Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
93. dimana istriku


__ADS_3

Sudah hampir satu bulan waktu berlalu dari semenjak Bu Vera membawa Novia ke Jakarta.


Hari-hari yang di lalui Boby masih tetap sama. Dia masih belum bisa menemukan Novia. Padahal dia sampai mengerahkan seluruh pegawainya. Semua tempat yang ada di kota Semarang telah di jelajahi. Semua hotel, bahkan sampai penginapan kecil-kecil sudah di cek satu persatu.


Tinggal satu orang yang belum dia temui. Sebenarnya dia sudah akan menemuinya, tapi dia masih gengsi. Akan tetapi, hari itu dia mengesampingkan gengsinya. Pagi-pagi sekali dia menjalankan mobilnya menuju cafenya Candra. Dia mendapatkan alamat cafe Candra dari salah satu anak buahnya.


Boby agak tercengang membaca nama cafe yang di miliki oleh Candra. Bukankah nama cafenya mirip dengan nama belakang istrinya? Ah, apa sebegitu cintanya Candra terhadap istrinya? Apa benar langkahnya kesini untuk mencari istrinya?


Berbagai pertanyaan bersarang di otaknya. Tapi dia sudah bertekad bulat untuk bertemu Candra.


Di lihatnya di sana Candra sedang berbicara dengan pegawainya. Boby masuk dan duduk di salah satu kursi sambil menunggu Candra selesai berbicara dengan pegawainya.


Setelah selesai berbicara dengan pegawainya, Candra hendak keluar dari cafe. Di saat itu, dia melihat Boby di sana. Si hampirinya suami sang mantan.


" Ada angin apa anda kesini? " tanya Candra dengan nada sarkas.


" Oh, hai. Kamu juga di sini? Senang bisa bertemu kamu di sini. " balas Boby basa-basi.


" Sudahlah. Tidak perlu bersandiwara. Saya tahu anda sudah tahu siapa pemilik cafe ini. Cepat katakan mau anda apa ! " ucap Candra sambil duduk di kursi di depan Boby.


" Baguslah kalau kamu tahu. Aku tidak akan berbasa-basi lagi. Aku tanya, dimana kamu menyembunyikan istriku? "


Candra tertawa mengejek mendengar pertanyaan Boby.


" Selagi aku masih bertanya dengan baik-baik, jawab saja sekarang. " ucap Boby geram mendengar tawa Candra .


" Anda ini lucu sekali. Cari istri kok ke tempat laki-laki lain. " Candra tersenyum mengejek.


Boby menghela nafas berat untuk meredam emosinya.


" Anda mengaku suami. Tapi tidak tahu keberadaan istri anda sendiri. " ucap Candra sambil duduk dengan memangku sebelah kakinya.

__ADS_1


" Saya tanya sekali lagi. Dimana kamu menyembunyikan istriku? "


" Anda jangan asal menuduh. Saya tidak mungkin menyembunyikan istri anda. "


Boby menunduk. " Tolong... kasih tahu aku dimana Novia berada? " ucap Boby dengan suara yang bergetar menahan air mata.


" Jadi Novia akhirnya meninggalkanmu? " ledek Candra.


" Salah siapa jika hal itu terjadi? Salahmu sendiri bukan? Sudah punya istri masih bermain dengan perempuan lain. "


Boby terdiam tidak menjawab apapun. Karena dia sadar, bahwa omongan Candra benar adanya.


" Baguslah kalau Novia meninggalkanmu. Dulu sudah pernah kuperingatkan. Kalau sampai aku tahu kamu menyia-nyiakan Novia kembali, maka aku akan mengambilnya darimu. Dan terima kasih kamu sudah memberitahuku. " senyum sinis masih tersungging di bibir Candra.


Kini emosi Boby memuncak. Dia berdiri dari duduknya dan di cengkeramnya kerah kemeja Candra.


