Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
71. Salah Apa Aku?


__ADS_3

Diruang perawatan.


" Mas...Mas... jangan tinggalin aku mas..." Novia mengigau.


Candra mendekat ke ranjang Novia. Di pegangnya tangan Novia sambil dielusnya pucuk kepala Novia.


' Masalah apa yang sedang kamu alami? Kenapa kamu bisa sampai seperti ini?' tanya Candra dalam hati.


Novia mulai menggerakkan tangannya. Kemudian matanya mulai mengerjap. Menatap sekeliling.


" Dik..." panggil Candra.


Bukannya menjawab panggilan Candra, Novia malah terisak.


Candra tidak tahu harus melakukan apa. Dia hanya terdiam menunggu tangis Novia reda.


" Salah aku apa mas.....???" ucap Novia berbicara sendiri sambil masih terisak.


" Katakan!!! Apa salah aku??" teriak Novia ke Candra sambil berontak.


" Tenang dik Nov. " ucap Candra menenangkan sambil memegang tangan Novia.


Novia mengusap air matanya. " Kenapa kamu tadi menolongku? Kenapa nggak biarin aku mati saja?" Novia kembali terisak.


" Dik...kamu bicara apa? "no


" Mas Candra, kenapa nasibku buruk begini? Hiks...Hiks..."


" Apa salahku padamu begitu besar hingga Tuhan membalasku seperti ini? Apa kamu begitu membenciku mas?" ucapan Novia semakin ngelantur.


" Kamu bicara apa dik? Aku tidak pernah sekalipun membencimu. "


" Lalu kenapa kamu membiarkanku hidup seperti ini? Kenapa kamu membiarkan aku menikah dengannya? Aaaa....." teriak Novia sambil menangis meraung-raung.


Pertanyaan itu membuat Candra semakin merasa bersalah. Dia teringat akan cerita Dedi. Dedi pernah mengatakan kalau Novia menikah karena dia menolak menerimanya kembali.


" Maafkan aku, dik.. maafkan aku..." Candra ikut terisak dengan beribu pertanyaan bersarang di otaknya.


' Apa sebenarnya yang terjadi padamu dik? Ada apa dengan suamimu. ' pikir Candra.


Novia tiba-tiba berhenti menangis.

__ADS_1


" Aku harus pulang. Aku mau pulang. " Novia bangun dari tidurnya. Kemudian dia berusaha melepas jarum infus yang tertancap di punggung tangannya.


Candra yang melihatnya, buru-buru memegang tangan Novia.


" Dik, tenanglah. Jangan begini. " bujuk Candra.


" Aku mau pulang mas. Tolong bilang sama suster, minta lepasin ini. " pinta Novia memelas.


" Kondisi kamu masih belum stabil. Kamu masih lemah. Istirahat saja di sini dulu. "


" Nggak mas. Aku mau pulang. Kalau aku nggak pulang, suamiku akan benar-benar pergi. Aku harus membujuknya supaya dia nggak ninggalin aku. "


" Novia, kamu juga harus memperhatikan bayimu. Bayimu butuh istirahat. Bayimu butuh ibu yang sehat. Kamu jangan egois. "


" Anakku...Bayiku..." Novia memegangi perutnya. " Maafin mama nak...maafin ayahmu juga ya..."


Novia kembali menangis tersedu-sedu. Lama dia menangis. Sampai akhirnya dia tertidur.


Candra memandangi wajah cantik Novia yang tampak pucat. Selama mengenal Novia, dia tidak pernah melihat Novia terpuruk seperti ini. Tanpa sadar air mata telah menggenang di sudut matanya.


" Maafkan aku Novia. Aku sama sekali tidak ada maksud membuat hidupmu seperti ini. Aku sangat menyayangimu. Aku juga sangat mencintaimu. Masih sama seperti dulu. Jika aku bisa, aku ingin menghapus kesedihanmu ini. " ucap Candra pelan sambil mengusap air mata Novia yang masih bersisa di sudut matanya.


I love it when you call me senorita..


Rumah. Nama yang tertera dalam panggilan masuk. Apakah suami Novia? Apakah aku harus mengangkat teleponnya? tanya Candra dalam hati. Telepon berhenti berbunyi. Candra mau memasukkan kembali ke dalam tas Novia. Tapi lagi-lagi ponsel itu berdering.


