Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
11. Menunggu pesanmu


__ADS_3

Ah, kenapa juga gue harus mikirin cewek itu. batin Boby. Dia berusaha untuk membuang segala macam pertanyaan yang ada di pikirannya. Kembali melihat laptop yang berisi design- design bangunan.


" Bro, Lo yakin, nggak mencoba dulu sama Bu guru itu? Daripada Lo dijodohin sama nyokap lo..." ulas Andre kembali.


" Ngomong apaan sih Lo !"


" Secara kalau seperti yang di bilang pak Ahmad kan do'i masih single.. jomblo lagi... kesempatan kan? Lagian dia juga cantik, manis... senyumannya bikin adem." terang Andre sambil membayangkan senyuman Novia.


" Mending diem deh elo."


Bukannya diam, Andre malah semakin memperpanas suasana. " Kalau gue belum ngelamar si Shinta, gue pasti ngelamar si Novia. Pasti asyik, punya istri kayak dia. Pinter, mandiri...Gu..."


" Lo ngomong lagi, mending Lo balik sono ke Jakarta." putus Boby sebelum Andre menyelesaikan kalimatnya.


" Ya elah bro....Gue kasih saran nih.. daripada lo nungguin yang ga jelas, mending Lo deketin tuh si Novia. Dia nggak kalah cantik sama Karell. "


Yang diajak bicara hanya diam. Akhirnya Andre pun ikut diam.


Mulut Boby diam, tapi tidak dengan hati dan pikirannya. Dia jadi memikirkan omongan si Andre. Dan hal itu membuat dia tidak konsen dengan pekerjaannya.


Akhirnya Boby beranjak dari duduknya menuju kamar tidurnya.


" Nah, Lo...Mau kemana? Kerjaan belum kelar ini. Masak Lo mau tidur..." protes Andre


" Ngantuk gue!" jawab Boby sekenanya.


Didalam kamar, Boby segera meraih handphone yang ada di atas nakas. Memencet sana sini, mencari nomer seseorang. Setelah nomer tersebut ketemu, dia langsung mengetik sesuatu.


Dan...tug... pesan terkirim.


Satu menit...dua menit...tiga menit... setengah jam...satu jam... Boby menunggu balasan dari seseorang. Dan ternyata setelah satu jam berlalu, tidak ada balasan sama sekali. Bahkan, pesannya saja tidak di buka. Akhirnya karena lelah, Boby tertidur dengan hp masih di tangan.


••••


Pagi hari menjelang. Bangun dari tidurnya, Boby langsung mencari handphone nya. Setelah di temukan, dia mulai mencari sesuatu. Senyum tipis mengembang dari bibirnya. Ternyata pesannya telah di balas. Dengan buru-buru, di bukanya balasan itu.


Seketika, senyum yang tadi mengembang, kini pudar dan hanya helaan nafas kasar yang tersisa.


Flash back on


Fajar menyingsing. Pagi hari yang cerah. Setelah menunaikan sholat subuh, Novia berjalan ke ranjang. Mengambil handphone nya.


Banyak banget chatnya. gumam Novia. Diapun membuka chat satu demi satu. Dia sangat berharap, Candra mengirim chat lagi. Ternyata zonk.

__ADS_1


Chat yang mampir kebanyakan dari grup pemuda kampungnya. Mereka membahas kegiatan tahunan yang akan diadakan bulan depan. Novia hanya menyimak.


Kemudian dia membuka chat yang lain. Chat dari Boby. Dan sudah sejak semalam rupanya chat itu datang.


** Assalamualaikum, Novia. Maaf nih, malam- malam mengganggu. Cuman mau ngingetin, besok pembangunan di mulai. Kamu, mau ikutan ke lokasi apa nggak?


Begitulah isi pesan dari Boby. Segera saja Novia mengetik untuk membalas.


** Waalaikum salam. Maaf mas Boby, kalau hari ini Novia nggak bisa. hari ini di sekolah masih ada tes. Jadi aku jadi pengawas. balas Novia.


Flash back off


Ternyata hal itulah yang membuat Boby jadi bad mood.


Ah, kenapa gue jadi kayak gini. Kenapa juga gue harus kesal. batin Boby.


