Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
86. Maaf Boby


__ADS_3

Hari terus berganti. Sudah lima hari semenjak kepergian Novia, Boby baru pulang dari Surabaya. Setibanya di rumah, dia merasa aneh. Rumah terasa sepi. Dia berjalan masuk ke kamarnya menaruh koper yang di bawanya. Kemudian dia kembali keluar.


" Bi...bi Susi... " panggil Boby.


Bi Susi masuk ke rumah utama. Kemudian menghampiri Boby.


" Eh, mas Boby sudah pulang. Maaf mas, bibi nggak tahu. "


" Iya nggak pa-pa bi. Bi, bisa minta tolong buatin jahe hangat bi. Badanku rasanya capek semua. "


" Iya mas. Sebentar, bibi buatin. "


Kemudian bibi berlalu ke dapur. Boby berjalan ke ruang tengah. Sepi, seperti tidak ada yang menginjakkan kakinya di sana. Kemudian kembali ke dapur, duduk di kursi makan. Dia mengedarkan pandangannya. Terakhir, pandangan matanya tertuju ke kamar Novia. Kamar itu nampak tertutup rapat.


Apa dia tidak tahu kalau aku pulang? Kenapa dia tidak keluar kamar? Tanya Boby dalam hati. Boby sibuk dengan pikirannya sendiri ketika bi Susi datang dengan membawa segelas jahe hangat.


Bi Susi melihat arah pandang Boby. Sebenarnya apa yang di pikirkan majikannya itu. Apa mungkin majikannya itu merindukan istrinya? Dia hanya geleng-geleng kepala.


" Ini mas jahenya. "


Boby sedikit terkejut. " Iya bi makasih. " Boby menyeruput jahenya.


" Apa ada yang terjadi selama aku pergi bi? " tanya Boby.


" Tidak ada mas. " ucap bibi bohong.


Bibi tidak akan mengatakan ke Boby kalau Novia sudah tidak di rumah itu sekarang. Karena Boby masih capek setelah bepergian. Dia akan menunggu waktu yang tepat.


" Bibi ke belakang lagi ya mas. Kalau butuh apa-apa, panggil bibi lagi. "


Boby mengangguk sambil meminum wedang jahenya. Sebenarnya hati Boby sangat merindukan Novia. Dia sangat ingin melihat wajah istrinya yang cantik itu.


Boby bangkit dari duduknya, berjalan ke arah kamar Novia. Sampai di depan pintu, dia berhenti. Dia ragu untuk membuka pintu itu. Apakah istrinya masih marah dengan kejadian yang waktu itu? Makanya dia tidak keluar ketika Boby pulang.


Akhirnya dia kembali ke tempat duduknya tadi. Dia mengurungkan niatnya untuk melihat istrinya. Di habiskannya wedang jahe tadi, kemudian pergi ke kamar dan istirahat.


••••


Sudah hampir satu minggu Boby di rumah. Dan selama itu pula, dia tidak pernah bertemu Novia di rumah. Selama itu pula dia juga tidak bertemu dengan Karell. Bahkan kabarnya saja dia tidak mendapatkan.


Boby memutuskan untuk menghubungi Karell terlebih dahulu. Dia khawatir jangan-jangan Karell sakit. Karena tidak pernah Karell menghilang tanpa kabar kecuali ketika dia sengaja meninggalkan Boby dulu.


Boby menelepon Karell berkali-kali tapi tidak di angkat. Bahkan pesanpun tidak di baca. Akhirnya Boby pergi ke rumah Karell.

__ADS_1


Tok...tok...tok...bunyi pintu di ketuk.


" Eh, mas Boby. " sapa pembantu di rumah Karell.


" Karell ada bi? " tanya Boby


" Ada mas. Silahkan masuk mas. Bibi panggilkan non Karell sebentar. "


Boby masuk ke dalam rumah. Bibi pergi memanggil Karell. Tak berselang lama, Karell tiba di ruang tamu.


" Boby..."


" Hai, Rell. "


Karell duduk di sofa panjang depan Boby duduk.


" Kamu sehat kan? "


Karell mengangguk tanpa melihat ke arah Boby.


" Kenapa tidak mengangkat teleponku? "


" Nggak pa-pa. " jawab Karell singkat.


" Apa aku berbuat salah sama kamu? "


" Kamu mau tanya apa? Aku akan menjawab dengan sejujur mungkin. "


Karell mengambil nafas dalam-dalam sebelum berbicara kembali dengan Boby.


