Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
91. dijemput mertua


__ADS_3

" Bi, kenapa bibi baru kasih tahu saya sekarang bi?" tanya Bu Vera mamanya Boby dengan nada emosi.


" Maaf nyonya. Bibi terpaksa diam karena mbak Novia yang minta. " jawab bi Susi


Yah, saat ini bi sedang di telepon oleh Bu Vera. Karena sudah beberapa kali terakhir Bu Vera tidak bisa menghubungi Boby maupun Novia. Boby tidak pernah mengangkat teleponnya, dan Novia nomernya tidak pernah aktif.


Dan bi Susi baru bisa menceritakan tentang kemelut rumah tangga Boby sekarang. Juga tentang apa saja yang pernah terjadi sama Novia dan tentang kepergian Novia juga.


Dulu bibi memang sempat bercerita tentang sikap Boby yang berubah saat awal kehamilan Novia. Tapi setelah itu dia tidak pernah melaporkan apapun kepada nyonya besarnya. Jadi Bu Vera mengira kalau permasalahan rumah tangga anaknya telah terselesaikan.


" Sungguh keterlaluan anak itu. " ucap Bu Vera geram dengan tingkah anaknya.


" Tapi sepertinya mas Boby sekarang menyesal nyah. Sudah berbulan-bulan semenjak kepergian mbak Novia sepertinya hidup mas Boby kacau. Dia tidak pernah pergi bekerja. Yang dia lakukan hanya berkeliling kota Semarang untuk mencari mbak Novia. Kalau nggak ya dia akan betah berlama-lama di kamar mbak Novia sambil menangis. "


" Biarkan saja bi. Biar dia tahu rasa. Saya tidak pernah mengajarinya melakukan hal bejat seperti itu. Besok saya akan ke sana bi. Saatnya saya juga memberikan pelajaran untuknya. "


" Tapi nyah...."


" Tapi bibi jangan kasih tahu Boby kalau saya mau ke Semarang. Kalau saya sudah sampai di Semarang, saya akan menghubungi bibi. Kita jemput Novia. Saya akan membawanya ke Jakarta. Saya yang akan merawatnya. Karena bagaimanapun Novia adalah tanggung jawab saya juga bi. "


" Baiklah nyonya. "


Panggilan di akhiri. Bibi merasa lega setelah berbicara dengan Bu Vera. Selama ini sebenarnya bibi juga cemas kalau Novia berlama-lama di dekat Candra.


Walaupun Candra mengurus novia dengan baik, dan Candra juga selalu menghubunginya kalau ada suatu hal, tapi tetap saja Candra adalah mantan kekasih Novia. Dan bibi juga yakin, bahkan saat ini, Candra pasti mempunyai perasaan terhadap istri majikannya.


Biarpun Boby telah melukai perasaan Novia, Boby tetaplah majikannya. Dan dia juga menyayangi Novia juga bayinya. Jadi bi Susi agak tidak rela jika suatu saat Candra mengambil Novia dan anaknya dari majikannya.


••••


Hari berganti. Benar saja. Hari ini Bu Vera datang ke Semarang. Setelah pesawat mendarat, Bu Vera langsung menghubungi Bi Susi dan menyuruh bi Susi untuk menunggunya di depan supermarket dekat rumah Boby.


Mereka pergi ke kota Kudus, tempat Novia tinggal sekarang. Remon yang mengantar mereka. Karena bi Susi mengatakan kepada Bu Vera kalau hanya dia dan Remon yang tahu banyak tentang Novia.


" Nyonya yakin, mbak Novia mau ikut ke Jakarta? Karena setahu saya, dia sudah nyaman tinggal di tempat itu. Dan...maaf ya nyah... sepertinya mbak Novia juga sudah nyaman berada di dekat mas Candra. "


" Saya yakin, Novia pasti mau. Saya lumayan mengenal Novia. Dia tidak akan tergoda laki-laki lain. Meskipun mungkin itu adalah mantannya. "


Setelah dua jam, akhirnya mereka tiba di tempat tinggal Novia. Bu Vera dan bi Susi turun bersamaan.

__ADS_1


" Assalamualaikum..." sapa bi Susi dari depan pintu.


" Waalaikum salam. " jawab Novia dari dalam rumah.


Pintu depan di buka dari dalam.


" Bibi...." sapa Novia setelah melihat kedatangan bibi. Kemudian pandangannya beralih ke orang yang berdiri di belakang bi Susi.