" Jangan berani-berani mengambil istriku. Aku tahu, kamu pasti berada di balik menghilangnha istriku. Sebaiknya katakan, dimana kamu menyembunyikan Novia? "


" Kenapa kamu baru mencari Novia sekarang? Apa kamu baru merasa kehilangan? "


Boby kembali duduk di kursinya. Tubuhnya melemas. Air matanya sudah tidak bisa di bendungnya.


" Maafkan aku. Aku memang bodoh. Aku tidak bisa menyadari dengan cepat kalau aku sangat membutuhkan Novia di sisiku. Aku mencintainya. Sangat mencintainya. "


Candra menghela nafas panjang. Dia menjadi tidak tega dengan keadaan Boby. Tapi mau bagaimana lagi, dia tidak mungkin memberi tahu keberadaan Novia sekarang.


" Kenapa kamu begitu lamban menyadari perasaanmu? Kalau kamu menyadarinya lebih awal, Novia tidak akan pergi. Ahhh... seharusnya kamu tidak menyakitinya sampai seperti itu. Kamu tahu, Novia sangat menderita. Di saat hamil semestinya kamu selalu menemaninya, berada di sampingnya. Tapi kamu malah sibuk dengan mantan kekasihmu. Apa sebaiknya memang aku mengambilnya darimu? "


Boby menggeleng. " Jangan. Jangan mengambil Novia dariku. Aku mohon, jika kau tahu dimana dia , tolong katakan padaku. "


" Aku minta maaf. Yang pasti, Novia tidak bersamaku sekarang. Kemarin-kemarin, memang aku yang merawatnya. Tapi saat ini, Novia sudah tidak tinggal bersamaku lagi. "

__ADS_1


" Bagaimana keadaan Novia dan bayinya? "


" Mereka baik-baik saja. Asalkan Novia tidak kembali mengalami goncangan psikologis, maka dia dan anak kalian akan selalu baik-baik saja. Aku sarankan. Kalau kamu ingin mereka baik-baik saja sampai anak kalian lahir, jangan cari mereka. Jangan menemuinya dulu. "


" Kamu pasti tahu di mana Novia sekarang kan? Tolong kasih tahu aku. Dimana dia? Siapa yang menjaganya? "


Candra benar-benar tidak tega melihat kondisi Boby yang sangat memprihatinkan.


" Aku akan memberitahumu. Tapi berjanjilah. Jangan pernah menemuinya sampai anak kalian lahir. Karena jika sampai Novia bertemu denganmu atau bahkan melihatmu, maka kamu harus bersiap kehilangan salah satu dari mereka. Bahkan bisa keduanya. "


Wajah Boby tampak berbinar. " Aku janji. Aku sudah lega hanya dengan tahu dimana dan dengan siapa dia tinggal sekarang. "


" Mamamu yang membawanya. "


" Mama? Mamaku? Di Jakarta? "


" Aku tidak tahu Novia di bawa kemana. Tapi yang pasti, mamamu yang membawanya. "


Hati Boby terasa plong. Beban yang berbulan-bulan di hatinya seakan-akan menghilang. Walaupun tidak bisa bertemu, paling tidak dua tahu keberadaan istrinya. Dan dia yakin, Novia pasti akan baik-baik saja jika bersama mamanya.


Boby berpamitan pergi ke Candra.


" Terimakasih banyak, Candra. Maaf kalau aku sempat berprasangka buruk terhadapmu. "


" It's oke. Yang penting, jika Novia bersedia kembali bersamamu, jangan pernah menyia-nyiakannya lagi. Jangan pernah menduakannya lagi. Kalau sampai itu terjadi, maka aku akan benar-benar mengambilnya. Dan jangan harap aku berbaik hati lagi. "


Boby mengangguk sambil tersenyum. " Sekali lagi terimakasih. Aku berjanji, aku akan selalu menjaga Novia dengan baik. Aku pergi dulu. "


Boby berlalu dan meninggalkan cafe Alisy.


****

__ADS_1


bersambung


__ADS_2