" Apa benar Novia itu sepupu kamu? "


Deg. Boby terkejut dengan pertanyaan Karell. Dia menjadi salah tingkah.


" I-iya. Dia sepupuku. " jawab Boby gelagapan.


" Benarkah? Apa dia sedang hamil? "


Boby spontan melihat ke arah Karell. Dia dikejutkan kembali dengan pertanyaan Karell.


" Siapa yang bilang? "


" Aku tidak buta. Aku lihat sendiri kalau dia hamil waktu di rumahmu. Di mana suaminya? Kenapa dia tinggal sama kamu? "

__ADS_1


Boby menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya kasar.


" Sebenarnya apa yang ingin kamu ketahui? Kenapa pertanyaannmu seperti menginterogasiku? "


" Aku sudah bilang di awal, supaya kamu jujur, supaya akupun bisa jujur sama kamu. Sekali lagi aku tanya. Siapa sebenarnya Novia itu? "


Boby terdiam tak menjawab dan tertunduk.


" Dia istrimu kan? Dan dia juga sedang mengandung anakmu? "


Dua kali lipat rasa kaget yang di rasakan Boby. Dari mana Karell bisa tahu kalau dia telah beristri.


" Kenapa kamu nggak jujur dari awal. Seandainya aku tahu kalau kamu sudah menikah dan istrimu sedang hamil, aku tidak akan masuk ke dalam rumah tangga kalian. Kini aku merasa menjadi orang yang paling jahat. "


Karell mengambil nafas sebelum melanjutkan kata-katanya. Boby hanya bisa diam mendengarkan kata-kata Karell.


" Aku akan jujur sama kamu sekarang. Seharusnya aku menceritakan ini nanti setelah aku benar-benar memiliki kamu. Tapi sepertinya itu tidak mungkin. Sebenarnya aku...aku pernah berada dalam posisi istrimu. " Karell menghentikan ceritanya.


" Maksud kamu? "


" Kondisi istrimu sedang tidak baik. Sama seperti kondisiku waktu itu. Aku... sebenarnya aku juga pernah hamil. "


" Apa? " Boby kembali terkejut.


" Maafkan aku Bob kalau kamu merasa aku menipumu. Kamu tahu kehidupan di luar seperti apa. Apalagi kerjaanku menjadi model, banyak bertemu berbagai macam lelaki. Di sana ...aku terjerat oleh cinta teman sesama model. Aku termakan rayuannya sehingga aku memberikan kegadisanku kepadanya. " Karell mulai menitikkan air matanya.


Boby hanya bisa terdiam tanpa tahu harus bagaimana mengekspresikan perasaannya saat ini.


" Karena hubungan itu, aku hamil. Tapi setelah tahu aku hamil, laki-laki itu meninggalkan aku. Dia menikah dengan perempuan lain. Karena stres berat, akhirnya aku kehilangan bayi yang saat itu masih ada dalam kandunganku. Aku begitu terpuruk pasca kejadian itu. Kehilangan seorang anak sangat menyakitkan, Boby. "


" Jadi...kamu benar-benar mengkhianatiku? Bukan hanya meninggalkan aku? " tanya Boby dengan nada sinis.


" Maafkan aku Boby. Sekarang terserah kamu kalau kamu mau membenciku. Karena aku memang pantas untuk di benci. Tidak masalah buatku. " Karell menyeka air matanya.


" Aku hanya mohon sama kamu, kembalilah kepada istri dan anakmu. Jangan sampai kamu kehilangan mereka. Kamu akan benar-benar menyesal jika sampai terjadi sesuatu terhadap calon anak kamu. "


" Memang ada apa dengan calon anakku? "


" Aku sudah mengatakannya. Kondisi istrimu sama seperti kondisiku saat itu. Kamu pasti tidak tahu kalau istrimu sempat di rawat di rumah sakit dua kali karena tekanan batin yang hebat. Hal itu membuat kandungannya terganggu. Jangan sampai kamu kehilangan anakmu karena kesalahan kamu. "


" Apa? " Boby kembali dikagetkan dengan perkataan Karell.


Dia benar-benar tidak tahu jika istrinya pernah di rawat di rumah sakit. Hatinya seakan mencelos dari tempatnya. Dia bangkit dari duduknya dan keluar dari rumah Karell begitu saja. Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah Novia dan calon anaknya.

__ADS_1


****


bersambung


__ADS_2