Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
27. Kegundahan Hati


__ADS_3

Setelah diputuskannya tanggal pernikahan antara Boby dan Novia, kedua belah keluarga sibuk mempersiapkan. Orang tua Novia dibantu oleh keluarga besarnya mempersiapkan mulai dari sewa tenda, dekorasi, catering, rias pengantin dan masih banyak lagi. Di karenakan waktu yang sangat singkat, mereka benar- benar super sibuk.


Begitu juga dengan keluarga Boby. Mamanya turun tangan langsung dalam persiapan pernikahan anak tunggalnya. Bu Vera sudah merencanakan, setelah acara akad nikah di rumah Novia, selang dua hari, beliau akan membawa sepasang pengantin baru itu untuk ke Jakarta. Bu Vera akan mengadakan resepsi pernikahan di Jakarta.


Dari mulai gedung, dekorasi, catering, undangan, beliau turun tangan langsung. Beliau begitu bersemangat. Cincin yang mau dijadikan mas kawinpun beliau yang memesan. Boby benar-benar tidak diberi kesempatan mempersiapkan apapun. Alhasil, dia malah sibuk bekerja.


" Wah, calon pengantin, masih ngantor aja. " sapa Andre.


" Terus mau ngapain? Semua udah di ambil alih sama nyonya besar. " jawab Boby dengan masih berkutat dengan designnya. Karena menjelang pernikahan, sampai entah berapa hari ke depannya, dia tidak akan bisa ke kantor.


Sementara itu, di rumah maupun di sekolah, Novia uring-uringan sendiri. Sungguh dia tidak menyangka kalau sebentar lagi dia akan menikah dengan seorang pria yang sama sekali tidak ada dalam bayangan sebelumnya. Laki-laki yang tidak dia cintai.


Di rumah Novia memprotes ke ibunya.


" Bu, Novia kan udah bilang, pernikahannya di bikin sederhana aja . Nggak usah ngundang banyak orang. Cukup keluarga kita aja Bu. Sama temen kerja Nov. "


" Nggak bisa gitu nduk. Apa kata tetangga kita nanti. Kamu mau nikah dalam waktu dekat aja udah pada di omongin. Mereka bilang, kamu buru-buru nikah, karena hamil duluan. Nah, kalau seandainya kita ngadain nikahan kamu sederhana aja, mereka pasti pada bilang ' tuh, bener kan'...." tutur Bu Arum panjang lebar.


" Bu, terserah mereka mau ngomong apa dan gimana. Kemarin Novia nggak nikah-nikah, di bilang jadi perawan tua, sekarang udah mau nikah, di bilang hamil duluan. Kalau kita nurutin mulut tetangga, nggak ada habisnya Bu..." bantah Novia.


" Kamu ini kenapa to nduk? Mau nikah bukannya bahagia, tapi malah uring-uringan aja dari kemarin. "


" Nggak pa-pa Bu. Nov cuman capek... kerjaan banyak. Ya udah lah Bu, Nov ke kamar dulu. Pusing! " ucap Novia mengakiri pembicaraan dan beranjak masuk ke dalam kamar.


Sampai di kamar, sebuah pesan masuk di ponselnya.


** Mbak, beneran jadi nikah sama Boby? isi pesan tersebut.


** Hemm. Aku nggak punya pilihan lain, Ded.


** Gimana sama Candra? Kamu udah nemuin dia ?


** Udah.. hasilnya zonk 😭😭😭


** Pengecut berarti dia. Terus, kenapa kamu malah mutusin milih laki-laki yang belum lama kamu kenal? Kenapa nggak milih Toni aja?


** Justru itu masalahnya. Aku nggak mau menyakiti orang yang udah aku kenal baik.


** Maksudnya?


** Kamu tau kan aku cintanya ke siapa. Kalau aku maksa milih Toni, berarti aku ngorbanin perasaan dia. Dia harus menikah dengan perempuan yang tidak ada perasaan apapun ke dia. Iya kalau pada akhirnya aku bisa cinta sama dia. Kalau nggak? Bener nggak sih ?


** Terus sekarang kamu ngorbanin diri kamu sendiri? Kamu juga nggak cinta sama laki-laki itu. Tapi kamu bersedia jadi istrinya. Iya kalau dia serius dengan niatnya. Kalau nggak? Kalau cuma manfaatin kamu?


** Berarti kita berdua sama-sama saling memanfaatkan. Kalau memang pernikahan ini nggak berhasil, aku akan lari sejauh mungkin.

__ADS_1


** Kamu ini mbak, ada-ada aja.. Kalau kamu udah yakin dengan keputusanmu, aku hanya bisa berdoa. Semoga mbak Nov selalu bahagia.


** Amiiinn...Nah, gitu baru namanya adikku🤗🤗


••••


Di tempat lain, hati yang sama. Entah kenapa, semakin mendekati hari H, Boby jadi gundah gulana.


