Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
43. Liburan 2


__ADS_3

Sebenarnya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke Telaga Sarangan jika dari Tawangmangu. Paling tidak sekitar 40 menit. Tapi karena pergi dengan banyak orang, maka touring Boby dan pegawainya sering berhenti. Alhasil, dari Tawangmangu tempat mereka melaksanakan sholat Dzuhur, ke Telaga Sarangan membutuhkan waktu hampir dua jam.


Tepat pukul setengah empat, mereka sampai di penginapan. Boby telah membooking beberapa vila yang saling berdekatan. Setelah sampai di penginapan, mereka membagi kamar dan segera masuk ke kamar masing-masing.


Begitu juga dengan Boby dan Novia. Mereka juga masuk ke kamar mereka. Sebenarnya tadi sempat terjadi drama karena Boby tidak memesan kamar yang berbeda untuknya. Mungkin modus dari Boby supaya bisa tidur satu kamar dengan Novia. Akhirnya dengan berbagai alasan, Novia mengikuti Boby masuk ke kamar mereka dengan wajah yang memberengut.


" Udah dong Nov. Jangan cemberut gitu. Kan nggak mungkin kita tidur terpisah, secara semua pegawaiku ada di sini."


Novia masih tetap diam. Dia mendudukkan dirinya di sofa kamar. Menaruh tas punggungnya sembarangan. Kemudian menggeliatkan tubuhnya karena capek. Kemudian dia memijit pinggang dan pundaknya pelan.


Boby mengikuti Novia duduk di sofa.


" Nov..." Boby menyentuh tangan Novia.


" Apaan sih mas?" Novia menepis tangan Boby.


" Kamu jangan diemin aku dong. "


" Aku nggak marah. Aku juga nggak diemin kamu. Aku cuma capek. "


" Ya udah sini, aku pijitin. Sebelah mana yang mau aku pijit?" Boby semakin mendekatkan dirinya ke Novia.


" Ni, punggung, pinggang, bahu, capek semua. Soalnya tadi ada yang di bonceng, malah tidur. Berat kan jadinya! "


Boby mengulas senyum canggung sambil mengusap tengkuknya.


" Sorry..habis tadi sumpah ngantuk banget. Sini, aku pijitin. "


Boby mengarahkan tangannya ke bahu Novia. Dia mulai memberikan pijatan ringan. Novia diam saja mencoba meresapi pijatan Boby.


" Ini mijit apa elus-elus?"


" Mijit lah. Entar kalau kenceng-kenceng, tambah sakit lagi. "


" Ah, udah ah mas. Nggak enak. Aku mau cuci muka aja. " Novia beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar mandi.


Setelah membersihkan muka, mencuci tangan dan kaki, Novia kembali ke kamar. Dia melongok kesana kemari tapi tak mendapati sang suami. Karena merasa tubuhnya begitu lelah dan mengantuk, Novia merebahkan tubuhnya tengkurap. Tak membutuhkan waktu lama, Novia tertidur.


•••

__ADS_1


Adzan Maghrib berkumandang. Setelah tadi Boby masuk ke kamar kembali dan mendapati istrinya sedang tertidur pulas, Boby langsung mandi dan bercengkrama sebentar dengan pegawainya.


Karena waktu sudah hampir malam, Boby masuk ke kamar kembali. Di pandangnya sang istri masih tertidur pulas. Pelan dia duduk di tepi ranjang di sebelah Novia tertidur.


" Nov, bangun. " ucap Boby sambil mengelus pipi kiri Novia. Tapi yang di bangunkan masih tetap tak bergeming.


Boby mendekatkan tubuhnya ke Novia kemudian berusaha membangunkan kembali.


" Novia, bangun... Udah magrib..."


Novia mulai menggerakkan tubuhnya.


" Jam berapa sekarang?" tanyanya dengan suara serak khas orang habis tidur dan tanpa membuka matanya.


" Udah jam enam. "


" Bentar lagi. Tanggung." jawab Novia sambil mengalihkan kepalanya menghadap kanan.


" Novia. Udah magrib. Emang kamu nggak sholat magrib dulu?" ucap Boby yang kini sambil mengelus punggung Novia.


" Nov, ayo bangun. Mandi. Terus sholat. "


" Ayo bangun. Aku udah nyari tukang pijat. Bentar lagi dia sampai. Kamu mandi, terus sholat. Aku tunggu. Kita sholat bareng. " Boby menarik tangan Novia supaya bangun.


Novia beranjak ke kamar mandi. Tapi sebentar kemudian dia kembali lagi.


" Loh, kok keluar lagi?"


" Lupa bawa baju. Oh iya, kopernya masih di luar ya?"


" Itu. Udah aku bawa masuk." Boby menunjukkan koper yang terletak di sudut ruangan.


Novia berjalan menuju ke sudut ruangan. Membuka koper, kemudian mengambil baju. Setelah mengambil baju, dia berjalan kembali ke kamar mandi.


Tak berselang lama, terdengar jeritan dari kamar mandi.


" Aaaa...."


" Kenapa Nov?"

__ADS_1


" Sumpah... airnya dingin banget... Nggak jadi mandi aja lah."


" Hey.. jangan jorok. Masak seharian kita di luar, kamu mau nggak mandi? Itu kan ada air hangatnya.."


" Mana? Orang airnya dingin semua gini."


Novia akhirnya tetap mandi menggunakan air dingin. Mandi super kilat versi Novia.


" Cepet banget?" tanya Boby ketika mendengar pintu kamar mandi terbuka.


" Dingin banget." Novia cepat-cepat naik ke atas kasur dan menyelimuti badannya dari leher sampai kaki.


" Jadi air hangatnya beneran mati?"


Novia mengangguk. Boby beranjak mengambil tas punggung Novia yang tergeletak di sofa. Membuka tas tersebut untuk mengambil mukena Novia.


" Ini mukenanya. Ayo kita sholat dulu. Keburu waktunya habis. "


Novia mengambil mukena dari tangan Boby dan memakainya. Mereka sholat magrib berjamaah.


Tok...tok...tok...pintu kamar Novia dan Boby di ketuk seseorang.


Boby membukakan pintu.


" Bos, tukang pijatnya udah datang. " ucap Remon.


" Oh iya. Suruh kesini."


" Nov, tukang pijatnya udah nyampe. Kamu siap-siap."


" Loh, kamu manggil tukang pijat? Kapan? Aku nggak terlalu capek juga kali mas. "


Sepertinya Novia tadi waktu di beritahu Boby kalau dia memanggil tukang pijat, tidak terlalu mendengar. Karena masih setengah sadar bangun dari tidurnya.


" Iya. Biar besok badan kamu enakan."


Tukang pijat masuk ke dalam kamar kemudian Boby meninggalkan mereka berdua. Novia di pijat sampai jatuh tertidur.


****

__ADS_1


bersambung


__ADS_2