Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
8. Gosip


__ADS_3

" Maaf, pak Boby.. harus menunggu saya lama. Biasa pak, anak-anak kalau dikasih tugas pada agak ribet" ucap Novia sambil mengulas senyum.


" Nggak pa-pa kali Bu..saya juga baru selesai bicara sama pak Ahmad. Tadi niatnya saya mau ajak beliau sekalian, tapi beliau bilang masih banyak kerjaan. Beliau juga bilang, sudah mempercayakan semuanya ke ibu." jelas Boby.


Kemudian mereka berjalan beriringan menuju keluar gerbang sekolah. Tampak para siswa pada heboh memperhatikan mereka. Para siswi tentunya heboh melihat ada cowok ganteng di sekolahnya.


" wiiihhhh,,,, ganteng banget cowok itu..." ucap salah satu siswi


" Iya ih...om....mau dong jadi ceweknya...!!! "celetuk siswi yang lain.


" Eh, eh,,,om om ganteng itu jalan sama Bu Novia!" teriak salah seorang siswa.


" Itu kan cowok yang kita lihat beberapa minggu yang lalu... yang juga jalan sama Bu Novia." jawab temannya.


" Iya, bener banget...jadi, Bu Novia tadi ijin dari kelas, karena mau jalan sama om-om itu dong..."


Seketika saja, seseorang bergegas keluar dari kelas ketika mendengar temannya membicarakan Novia. Siapa lagi kalau bukan Dennis. Dia jadi penasaran, apa benar Novia sedang jalan dengan laki-laki.


Sampai di pagar depan kelasnya, dia langsung melihat sekeliling, mencari orang-orang yang tengah di perbincangkan teman-temannya. Dan dorrr seperti ditembak pas dihatinya. Ternyata benar apa yang teman-temannya bilang. Ibu guru pujaan hatinya tengah jalan dengan sesosok laki-laki dewasa yang gagah dan ganteng tentunya.


Dennis mencengkeram pagar yang ada di depannya sampai tangannya memerah saking kencangnya. Dan tidak hanya tangan saja yang memerah, tapi juga wajahnya. Marah dan kecewa tentu saja.


" Ternyata Bu guruku yang cantik udah punya gandengan. Patah hati deh akunya..." celetuk salah satu siswa lagi.


Novia menghentikan langkahnya sebentar. Diikuti Boby juga berhenti.


" Eh, kalian!! Kenapa pada di luar? Belum waktunya istirahat ini. Ayo, masuk kelas semua. Selesaikan tugas kalian.! " teriak Novia ke murid-muridnya yang malah pada heboh di luar kelas.


Seketika para siswa yang ada di luar pada berlarian masuk kembali ke kelas. Yah, walaupun cantik dan mempunyai senyum yang mempesona, tapi kalau sudah marah, Novia termasuk guru yang menakutkan bagi siswa siswinya.


Melihat kelakuan murid-muridnya, Novia hanya geleng-geleng kepala. Kemudian melanjutkan langkahnya kembali.


" Bu Novia kalau marah menakutkan juga ya. " ucap Boby


" Hem? Masak sih pak?" tanya Novia


" Itu,, buktinya... murid-murid ibu langsung pada heboh masuk kelas habis di teriakin ibu. "


" Kekencangan ya pak tadi saya teriaknya??" tanya Novia tidak enak hati karena habis teriak- teriak sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan cengiran khasnya.


" Nggak sih Bu.. Dimana-mana yang namanya teriak ya pasti kenceng lah." sahut Boby sambil tertawa.


Ternyata Novia ini lucu juga. batin Boby.


Merekapun sampai didepan gerbang. Pas mereka berjalan menuju mobil Boby yang terparkir di depan gerbang, sebuah sepeda motor keluar dari dalam sekolah. Novia sepertinya mengenali pemilik motor tersebut.


" Maaf sebentar ya pak. Itu kelihatannya murid saya. Jam segini kok sudah mau pulang. Saya mau tanya dia dulu. " tanya Novia meminta ijin Boby sambil menunjuk ke arah muridnya. Bobypun mengiyakan dengan gerakan tangannya.


