Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
136. Athar bersama Oma ya


__ADS_3

Liburan sekolah tiba. Athar begitu antusias menyambut liburan sekolahnya kali ini. Karena di liburan sekolah ini, mamanya mengijinkan dia untuk kerumah omanya.


" Assalamualaikum, Oma. " sapa Athar sambil menjabat dan mencium tangan omanya.


" Waalaikum salam, cucu Oma sayang. " jawab Bu Vera sambil mencium pipi Athar.


" Jadi Oma, kita ke Jakarta? " tanya Athar.


" Kalau mama sama papa kamu bolehin. "


" Boleh Oma. Athar sudah tanya. "


" Baiklah kalau begitu. Mmmm, kita berangkat besok? "


" Siap Oma. "


" Sekarang, Athar berkemas dulu. " ajak Bu Vera sambil menggandeng tangan Athar.


Di perjalanan menuju kamar Athar, Novia keluar dari kamar.


" Loh, sudah pulang nak? "


Athar menghampiri mamanya dan mencium tangan mamanya.


" Ma, Athar mau berkemas. Oma mau ajak Athar ke Jakarta besok. Kita naik pesawat kan Oma? "


Bu Vera mengangguk menjawab Athar.


" Ayo Mama bantuin. "


" Udah, biar mama aja yang bantuin. " ucap Bu Vera.


" Ya udah, kalau gitu Novia mau masak buat makan malam nanti. "


Bu Vera mengangguk, menepuk bahu Novia dan berjalan kembali menuju kamar Athar. Dan Novia segera pergi ke dapur untuk membantu bi Susi memasak.


••••


Malam tiba. Setelah makan malam bersama, Boby dan yang lainnya berbincang sebentar. Mendengarkan celotehan Athar tentang teman-temannya di sekolah.


" Athar, besok Athar mau ke Jakarta. Sudah pamit sama ayah ? " tanya Boby mengingatkan.


Athar menggeleng. " Athar lupa pah. "


" Mending sekarang Athar telpon ayah. Pamit sama ayah. Biar ayah nggak nyariin. "


Athar mengangguk, kemudian segera berlari ke kamarnya untuk mengambil ponselnya. Setelah ponselnya ketemu, segera dia mendial nomer Candra.


Setelah nada panggilan beberapa kali berbunyi, panggilan tersambung.


" Assalamualaikum, Athar. " sapa Candra.


" Waalaikum salam ayah. "


" Ada apa Athar? Malam-malam kok telepon? "


" Athar lupa mau pamit ayah. "


" Athar mau kemana? "


" Besok, Athar mau ikut Oma pulang ke Jakarta. Liburan ayah. "


" Loh, kok mendadak? Ayah jadi nggak ketemu Athar dong. Berapa lama Athar di Jakarta? "


" Belum tahu yah. "


" Besok Athar berangkat jam berapa? "


" Bentar ayah. Athar tanya dulu ke Oma. " jawabnya ke Candra.


Dan kemudian, " Oma.....Oma...." panggil Athar teriak.


" Iya nak? " jawab Bu Vera sambil berteriak juga. Karena posisi mereka berbeda tempat. Athar di dalam kamar, dan omanya di ruang keluarga.


" Jam berapa besok berangkatnya Oma? Ayah tanya. " teriak Athar kembali.


" Kita naik pesawat jam 10 sayang. " jawab Bu Vera.


" Iya Oma. "

__ADS_1


" Halo, ayah. "


" Iya. "


" Kata Oma, besok kami naik pesawat jam 10. "


" Oke. Besok ayah samperin langsung ke bandara ya. "


" Jangan lupa ajak dedek Zaki ya. "


" Iya, sayang. "


" Ya udah dulu ayah. Assalamualaikum. "


" Waalaikum salam. " jawab Candra.


Panggilan diakhiri.


Setelah kembali bercerita dengan Oma, papa, juga mamanya, Athar mulai menguap.


" Udah ngantuk nak? " tanya Bu Vera.


" Iya Oma. " jawab Athar sambil menguap kembali.


" Udah waktunya tidur ini emang. " sahut Novia.