Dia berpikir dan terus berpikir. Apakah sudah benar dengan keputusannya untuk menikahi Novia. Apa benar dia bisa membahagiakan Novia seperti yang selalu diucapkannya selama ini ke Novia? Apakah dia mampu menjadi suami yang baik? Apa pada akhirnya nanti dia bisa benar-benar mencintai Novia?


Berbagai spekulasi pertanyaan mampir di pikirannya. Tiba-tiba bayangan sang mantan muncul. Bagaimana kalau Karell tiba-tiba kembali? Apa dia akan kembali kepada Karell? Atau dia akan tetap bertahan dengan Novia? Apa dia mampu menghilangkan Karell dari hatinya?


Ah, biasanya disaat- saat seperti ini, di saat dia sedang galau atau memikirkan Karell, dia akan menemui Novia. Dengan berada di dekat Novia, perasaannya akan membaik kembali.


Tapi karena hari pernikahan sudah semakin dekat, pihak keluarga Novia melarang mereka untuk bertemu. Pamali mereka bilang. Mereka harus di pingit. Tidak boleh keluar rumah juga.


Tapi Boby tidak hilang akal. Biarpun mereka di larang untuk saling ketemu, mestinya dia boleh kan kalau hanya sekedar video call?


Segera ia ambil ponsel yang ada di atas kasur. Dia mencari nama Novia , kemudian menghubunginya. Tapi teleponnya tidak diangkat. Kemudian Boby mengirim pesan.


** Udah tidur Nov?


Tak berselang lama, bunyi notifikasi pesan masuk terdengar. Buru-buru Boby membukanya.


** Kok teleponku tidak kamu angkat??????


** Dipingit mas. Kita nggak boleh ketemu sampai nanti udah sah.


** Kita kan nggak ketemu Nov. Cuman video call an aja.


** Sama aja. Mas lihat aku, dan aku lihat mas. Itu yang nggak boleh mas.


** Ck.! Ya udah telepon aja lah kalau gitu. Boleh kan?????


** Hm


Kemudian Boby menelepon Novia.


" Halo assalamualaikum. " sapa Novia


" Waalaikum salam. "


" Ada apa sih mas? Apa ada yang penting? Apa ada masalah di proyek? " Novia memberondong dengan banyak pertanyaan. Entah kenapa Novia malas berbicara dengan Boby.


" Nggak ada apa-apa. Cuman pengen ngobrol sama calon istri. "

__ADS_1


Benar saja. Setelah mendengar suara Novia dan ngobrol ringan dengan Novia, perasaan Boby jadi membaik. Pikiran yang tadinya kacau, sekarang sudah tidak lagi. Bobypun bisa tidur nyenyak.


••••


Sementara itu, di SMA Tunas tampak begitu heboh. Hari ini Novia mulai mengambil cuti karena pernikahannya tinggal dua hari lagi. Undangan pernikahan Novia pun telah sampai di tangan teman-teman kerjanya. Mereka turut merasa bahagia. Begitu juga dengan kepala sekolahnya.


Rupanya mereka memang berjodoh. ucap pak Ahmad dalam hati sambil melihat undangan yang ada di tangannya.


Berbeda dengan salah satu teman Novia. Dia nampak sedih. Siapa lagi kalau bukan Faisal. Berkali-kali dia menyatakan cinta tapi selalu di tolak. Tapi di lamar oleh lelaki yang bahkan belum genap tiga bulan di kenalnya, langsung mau. Ingin menangis rasanya.


Tidak hanya guru yang heboh mendengar berita Novia akan menikah. Para siswa juga heboh.


" Bu Novia mau nikah guys dua hari lagi. " ucap salah satu siswa.


" Beneran?" tanya siswa yang lain. Yang hanya di jawab dengan anggukan. " Wah, guru idola kita jadi milik orang lain dong..." lanjutnya lesu.


Rey sahabat Dennis juga mendengar berita tersebut. Buru-buru dia mencari Dennis.


" Den, kamu udah denger berita terbaru?" tanya Dennis ketika mereka bertemu.


" Berita apaan? "


" Kamu yang kuat ya. Bu Novia mau nikah. "


" Nggak usah becanda. "


" Beneran Den. Tadi ada yang nganterin undangan buat guru-guru di sini. Bahkan mulai hari ini Bu Novia udah cuti. "


Terlihat Dennis diam mencoba mencerna cerita Rey.


" Sama siapa?" akhirnya Dennis buka suara.


" Yang aku dengar sih sama kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan sekolah yang baru. Yang pernah kita lihat Bu Novia di jemput itu. "


Lemas. Bagaikan tak bertulang tubuh Dennis. Bagaikan di panah api hatinya. Tangannya menggenggam erat. Jantungnya serasa enggan berdetak.


Melihat kondisi Dennis, Rey memegangnya.


" Anterin aku pulang. " pinta Dennis.


****


bersambung


Sampai sini dulu ya kak... Author udah ngantuk bingitzz🤗

__ADS_1


__ADS_2