama yang itu pa. " tunjuknya lagi.


" Yang tiramisu? " tanya Boby sambil menoleh ke arah Athar.


Athar mengangguk.


" Terus buat dedek Zaki yang itu, sama itu. " ucap Athar kembali.


" Emang dedek Zaki udah boleh makan eskrim? "


" Nanti kalau Athar makan eskrim terus dedek nggak, kan kasian. "


" Iya deh. " jawab Boby.


" Mbak, take away eskrim ya. Dua rasa coklat sama tiramisu. Satu coklat sama strawberry. Satu Doble coklat, satu blueberry sama coklat cheese. "


" Iya pak. Di tunggu ya. "


Setelah memilih eskrim, Athar minta di turunin lagi dari gendongan. Dia memegang jari tangan papanya.


Setelah menunggu sekitar 15 menit, pesanan eskrim sudah di tangan. Kemudian Boby melakukan pembayaran dan mereka kembali ke meja dimana Novia dan yang lain menunggu.


Sesampainya di meja, Athar membagikan eskrim yang tadi di belinya.


" Ini buat papa, ini mama, ini ayah, ini bunda, ini dedek Zaki. " ucap Athar sambil membagikan eskrim.


" Dedek Zaki juga di beliin sayang? " tanya Aisyah.


Athar mengangguk.


" Tapi dedek Zaki nanti makannya dikit aja ya. Dedek kan masih kecil sayang. " jelasnya.


" Iya bun. Nggak pa-pa. "


Zaki adalah anak Candra dan Aisyah. Dia baru berusia 8 bulan.


Kemudian mereka menikmati eskrim bersama-sama sambil bersenda gurau.


Kini Boby sudah terbiasa bercanda berbincang dengan Candra. Sudah tidak ada kegelisahan di hatinya ketika mereka berbincang bersama seperti ini. Karena tatapan Candra ke Novia sudah tidak seperti dulu lagi. Kini mereka sudah benar-benar bersahabat.


****

__ADS_1


bersambung


__ADS_2