" Yuk, tidur. Tidur sama Oma ya? " ucap Bu Vera.


Athar mengangguk dan bangkit dari duduknya. Kemudian Bu Vera menggandengnya berjalan menuju ke kamar.


" Kita juga ke kamar yuk. " ajak Boby ke Novia.


Boby menggandeng tangan Novia untuk mengajaknya masuk ke kamar mereka.


Sampai di kamar, Novia segera masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka, gosok gigi dan berganti baju dengan baju santai. Setelah Novia keluar, giliran Boby yang masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti baju.


Ketika Boby keluar dari kamar mandi, Novia tengah duduk dengan bersandar di tempat tidur. Dia mendongakkan kepalanya ketika mendengar pintu kamar mandi terbuka.


Jantungnya berdebar-debar melihat suaminya keluar dari kamar mandi. Meskipun sudah bersama tujuh tahun, tapi Novia akan tetap berdebar-debar kala melihat suaminya seperti itu.


Boby tampak sexy dengan rambutnya yang agak basah, mukanya juga agak basah. Dengan kaos ketat tanpa lengan membuat bentuk tubuhnya yang sixpack tercetak indah.


Boby naik ke atas ranjang dan memeluk tubuh Novia, menaruh dagunya di pundak Novia.


Novia malu karena ketahuan sang suami kalau dia sedang memandang tubuh suaminya.


" Jangan hanya di pandang sayang. Di sentuh juga boleh. "


Blush. Pipi Novia jadi merona malu. Boby langsung mencium pipi Novia yang merona.


" Apa tubuhku sesexy itu, sehingga kau memandangnya tanpa berkedip? " goda Boby.


" Apaan sih? " ucap Novia sambil melorotkan tubuhnya sehingga tubuhnya terbaring. Kemudian dia menarik selimut hingga menutupi wajahnya yang malu.


" Hei. " Boby mengikuti gerakannya. Dia juga menenggelamkan dirinya di bawah selimut. Kemudian dia menggelitik Novia.


" Ha...ha...ha..." Novia tertawa geli. " Ampun, mas. Stop. Sayang.... Hentikan...." pinta Novia masih sambil tertawa terbahak-bahak.


Boby berhenti menggelitik Novia. Dia membuka selimut yang menutupi wajah mereka. Novia masih tampak menyisakan tawa gelinya.


" Sayang, bagaimana kalau kita pergi berbulan madu? "


" Hem? Mana ada? Kita ini kan bukan pengantin baru. "


" Dulu... Ketika kita menikah, aku belum mengajakmu berbulan madu. Maaf. "


" Hei, kenapa jadi meminta maaf? " tanya Novia sambil mengelus pipi suaminya.


" Maaf. Karena aku tidak memberikanmu pernikahan yang indah ketika kita baru menikah. Maaf, karena aku telah menyakitimu dari awal kita menikah. " ucap Boby melo sambil mengambil tangan Novia yang berada di pipinya kemudian mengecupnya.


" Jangan meminta maaf. Aku bahagia, semenjak pertama aku menerima lamaran kamu. Kalau kamu meminta maaf, aku juga akan meminta maaf. Karena aku tidak memberikan hatiku sejak awal untukmu. Maaf, karena di awal pernikahan kita, aku justru masih menyimpan nama laki-laki lain di hatiku. " tutur Novia.


" Ssst! Jangan mengatakan itu Sayang. Hal itu akan membuatku teringat dengan ayahnya Athar yang menyebalkan. " ucap Boby dengan merajuk dan terlihat lucu di mata Novia.


" Pfft! " Novia menahan senyumnya. " Iya. Tapi... kenapa masih ingat saja? Bukankah kamu sudah berdamai dengan keadaan, sayang? "


" Hmm! " Boby menjawab dengan deheman.


Novia tersenyum masih sambil membelai wajah suaminya. Suasana hening sejenak.

__ADS_1


" Sayang, mumpung Athar sedang bersama omanya. Kita juga akan berangkat bulan madu besok. "


" Besok? Harus besok? "


" Hem. " jawab Boby sambil mengangguk.


