Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
87. Dimana Istriku?


__ADS_3

Boby menjalankan mobilnya dengan kencang. Yang ada di inginkannya sekarang hanyalah secepatnya sampai di rumah, bertemu dengan istrinya dan bersimpuh meminta maaf kepada sang istri.


Yang ada di pikiran Boby saat ini hanyalah Novia dan Novia. Sampai di depan rumah Boby memarkirkan mobilnya sembarangan. Boby langsung keluar dari mobilnya dan berlari masuk ke dalam rumah.


Tujuan Boby saat itu adalah kamar Novia. Sampai di dalam rumah, Boby segera membuka pintu kamar Novia yang ternyata tidak terkunci.


" Sayang.... sayang..." panggil Boby. Pandangannya mengedar ke seluruh ruangan. Tapi yang di cari tidak muncul.


Boby membuka pintu kamar mandi beranggapan kalau Novia sedang di kamar mandi.


" Sayang..." ternyata istrinya juga tidak ada di kamar mandi.


Kemudian dia keluar dari kamar. Kini dia mencari Novia ke seluruh penjuru rumah.


" Sayang.... Sayang....Novia....Dimana kamu ? " panggil Boby berteriak sambil masih terus mencari.


Dia tetap tidak menemukan Novia. Kini pikiran Boby melayang kemana-mana. Dia curiga kalau Novia sudah tidak di rumah itu lagi. Boby kembali ke kamar Novia.


Sampai di kamar Novia, Boby membuka pintu almari dimana Novia biasanya menyimpan baju-bajunya. Almari itu kosong. Baju-baju Novia, tas, sampai pakaian dalamnya juga tidak ada semua.


" Sayang....kemana kamu...." teriak Boby.


Segala pikiran buruk berkecamuk. Dia terduduk di tepi ranjang Novia. Pikirannya kosong. Sampai akhirnya tangannya memegang sesuatu yang berada di ranjang Novia.


Boby menoleh ke tangannya. Itukan kemejanya. Kemeja yang pernah dia cari tapi tidak ketemu. Diambilnya kemeja itu. Masih kotor. Boby mencium bau keringatnya masih menempel di kemejanya.


' Ada apa ini ' gumam Boby.


Bibi yang baru pulang dari toko, mendapati pintu kamar Novia terbuka. Dia segera melihat, siapa yang telah membuka pintu itu. Seingatnya, pintu itu tadi tertutup ketika ia hendak pergi ke toko.


" Mas Boby..." panggil bibi ketika mendapati Boby berada di kamar itu sedang memegang sebuah kemeja.

__ADS_1


Bi Susi masuk ke dalam kamar menghampiri Boby.


" Mbak Novia yang meminta kemeja itu ke bibi. Mbak Novia bilang, dia tidak bisa tidur ketika malam hari karena dia sangat merindukan mas Boby. Rindu tidur dalam pelukan mas Boby. Terpaksa dia meminta kemeja mas Boby yang belum dicuci supaya dia bisa mencium bau mas Boby. " bibi bercerita sambil mengeluarkan air mata mengingat segala hal yang di alami Novia ketika di rumah itu.


" Bi...Dimana Novia bi? Kenapa almarinya kosong?"


Bibi menarik nafas sebelum menjawab pertanyaan Boby.


" Mbak Novia sudah meninggalkan rumah ini mas."


" Apa??" Boby bangkit dari duduknya. " Kemana dia bi? "


Bibi menggelengkan kepalanya. " Bibi tidak tahu mas. Mbak Novia tidak bilang mau kemana. "


Tubuh Boby terasa lemas. Istrinya pergi. Istrinya telah pergi meninggalkannya. Dia menghempaskan pantatnya di tepi ranjang.


" Kenapa bi? Kenapa Novia pergi? "


Boby tidak menjawab perkataan bibi.


" Mbak Novia menjalani hari-hari yang sulit di rumah ini. Di saat dia hamil yang semestinya dia merasa bahagia, tapi kenyataannya tidak. Mbak Novia mengetahui kalau mas Boby...mas Boby punya perempuan lain. Belum lagi sikap mas Boby yang berubah menjadi tidak peduli. Seharusnya di awal kehamilan, dia mendapatkan perhatian dari mas Boby. Bahkan ketika mbak Novia harus bolak-balik ke kamar mandi karena muntah, mas Boby tidak tahu kan? "


Boby tampak terkejut.


" Mbak Novia melihat mas Boby dengan mbak Karell waktu di mall. Saat itu mbak Novia langsung jatuh pingsan. Saat itu, dokter kandungannya berkata kalau kondisi psikologis mbak Novia yang tertekan mempengaruhi perkembangan janinnya. Dokter berpesan kalau keluarganya harus lebih memperhatikannya."


Bi Susi mengambil nafas sebelum melanjutkan ceritanya.


" Ketika mbak Karell datang ke rumah ini waktu itu, setelah mas Boby keluar dari rumah, mbak Novia jatuh pingsan kembali. Saat itu dokter kandungannya berkata kalau kondisi mbak Novia juga bayinya dalam bahaya. Kalau sampai sekali lagi dia mengalami hal yang sama, mungkin nyawanya bahkan nyawa bayinya tidak bisa di selamatkan. "


Boby mulai menitikkan air mata. Hatinya terasa sakit mendengar cerita dari bi Susi. Seperti ada lubang yang begitu besar dalam hatinya sekarang.

__ADS_1


Bibi meninggalkan Boby sebentar, kemudian kembali lagi dengan membawa surat dari Novia dan sebuah kartu ATM.


" Mbak Novia menitipkan ini untuk mas Boby. "


Boby menerima secarik kertas dan kartu ATM dari tangan bi Susi.


" Mbak Novia bilang, dia tidak mengambil uang sepeserpun dari kartu itu. "


Air mata Boby kembali mengalir. Bibi meninggalkannya sendiri.


Boby membuka surat yang di tinggalkan Novia untuknya.


Teruntuk mas Boby


Novia minta maaf untuk semua kesalahan yang pernah aku lakukan selama hidup menjadi istrimu. Novia juga minta maaf kalau aku punya banyak kekurangan dan membuatmu merasa tidak puas mempunyai istri sepertiku.


Aku terpaksa meninggalkanmu karena jujur mas, aku tidak sanggup untuk di madu. Aku tidak sanggup untuk berbagi suami dengan perempuan lain. Untuk itu, aku lebih memilih pergi. Anak kita, aku bawa pergi. Aku akan merawatnya dengan baik. Aku akan menjadi ibu sekaligus ayah untuk anak kita. Aku akan menunggu surat cerai kita setelah anak kita lahir.


Aku doakan semoga kamu selalu bahagia bersamanya. Jangan lepaskan dia lagi kalau kamu tidak ingin kehilangannya.


Novia.


Boby semakin menangis sejadi-jadinya. Kertas surat dari Novia kini basah oleh air matanya.


" Maafkan aku sayang... Maafkan Aku, cintaku. Jangan tinggalkan aku....Aku mencintaimu Novia....Aaaaaa...." ucap Novia sambil menangis tersedu-sedu.


Boby menangis sambil memeluk surat dari Novia. Yang di dalam surat itu, terdapat hasil USG kandungan Novia. Novia sengaja memberikan hasil USG itu supaya Boby juga merasakan kehadiran anak mereka.


****


bersambung

__ADS_1


__ADS_2