Novia melangkah mendekati motor yang ada di depan pos penjaga.


" Dennis, mau kemana?"


" Eh ibu, mau pulang Bu. " jawab Dennis tanpa melihat ke arah Novia.


" Kok pulang? Baru jam berapa ini? Kamu sakit?"

__ADS_1


" Iya bu." jawab Dennis singkat. sakit hati karena ibu jalan sama laki-laki lain.batin Dennis


" Tadi di kelas kamu kelihatannya sehat-sehat aja."


" Iya Bu, tadi..tapi tiba-tiba kepalanya saya pusing."


" Ooh, udah ijin guru piket?"


" Sudah. Saya duluan bu. Kepala saya jadi tambah pusing tiba-tiba. " jawab Dennis sambil menstater motornya.


" Kamu hati-hati di jalan" yang diingatkan hanya mengangguk.


kemudian Dennis menjalankan motornya. Sampai di dekat tempat Boby berdiri, Dennis sempat menatap tajam Boby. Boby hanya tersenyum. Dia bisa melihat aura kecemburuan dalam tatapan itu.


" Maaf pak, jadi harus nunggu lagi."


Yang diajak bicara hanya tersenyum sambil membuka pintu mobil.


" Nggak pa-pa. Saya ngerti kok..Itu kan emang tugasnya ibu untuk memperhatikan setiap siswanya. Itu tadi, muridnya kenapa Bu?" jawab Boby setelah duduk di kursi kemudi. Dan mulai menjalankan mobilnya.


" Katanya sih sakit. Tapi tadi pas saya ngajar di kelasnya, dia terlihat baik- baik aja. Agak aneh sih pak."


Boby tersenyum. Ini ibu guru yang satu ini apa saking kelewat polos ato gimana. Gue aja yang menatap matanya sekilas aja, melihat kalau murid tadi suka sama Novia. Karena melihat Novia jalan bareng gue, dia pastinya cemburu. pikir Boby.


Tak butuh waktu lama, mereka sampai di restoran. Merekapun turun dari mobil dan masuk ke restoran.


" Selamat siang! Eh, Bu Novia...Mari silahkan masuk. Untuk berapa orang Bu? " tanya pelayan restoran yang kelihatannya sudah cukup hafal dengan Novia.


" Dua orang saja."


" Oke, silahkan" ucap si pelayan sambil berjalan mengantar Novia dan Boby menuju tempat duduk.


" Mau langsung pesan makan sekarang, apa kita bahas pekerjaan dulu, baru setelah itu kita pesan makan , pak? " tanya Novia


" Gimana kalau kita ngobrol aja dulu, baru setelah itu makan. "


" Oke. Mmm, mbak kita pesan makannya nanti aja. Sementara, kita pesan minum aja dulu. Pak boby, mau pesan minum apa?"


" Saya mau avocado float aja."


" Berarti avocado float satu, sama juice jambu satu, tapi nggak pakai es ya."


" Iya Bu, seperti biasa. "jawab mbak-mbak pelayan tadi kemudian meninggalkan mereka berdua.


Kemudian Boby dan Novia memulai pembicaraan mereka seputar proyek sekolah. Panjang lebar mereka berbicara, sambil ditemani avocado float dan juice jambu yang telah disajikan oleh pelayan. Banyak hal baru yang di dapat Novia hari ini. Tentang pembangunan, dan lain-lain. Begitu juga dengan Boby. Boby malah banyak belajar dari Novia cara mengelola keuangan.


" Kalau begitu, besok saya transfer uang untuk kegiatan yang pertama ini ya?"


" Begitu juga bagus. Bagaimana kalau sekarang kita pesan makan? Kelihatannya sudah masuk waktu makan siang ini." ucap Boby sambil melihat jam tangannya.


" Iya boleh. Mbak...." panggil Novia ke pelayan. Tidak berselang lama, pelayan datang menghampiri.


" Bu Novia mau pesan apa ini?" tanya Boby sambil membolak-balik buku menu.