Akhirnya Candra memutuskan untuk mengangkat telepon itu.


" Halo assalamualaikum. " sapa orang di seberang


" Waalaikum salam. " jawab Candra.


" Loh, siapa ini? Maaf, apa benar ini ponsel mbak Novia?" tanya orang itu.


" Iya benar. Tapi maaf, Novia sedang tidur. "


" Lha ini siapa? Mbak Novia ada dimana sekarang?"


" Maaf, saya temannya Novia. Jadi begini ceritanya, tadi saya bertemu Novia di P mall dan hampir tertabrak mobil. Saya menolongnya. "


" Apa? Mbak Novia tertabrak mobil? Ya Allah, bagaimana ini?"

__ADS_1


" Maaf bu, tenang dulu. Tadi Novia cuma hampir tertabrak. Belum tertabrak. Kebetulan saya menolongnya. Tapi setelah itu, dia jatuh pingsan. Kemudian saya bawa ke rumah sakit. "


" Pingsan? Bagaimana keadaannya sekarang?"


" Alhamdulillah, sekarang sudah sadar. Tapi dia sedang tertidur sekarang."


" Di rumah sakit mana ya mas? Saya mau kesitu kasihan mbak Novia kalau sendirian. "


" Tidak usah bu. Biar saya saja yang menemani. Lagian ini sudah malam juga. Besok kalau Novia sudah baikan dan boleh pulang, biar saya yang antar. "


" Oh begitu. Maaf ya mas malah merepotkan. "


" Tidak apa-apa bu. Oh iya, saya mau tanya, bagaimana hubungan Novia dan suaminya ? "


" Memang kenapa mas?"


" Jadi begini bu. Kalau yang saya lihat alasan kenapa Novia sampai pingsan adalah suaminya. Tadi dokter berbicara banyak sama saya soal kondisi janin dan juga Novia sendiri. Dokter berpesan supaya Novia jangan sampai berpikir terlalu berat atau stres. Karena yang dokter lihat, sepertinya Novia sedang menghadapi masalah yang cukup serius. Dan itu menyebabkan kondisi janinnya sangat berbahaya. Dokter tadi bilang, kalau keluarga harus selalu memberikan dukungan dan semangat. Biar dia bisa melupakan masalahnya. "


Candra menghentikan kata-katanya sesaat kemudian dia melanjutkan.


" Kalau menurut saya, beban pikiran Novia ada di suaminya. Apakah benar begitu Bu?"


" Sejujurnya mas. Mbak Novia memang ada masalah dengan suaminya. Sudah beberapa minggu terakhir ini, sikap mas Boby tidak seperti sebelumnya. Sekarang dia kelihatan cuek dengan istrinya. Padahal mbak Novia sedang mengandung anaknya. Tapi saat dia tahu soal kehamilan istrinya, dia malah marah-marah. Dan saya tidak tahu penyebabnya apa. Saya merasa kasian sekali dengan mbak Novia. "


" Jadi benar ya Bu, kalau biang permasalahan di hidup Novia adalah suaminya. "


" Kemungkinan besar iya. "


" Baiklah Bu, saya sudahi dulu. Tolong kalau ibu tahu permasalahan yang di hadapi Novia, ceritakan kepada saya. Saya akan berusaha membantu supaya Novia tidak semakin terpuruk. "


" Iya mas. Assalamualaikum. "


" Waalaikum salam. " panggilan terputus.


Sebenarnya apa permasalahanmu dengan suamimu Nov. tanya Candra dalam hati.


Setelah menutup telepon, Candra hendak mengembalikan ponsel Novia ke dalam tas. Tapi tanpa sengaja, kunci layar ponsel Novia terbuka.


" Kamu masih sama seperti dulu ya. Tidak pernah mau mengunci ponselmu secara privacy." ucap Candra pelan.


Saat layar terbuka, Candra melihat gambar seorang laki-laki di wallpaper ponsel Novia. Candra menebak kalau itu pasti suami Novia. Karena Candra memang belum pernah melihatnya.

__ADS_1


****


bersambung


__ADS_2