Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
141. Hamil lagi


__ADS_3

" Selamat ya bapak, ibu...." ucap dokter Fiskha sambil menunjuk ke layar monitor yang ada di dinding.


" Maksudnya selamat, apa nih dok? " tanya Boby tidak mengerti.


Beda dengan Novia. Dia menyambut ucapan dari dokter dengan senyuman.


" Selamat, karena istri anda sedang mengandung. Anak kedua ya Bu? " jelas dokter Fiskha.


Novia mengangguk.


" Anda bisa lihat ini. " dokter Fiskha menunjuk ke monitor kembali. " Janinnya masih sangat kecil. Sekecil biji kacang. Usianya baru 4 minggu. " dokter kembali memberi penjelasan.


" Sehat ya dok janinnya? " tanya Novia.


" Iya Bu. " jawab dokter sambil menyudahi proses USG.


Boby masih terbengong-bengong tidak mengerti. Dokter kembali ke tempat duduknya. Novia bangun dari tidurannya dan membenarkan bajunya.


Boby membantunya turun dari bed dan mereka duduk di hadapan dokter bersama.


" Dok, saya masih belum mengerti maksud dokter. Bagaimana bisa istri saya hamil? " tanya Boby.


" Kan ibu punya suami. Ya pasti bisa hamil dong pak. " jawab dokter


Novia hanya mendengarkan ketidakmengertian suaminya dalam diam. Ini memang salah dia karena dia tidak bilang kalau dia telah melepas kontrasepsi nya .


" Iya saya tahu dok. Maksud saya, istri saya kan sudah pasang IUD. Bagaimana ceritanya dia bisa hamil? "


" Lho, ibu kan sudah melepas alat konstrasepsinya hampir 2 bulan yang lalu. "


" Ha? " kini pandangan mata Boby beralih ke Novia. Novia menunduk mendapat tatapan mata dari suaminya.


" Sayang? " ucap Boby seakan meminta jawaban dari istrinya.


" Iya. Aku melepas alat kontrasepsinya. " jawab Novia.

__ADS_1


Boby menghela nafas berat. Dia kecewa dengan sikap istrinya. Tapi tidak mungkin dia melampiaskan kemarahannya di depan dokter.


" Baiklah, dok. Terimakasih banyak. Kami permisi dulu. " ucap Boby sambil memaksakan senyumannya.


Kemudian dia menggandeng tangan Novia dan mengajaknya keluar dari ruangan dokter. Mereka mengambil obat di apotek dan meninggalkan rumah sakit ibu dan anak itu dalam diam.


Boby sama sekali tidak mengeluarkan suaranya mulai dari mereka keluar dari ruangan praktek dokter Fiskha. Novia tahu, suaminya pasti marah.


Sampai di rumah, Boby keluar dari dalam mobil dan langsung berlalu ke kamar tidur. Novia mengikutinya.


" Sayang, maafkan aku. " ucap Novia ketika mereka sudah berada di dalam kamar.


Boby masih tetap diam.


" Mas, maafkan aku. Aku melepas alat kontrasepsinya tanpa bilang sama kamu. " ucap Novia kembali sambil memeluk tubuh Boby dari belakang.


Boby memejamkan matanya. Kemudian menunduk.


" Sayang...maaf. Jangan marah ya..." ucap Novia kembali.


" Maaf. Aku.. kalau aku bilang, kamu pasti nggak bakal bolehin. " ucap Novia dengan suara bergetar karena menangis.


" Aku nggak boleh, itu juga buat kebaikan kamu, Nov. " ucap Boby kembali.


" Mas, aku pernah bilang, aku nggak akan kenapa-napa. "


" Tapi aku takut. Aku khawatirin kamu. " ucap Boby dengan suara agak keras dan sambil membalikkan badannya. Kini dia berhadapan dengan Novia.


Dia melihat mata Novia berlinangan air mata. Dia mengusap wajahnya kasar. Menarik rambutnya dengan sebelah tangannya.


" Maaf. Aku tidak bermaksud membentakmu. " ucap Novia sambil memeluk dan mengusap punggung Novia lembut.


Tangis Novia malah semakin menjadi.


" Maaf. Maafkan aku, mas. Aku pengen punya anak lagi. Satu lagi aja mas. Biar Athar punya teman. Hiks...Hiks...Dan lagian ini semua sudah terjadi. Sudah ada anak kita di sini. " ucap Novia dengan sesenggukan dan sambil mengelus perut ratanya.

__ADS_1


" Tapi sayang..." ucap Boby yang terpotong.


" Kamu nggak menginginkan anak ini mas?Ini anak kamu lho. Apa kamu juga tidak menginginkannya seperti dulu kamu juga tidak menginginkan Athar? " tanya Novia dengan emosi. Kini air mata melonya sudah tidak keluar. Emosi telah mengalahkan air matanya.


" Ya Tuhan... Nggak Nov...Aku nggak ada maksud seperti itu sama sekali. Aku...aku tentu senang dengan anak ini. Aku hanya khawatir denganmu. "


" Bilang aja kalau kamu nggak menginginkan anak ini. "


" Tidak, sayang. Aku bahagia akan punya anak lagi. Aku senang kamu hamil. Aku juga menginginkan anak ini. " ucap Boby. Dia kembali memeluk Novia erat.


" Aku akan baik-baik saja, mas. Aku baik-baik saja."


" Janji sama aku. Kamu akan baik-baik saja. Jangan seperti dulu. " ucap Novia sambil mengecup kening Novia.


Novia mengangguk.


" Aku pasti akan baik-baik saja asalkan kamu perhatian sama aku. Kamu nggak seperti dulu lagi. "


" Tidak akan pernah, sayang. Maafkan aku. " jawab Boby. " Aku akan menjaga kalian dengan sangat baik. Aku janji. " tambahnya.


Berita tentang kehamilan Novia, semua keluarga telah mendengarnya. Mama Vera juga Bu Arum sangat senang mendengar kabar kehamilan Novia. Mereka juga sudah sangat menginginkan mempunyai cucu kembali.


Mereka bahagia, akhirnya Boby mengijinkan Novia untuk hamil kembali. Mama Vera mentransfer sejumlah uang ke rekening Novia sebagai hadiah.


Athar juga sangat senang mendengar kalau dia akan mempunyai adik. Setiap hari dia selalu mencium perut mamanya. Dia juga menceritakannya kepada teman-temannya. Dia begitu antusias mendengar kabar akan kehadiran adik kecil yang selalu dia inginkan.


Dia tidak mau kalah dengan papanya. Mereka selalu berebut membuatkan susu hamil untuk Novia. Tidak hanya itu. Mereka juga saling berebut memberikan perhatian untuk Novia. Hal itu membuat hati Novia sangat bahagia.


Boby menjadi lebih perhatian dan protektif terhadap Novia. Banyak hal yang biasa Novia lakukan, kini di larang oleh Boby. Agak BT sebenarnya, tapi apa boleh buat. Dia hanya bisa menuruti keinginan suaminya.


****


bersambung


Episode nya semakin pendek ya kak... Author beberapa hari ini tidak begitu banyak ide cerita...Maaf🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2