" Emmm, saya mau chapcay goreng aja. Sama tambah lemon tea. Adem ya mbak, tapi .."

__ADS_1


" Tidak pakai es." sahut si pelayan. Dan terdengarlah tawa dari Novia dan mbaknya. Rupanya pelayan di restoran itu sudah hafal menu Novia.


" Kalau saya mau chapcay juga. Tambah nasi putih. Bu Novia ndak pakai nasi? Lagi diet ya."


" Ndak pak. Makan chapcay aja nanti pasti udah kenyang banget. "


Setelah menerima pesanan, mbak pelayan segera meninggalkan mereka.


" Saya kok rasanya kurang nyaman ya, kalau harus bicara dengan bahasa baku. Gimana kalau kita ngobrolnya pakai bahasa biasa aja. Pakai aku, kamu, Kayaknya lebih enak di dengar. " usul Boby


" Emmm .. kalau aku sih nggak masalah. Malah bisa lebih akrab ya."


" Oke, deal." jawab Boby sambil mengacungkan jempolnya.


" Kalau gitu, aku minta, jangan panggil aku Bu Novia lagi. Panggil nama aja. Kurang nyaman kalau dipanggil Bu. Berasa udah tua." timpal Novia sambil nyengir kuda.


" Sama. Aku juga kurang nyaman kalau dipanggil pak. Berasa jadi bapak-bapak. Padahal, punya istri aja belum." Boby sengaja menekankan kata 'belum' pada kata-katanya. Entah apa yang di pikirannya.


" Ha...ha...ha..." mereka berdua tergelak bersama-sama.


" Kalau gitu, kamu panggil aku Novia aja. Jangan pakai Bu lagi. Karena aku juga belum ibu-ibu. Dan aku panggil kamu...." Novia terlihat berpikir sejenak.


" Mas! Ya, mas Boby aja, gimana? Kalau panggil nama aja kayaknya kurang sopan juga. Secara situ lebih tua dari aku. Ups!" Novia menutup bibirnya merasa telah salah bicara. " Sorry....aku..."


Belum selesai Novia meneruskan omongannya, Boby sudah memotong " It's oke. Aku suka di panggil mas. Walau baru kamu nich yang panggil aku mas Boby, tapi kedengarannya enak. Gimana gitu. " bobypun tersenyum.


Entah sudah berapa banyak dan berapa kali Boby menampilkan senyumannya di hadapan Novia. Padahal Boby terkenal dingin. Jarang senyum. Tapi dihadapan Novia, dia tidak hanya tersenyum, bahkan tertawa juga.


Obrolanpun terus berlanjut. Bahkan di sela-sela menikmati makan siang mereka.


" Kamu kalau mengajar galak ya?" tanya Boby


" Nggak juga. Biasa sih. "


" Pasti galak..kalau kamu nggak galak, nggak mungkin murid-murid kamu pada takut sama kamu. Secara kalau di lihat dari wajah kamu, mereka pasti malah pada seenaknya sendiri. "


" Emang wajah aku kenapa? Lucu ya?"


" Bukan! Cantik! Kalau kamu nggak galak, murid- murid kamu yang cowok pasti malah suka sama kamu. "


" Hemmm, muji apa ngeledek nih?" tanya Novia pura-pura sebal.


" Kok jadi marah gitu. Ya muji lah... Tapi aku saranin nih, sebaiknya kamu jangan terlalu galak sama muridmu. "


" Kenapa emang?"


" Kalau ada murid yang nggak terima kamu galaksi, bisa-bisa mereka dendam lho. Terus ngerjain kamu."


" Kalau nggak galak, nggak ada wibawanya jadi guru. Apalagi ngajar matematika. Bisa seenaknya sendiri muridnya."


" Jadi, kamu ngajar matematika? "


Yang ditanya mengangguk. " Kadang sama bahasa Inggris juga kalau pas ada guru bahasa Inggris berhalangan hadir. "


" Lah, kok bisa??" tanya Boby penasaran.

__ADS_1


****


bersambung


__ADS_2