" Ma...ma...." Novia terkejut melihat sang mertua juga ada di sana.


" Maaf ya mbak. Bibi ajak nyonya besar kesini. Beliau kangen sama mbak Novia. "


" Ng... nggak pa-pa bi. " Novia mendekat ke mertuanya kemudian memeluknya.


" Mama. Maafkan Novia ya ma..." ucap Novia sambil memeluk erat Bu Vera.


" Nggak sayang. Kamu nggak perlu minta maaf. Seharusnya mama yang minta maaf sayang. "


Sebulir air mata jatuh di pipi Novia dan Bu Vera. Novia melepas pelukannya dan menyeka air matanya.


" Masuk dulu ma. Bi...bang Re..." Novia melangkah masuk ke dalam rumah menggandeng tangan Bu Vera.


Merekapun duduk di sofa ruang tengah. Bu Vera mengelus perut buncit Novia lembut sambil memandanginya. Sebulir air mata turun lagi di pipinya.


" Jalan tujuh ma. Mau 8. "


" Bagaimana dia nak? "


" Alhamdulillah dia sehat ma. "


" Kamu juga sehat kan? "


" Iya ma. Alhamdulillah. "


" Syukurlah nak. Mama minta maaf ya atas kelakuan anak mama. Dia benar-benar mengecewakan mama. "


Novia menggeleng sambil memegang tangan Bu Vera. " Nggak ma. Bukan salah mama. "


" Maafin Boby ya nak. Anak itu benar-benar kurang ajar. Mama udah tahu semuanya sayang. Mama tahu semua yang kamu alami. "

__ADS_1


" Sudahlah ma. Tidak usah di bahas lagi. Hanya bikin stres ma. "


" Iya sayang. Maafin mama ya nak. Kalau bisa, ijinkan mama menebus kesalahan yang Boby lakukan. Yang telah menelantarkanmu dan anak kamu. Ijinkan mama merawat kalian. " ucap Bu Vera dengan wajah sendu.


" Ma, Novia belum siap bertemu dengan mas Boby. "


" Nggak sayang. Kamu nggak akan ketemu Boby. Mama akan membawamu ke Jakarta. Mama nggak akan ngijinin Boby ketemu kamu. Dan mama juga janji, mama nggak akan memberitahu Boby kalau kamu ada di Jakarta bareng mama. "


" Ma..."


" Assalamualaikum..." sapa Candra yang baru masuk rumah.


" Waalaikum salam. " jawab yang ada di dalam rumah bersamaan.


Candra agak terkejut melihat di rumah ada tamu yang belum pernah dia kenal sebelumnya.


" Mas, duduk sini. " ajak Novia menunjuk sofa tunggal kosong yang ada di sebelahnya.


Candra mengikuti instruksi Novia. Dia duduk di sofa sebelah Novia.


" Kenalin mas, ini mertua Novia. Beliau mamanya mas Boby. " ucap Novia.


Candra bangkit dari duduknya dan menyalami mertua Novia sambil tersenyum. Candra sudah mulai khawatir dengan kedatangan mamanya Boby. Dia menduga kalau Novia akan di bawa pergi oleh mertuanya.


" Ini nak Candra ya? "


" Iya Bu. " jawab Candra sambil mengangguk.


" Bibi sudah cerita banyak. Hampir semuanya malah. Tante mau ngucapin makasih banyak. Nak Candra ini sudah banyak membantu Novia. "


" Iya Bu sama-sama. "


" Malah jadi ngerepotin nak Candra. Seharusnya anak tante yang jagain Novia. Eh, malah..." Bu Vera tidak melanjutkan kata-katanya. Wajahnya tampak bersedih.


" Tidak Bu. Novia tidak pernah merepotkan. Saya tidak pernah merasa di repotkan sama sekali. Saya melakukannya atas keinginan saya sendiri. Dan saya bahagia bisa membantu Novia. Menemani Novia di saat-saat tersulitnya. "


" Jadi begini nak. Kedatangan tante kesini itu selain tante mau mengucapkan terimakasih banyak sama nak Candra, tante juga mau minta ijin sama nak Candra, tante mau bawa Novia. "


Jleb!! Benar dugaan Candra tadi. Candra mengusap wajahnya kasar, kemudian menyender di senderan sofa dan tangan kanannya memegang dagunya. Tidak menjawab sama sekali permintaan Bu Vera.

__ADS_1


****


bersambung


__ADS_2