Dia segera beranjak berjalan ke kamar mandi. Terdengar bunyi gemericik air dari shower. Berkali-kali Boby mengusap-usap wajahnya kasar. Bayangan Novia berkeliaran di pikirannya.


Segera dia menyudahi acara mandinya. Bergegas mengganti baju untuk bekerja. Setelah memakai baju, menyisir rambut, dan memakai parfum, dia segera berangkat ke kantor.


Sampai di kantor, Andre sudah nampak duduk di ruangannya yang berada di depan ruangan Boby.


" Ndre, entar jangan lupa, ke lokasi proyek sekolah. Lo ntar kesana tanpa gue. "


" Berarti ini luar biasa. Gue mau nyelesaiin kerjaan gue yang semalem." jawab Boby sambil berjalan menuju ruangannya.


Entah mengapa, setelah membaca balasan pesan dari Novia, dia jadi malas untuk ke lokasi proyek.


Kemudian Boby mulai berkutat dengan pekerjaannya. Sesekali dia berdiri, melihat keluar lewat jendela untuk meregangkan otot pinggangnya.


Haripun berlalu. Tak terasa hari sudah siang. Boby melirik sekilas jam di dinding. Sudah waktunya makan siang. Ketika akan beranjak keluar ruangan, hpnya berbunyi.


Tug.. satu pesan diterima. Boby mengurungkan niatnya untuk ke kantin. Dia mengambil handphone dari dalam saku celana. Kemudian mengusap layarnya. Terlihat pesan dari seseorang. Boby mengernyitkan dahinya.


Tak lama, dia membuka pesan tersebut.


**Assalamualaikum, sibuk mas? isi pesan dari seseorang tadi.


** Waalaikum salam. Nggak kok Nov. Kenapa?


Boby menghenyakkan pantatnya ke sofa.


** Insyaallah kalau besok Sabtu, aku bisa ke lokasi. Kalau Sabtu besok mas Boby sibuk, biar aku ke lokasi sendiri nggak pa-pa.

__ADS_1


Seulas senyum terukir di bibir Boby.


** Nggak sibuk kok Nov. Besok Sabtu aku temani. Lagian nggak baik perempuan ke proyek sendirian. Di sana kan pekerjanya laki-laki semua.


** *Kalau di temani mas bobypun apa nggak sama aja ya? Mas Boby kan juga cowok..😄😄🤭


** Ya beda lah. Kalau sama aku kan kamu udah kenal. Kalau pekerja yang di proyek kan nggak. Jadi aku bisa jagain kamu.


** Iya deh iya😊


** Kamu lagi nggak ngawasin?


** Lagi jam istirahat.


** Oh,, udah lunch?


** Ini baru nunggu pesenan baru di buatin Bu kantin. Mas Boby udah lunch juga?


** Belum sih. Tadi pekerjaan banyak banget. nanggung.


** Jangan lupa makan dulu, mas. Makan itu penting loh..Kalau telat makan bisa sakit. Kalau udah sakit, kan jadi nggak bisa kerja.


** Iya, iya Bu guru...😊😊. Ini juga mau ke kantin.


** Oke deh kalau gitu, Selamat makan mas... Assalamualaikum.


** Iya , kamu juga. Waalaikum salam*.


Chat pun mereka akhiri. Senyum Boby tidak pernah lepas dari bibirnya selama chatting dengan Novia. Seneng juga ada yang merhatiin. Batin Boby masih sambil tersenyum tipis.


Boby memasukkan kembali handphone nya ke saku celana. Dia kemudian berjalan menuju kantin.


Makan siang dengan lahap dan bersemangat. Seperti habis minum vitamin. Itulah Boby. Yang sedari tadi wajahnya selalu berseri-seri.


* Apa yang di katakan Andre itu benar ya? Apa benar tidak ada salahnya kalau gue dekatin Novia? Kelihatannya apa yang di katakan Andre itu benar. Novia cantik, baik, perhatian, mandiri. Tapi masak iya, gue suka sama dia?


Ato jangan-jangan ini hanya karena desakan mama yang bilang kalau gue harus secepatnya bawa calon istri ke rumah??


Ahhhhh... entahlah.... bingung... bingung gueeee*.... jerit hati Boby.


*****


**bersambung dulu ya guys...

__ADS_1


insyaallah, tiap hari aku up ... kecuali ada kepentingan mendadak...🙏🙏🙏**


__ADS_2