" Tapi kita belum persiapan mas. Kita belum packing baju. "


" Itu masalah mudah sayang. Bukankah kalau bulan madu itu kita tidak butuh baju, sayang? Dua potong baju itu sudah cukup. "


" Ha?? Kok nggak butuh baju? "


" Iya. Kan kita akan seharian di kamar. Dan kita tidak butuh pakai baju. " goda Boby sambil mengelus wajah istrinya. Mulai dari kening, turun hingga ke dagu.


" Ck. "


" Jadi sekarang katakan, kamu mau bulan madu kemana? India, Maldives, Paris, Sidney? " tanya Boby.


" Mmmm....aku tidak tahu. Aku bingung, sayang. "


" Atau... kamu mau ke Korea Selatan? "


Wajah Novia langsung berbinar mendengar kata Korea Selatan.


" Boleh, sayang? Beneran kita bisa ke Korsel? "


" Tentu. Aku tahu kamu sering membayangkan seperti apakah Korsel itu. Kok bisa punya banyak oppa disana. " goda Boby sambil memencet hidung Novia.


" Ha...ha...ha...Kamu tahu aja mas. Ha...ha...ha...kamu benar, cowok di sana tampan-tampan. Tapi tetap suamiku ini yang paling tampan. Mengalahkan oppa-oppa Korea. " sahut Novia kemudian mematuk hidung suaminya.


" Ha...ha..ha... Apakah aku juga lebih tampan dari Lee min ho, sayang? "


Novia membelalakkan matanya. Kok suaminya bisa tahu aktor Korea favoritnya.


" Atau Ji Chang Wook? "


Novia kembali membelalakkan matanya. Bagaimana suaminya bisa tahu dua aktor favoritnya?


" Kenapa wajahmu seperti itu? Hem? "


" Mas, darimana kamu tahu kalau aku sangat menyukai Lee min ho sama Ji Chang Wook? "


" Tahu lah sayang. Aku suami yang sangat perhatian bukan? " Boby memamerkan senyum di bibirnya membanggakan diri.


" Wow. Daebak. " Novia mengacungkan jempolnya.


" Jadi, sekarang katakan. Lebih tampan suamimu ini, atau mereka berdua? "


" Mmmm... sepertinya...tampan suamiku. Karena aku bisa memiliki kamu, tapi tidak dengan mereka. Aku bisa menyentuhmu, tapi tidak dengan mereka. Aku hanya bisa melihatnya dari layar televisi. Coba saja...aku bisa menyentuh mereka atau memiliki mereka. " ucap Novia dengan senyum yang tertahan.


" Hem!!!" Boby cemberut sambil menunjukkan wajah garangnya.


" Ha...ha...ha... bercanda sayang..." ucap Novia kemudian sambil mengelus pipi Boby. " Suamiku tetap yang nomer satu. Tetap yang paling tampan sedunia. Tetap yang paling aku cintai. Tidak ada yang lain. Meskipun ada Lee min ho atau Ji Chang Wook di hadapanku. Aku hanya ngefans sama mereka. " tambahnya panjang lebar.


Boby mencium bibir Novia sekilas.


" Jadi besok kita berangkat ke Korsel. "


Cup. Kini Novia yang mencium bibir Boby sekilas.


" Terimakasih, sayang. "


" Sama-sama. Tapi sayang, apa bulananmu sudah selesai? "


" Kenapa memangnya mas? "


" Ya, aku gabut dong kalau kamu masih tanggal merah. Bulan madunya jadi hambar. "


Novia tersenyum. " Udah selesai. Dari kemarin malah. Tiga hari yang lalu. "


" What? Kok nggak bilang-bilang? Aku jadi terlambat berbuka dong. "


" Kamu bisa aja mas. Mau buka sekarang? "


" Mmmm... Sepertinya nggak deh. Aku akan berbuka ketika kita berbulan madu. Biar rasanya lebih asyik. Sekarang kita tidur. Udah malam. Besok setelah kita mengantar Athar dan mama kebandara, kita langsung packing. "


Kemudian mereka tertidur dengan saling berpelukan.


****

__ADS_1


bersambung


__ADS_2