Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
120. Seratus dua puluh


__ADS_3

Boby mengikuti Candra dari belakang ketika Candra meninggalkan rumah Novia bersama Athar. Dia mengikuti Candra sampai di cafe. Sementara dia hanya memperhatikan interaksi Candra dengan anaknya. Dia sudah seperti seorang spy.


Dalam pengamatan Boby, terlihat kalau Candra sangat menyayangi Athar. Dia merasa akan bisa melepaskan Novia juga Athar ke tangan Candra dengan rasa yakin.


Setelah beberapa waktu, Boby memutuskan untuk keluar dari mobil dan masuk ke cafe Candra.


" Ada yang bisa kami bantu pak? " tanya salah seorang pelayan karena melihat Boby yang tidak langsung menuju tempat duduk yang telah di siapkan.


" Saya mau bertemu dengan pemilik cafe ini. Candra Mahendra. "


" Sudah buat janji? "


" Belum. "


" Kalau begitu, tunggu sebentar bapak. Biar kami memberitahu pak Candra terlebih dahulu. "


Boby mengangguk.


" Maaf, dengan bapak siapa ya? Kalau nanti bos kami bertanya."


" Boby. "


" Baik pak. "


Pelayan pergi meninggalkan Boby yang duduk di kursi pelanggan. Boby mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Tak lama kemudian, pelayan tadi kembali dan mempersilahkan Boby masuk ke ruangan Candra.


" Masuk, mas Boby. "


" Iya, terimakasih. "


Boby mendekati stroller dan menga, Athar dari atas stroller. Boby membawanya ke sofa di ruangan itu dan memangkunya. Athar tampak bahagia dalam pangkuan Boby.


" Maaf, kalau saya lancang membawa Athar tanpa ijin darimu."


" Tak apa. Athar terlihat nyaman sama kamu. Begitu juga Novia. "


" Maksudnya? "


" Iya. Sepertinya Novia bahagia sama kamu. "

__ADS_1


" Anda bilang apa? Kebahagiaan Novia tentu ada pada suaminya. Yaitu anda. Bagaimana bisa ada pada saya. "


Boby tersenyum miris. " Kalau memang Novia bahagia sama saya, tentunya dia tidak akan meminta saya untuk tidak dekat-dekat dengannya."


" Mas Boby tidak usah berpikiran macam-macam. Novia hanya sedang butuh waktu untuk memikirkan semuanya. Tidak mudah lho, memaafkan dan melupakan perselingkuhan suami. "


" Iya. Saya tahu itu. Inilah penyesalan terbesar selama hidup saya. Makanya, kalau memang Novia bahagia jika denganmu, aku akan melepasnya. "


" Jangan pernah berpikir untuk melepasnya. Saya yakin Novia juga tidak menyukainya. Novia masih sangat mencintaimu. "


" Apa mungkin seperti itu? "


" Percayalah. Novia hanya mencintai anda. Dan saat ini pun dia masih sangat mencintai anda. Kalau boleh jujur, sebenarnya saya sudah beberapa kali semenjak Athar belum lahir dulu mengajaknya kembali bersama. Tapi dia selalu menolak. Di matanya, masih sangat jelas terlihat kalau dia masih sangat mencintai anda. Dan meskipun saya masih mencintai Novia, saya tidak akan memisahkan suami istri yang masih saling mencintai. Saya juga tidak akan tega memisahkan anak selucu Athar ini dengan ayah kandungnya. " ucap Candra panjang lebar.


Boby menghela nafas panjang. Apa benar yang di katakan oleh Candra? Benarkah Novia masih mencintainya? Apakah Novia masih mau menerimanya kembali? Berbagai pertanyaan bermunculan di benak Boby.


" Terimakasih banyak, Candra. "


" Bersabarlah. Insyaallah kebahagiaan akan segera menyelimuti keluarga kalian. "


" Amin. " ucap Boby.


••••


Sebenarnya Novia juga tahu jika setiap hari Boby selalu berada di depan rumahnya. Ada rasa bersalah dalam hati kecilnya membiarkan suaminya seperti itu.


Malam itu Novia kembali berpikir dengan keras mencoba mencari apa yang hatinya inginkan. Mencari jawaban atas kebingungannya selama ini. Saat tiba tengah malam, Novia terbangun dari tidurnya. Dia melakukan sholat tahajjud juga sholat istiqaroh seperti malam-malam sebelumnya. Dia sangat berharga Tuhan memberikan petunjuk malam ini.


Hari berganti. Seperti biasa Novia bangun pagi sekali untuk mengajak baby Athar jalan-jalan pagi. Kebiasaan baru Athar ketika berada di rumah neneknya. Kalau pagi tidak diajak jalan-jalan, maka dia akan rewel.


Di sepanjang jalan, banyak ibu-ibu tetangga yang menggoda baby Athar.


" Ya ampun Novia.. Anak kamu lucu banget. Ganteng lagi. " ucap salah satu ibu-ibu.


" Iya lah ganteng. Orang bapaknya juga ganteng banget. " ujar ibu-ibu yang lain.


Begitulah kira-kira kehebohan ibu-ibu yang melihat baby Athar.


Sepulangnya dari jalan-jalan, Novia memandikan Athar. Betapa senangnya Athar ketika dia di mandikan. Setelah mandi, berganti baju, dan menyusu, giliran Bu Arum yang mengajak Athar jalan-jalan. Entah itu ke rumah kerabat, ataupun ke rumah sahabat Bu Arum.

__ADS_1


Tinggallah Novia sendirian di rumah. Pak Samsul sudah pergi ke kebun seperti biasa.


Novia mengambil ponselnya yang ada di atas meja rias. Dia menscroll mencari nama suaminya.


** Mas, nanti sore habis kerja, datanglah ke rumah. Isi pesan Novia untuk suaminya.


Tak lama kemudian, ponsel Novia berbunyi.


** Apa kamu sudah membuat keputusan? tanya Boby.


** Insyaallah.


** Aku ke rumah ibu sekarang ya.


** Tidak usah. Nanti sore aja habis kamu pulang kerja. Kamu kerja aja dulu.


** Baiklah


Setelah itu tidak ada jawaban lagi dari Novia.


Di kantor, Boby nampak harap-harap cemas. Dia tidak bisa berkonsentrasi dalam pekerjaan.


Meeting pun tidak berjalan sesuai rencana. Awalnya, meeting akan di pimpin oleh Boby langsung, kini Andre lah yang memimpin. Boby hanya sebagai pendengar. Itupun bukan pendengar yang baik. Karena dia lebih banyak melamun.


" Lo kenapa sih bro? Dari tadi gue perhatiin Lo nggak konsen sama sekali. Sepertinya raga Lo di sini, tapi pikiran Lo melayang entah kemana. "


" Gue ..gue gugup. Ntar sore Novia mau kasih gue keputusan. Gue takut keputusannya adalah keputusan yang paling gue takuti. "


" Jadi, Novia udah menghubungi? "


" Hm. " jawab Boby singkat sambil menundukkan kepalanya.


" Lo yang positif thinking ajalah. Gue yakin Novia pasti kembali sama lo. "


" Semoga. " jawab Boby sambil mengusap wajahnya kemudian tengkuknya.


****


bersambung

__ADS_1


Enaknya Novia kasih jawaban apa ya kak? Baikan, apa pisahan?????


Jangan lupa like dan vote buat Boby sama Novia biar bisa baikan ...


__ADS_2