Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
121. Seratus dua puluh satu


__ADS_3

Tepat pukul empat sore, Boby segera melajukan mobilnya menuju ke rumah mertuanya. Biasanya dia akan pulang dari kantor jam 5, sama seperti karyawan yang mempunyai jabatan tinggi di kantornya. Tapi hari pengecualian. Dia sudah benar-benar tidak sabar untuk bertemu dengan Novia. Selain karena ingin mendengar apa yang akan di katakan istrinya itu, dia juga sudah sangat merindukan istrinya.


Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit, Boby sampai di rumah mertuanya. Sudah dari dia mau berangkat tadi, jantungnya berdegup kencang. Gelisah dan cemas tentu saja. Tapi dia sudah menyiapkan mental jika keputusan Novia adalah yang terburuk dalam hidupnya.


" Assalamualaikum...." sapa Boby.


" Waalaikum salam.." jawab pak Samsul dari dalam rumah.


Setelah salamnya terjawab, Boby segera masuk ke dalam rumah. Tampak pak Samsul sedang berjalan mau ke ruang tamu.


" Oh, kamu Bob. Kirain siapa. "


" Iya pak. Bapak apa kabar?" tanya Boby sambil mencium punggung tangan pak Samsul.


" Alhamdulillah, bapak baik. Kamu kapan balik dari luar kota? "


Boby agak terkejut dengan pertanyaan mertuanya. " Luar kota, pak? "


" Iya. Novia bilang, kamu sedang ada proyek di luar kota jadi lama nggak Kesini. "


" Oh iya pak. Baru datang tadi siang. " jawab Boby kikuk sambil mengelus tengkuknya.


Ah, rupanya Novia tidak menceritakan apa-apa soal rumah tangganya sama orang tuanya. Bahkan dia harus berbohong ke orang tuanya tentang ketidakdatangannya di rumah itu.


" Gimana proyek kamu yang di luar kota itu? "


" Alhamdulillah lancar pak. "


" Syukur alhamdulilah. Kamu pasti capek ini baru datang. Duduk dulu.."


" Terimakasih pak. Saya mau bertemu Novia sama Athar dulu pak. "


" Nggak minum dulu? Kamu baru datang dari luar kota lho. "


" Nanti saja pak. "


' Bapak ini gimana sih? Mana bisa saya minum pak. Yang ada airnya bakal berhenti di tenggorokan. Ayolah pak, saya ini sudah kangen berat sama anak bapak lho.' jerit hati kecil Boby.


" Sepertinya kamu udah kangen banget sama istri dan anak kamu ya. Ha..ha..ha.." goda pak Samsul.


' Nah itu bapak tahu.' gumam Boby dalam hati.


Boby hanya menjawab dengan senyuman.


" Istri kamu lagi mandiin anak kamu tuh. Udah sana langsung susul aja ke kamar mandi. " tambah pak Samsul.


" Iya pak. Permisi. " pamit Boby ke mertuanya.


Boby masuk ke dalam. Dia hendak menyusul ke kamar mandi, tapi dia berpapasan dengan Novia di dapur. Novia telah selesai memandikan Athar.


" Nov..." panggil Boby karena Novia belum menyadari keberadaannya di sana.


Novia sedikit terlonjak. " Mas, kok udah di sini? "


" Iya. Kebetulan nggak banyak kerjaan tadi di kantor. "


" Oohh..." Novia tetap sambil berjalan menuju ke kamar untuk memakaikan baju Athar.

__ADS_1


Boby mengikutinya dari belakang sambil menggoda baby Athar. Dan pastinya, si kecil yang sangat lincah itu, bergerak-gerak terus di gendongan mamanya.


" Mau di gantiin baju sama papa? " tanya Boby kepada sang anak.


" Nggak usah mas. Kamu pasti capek habis pulang kerja. Biar aku aja. " jawab Novia.


' Istriku perhatian sama aku? Nada bicaranya juga udah nggak ketus lagi. Apa ini pertanda baik?' ucap otak Boby.


" Nggak. Aku nggak capek. Sini aku aja yang gantiin Athar. Aku juga kangen lama nggak pakaiin baju si gembul ini. " ucap Boby sambil mengambil Athar dari gendongan Novia.


" Ya udah deh. Itu bajunya udah aku siapin. Aku mau buatin minum buat kamu dulu. Kopi apa teh jahe? "


" Kopi aja. " jawab Boby dengan senyuman termanisnya.


Kemudian Novia keluar dari kamar dan pergi ke dapur. Di dapur, dia bertemu ibunya.


" Bapak bilang, suamimu di sini? "


" Iya Bu. Ini mau Nov buatin kopi. "


" Lha terus dimana dia? "


" Di kamar bu. Baru ganti bajunya Athar. "


" Oh..."


" Assalamualaikum.." ucap seseorang dari luar.


" Waalaikum salam. " jawab Bu Arum.


" Mbak, jadi jemput Athar? " tanya Novia ke kakak perempuannya.


Ternyata yang datang adalah kakak perempuan Novia.


" Iya. Itu mas Iyan udah ribut suruh jemput anak kamu. "


" Mbak sama siapa? "


" Sama mas Iyan. Tuh di depan sama bapak, ngobrol. Mana ini ponakan gembulku? " tanya mbak Ria sambil celingukan.


" Baru pakai baju sama papanya. "


" Mbak.." sapa Boby yang baru saja keluar dari kamar dan mendapati kakak iparnya ada di dekat kamarnya.


" Eh, Bob. Kapan balik? "


Boby melongo mendengar pertanyaan mbak Ria. Tapi dia segera tersadar. " Tadi siang mbak. Mmm, mas Iyan mana mbak? "


" Ada tuh didepan sama bapak. "


Boby mengangguk.


" Halo gembul...! " sapa mbak Ria ke Athar sambil mencubit pipi Athar. " Udah ready nih gembul? Nyusu dulu, apa kita langsung berangkat? "


" Biar nyusu dulu mbak. Daripada nanti dia lapar terus nangis. "


" Lho, emang Athar mau kemana? "

__ADS_1


" Athar mau di ajak mbak Ria sama mas Iyan jalan-jalan. Siapa tahu kalau sering main sama Athar terus cepet isi juga ya mbak. "


" Amiinn. Ya udah buruan susuin dulu sana. Ntar keburu malam. "


Novia mengambil Athar dari gendongan Boby. Sebelum masuk ke kamar Novia memberi tahu suaminya, " Kopinya di meja itu mas. "


Boby mengangguk kemudian berjalan mengambil kopi dan membawanya ke depan untuk ikut ngobrol sama ipar dan mertuanya.


Novia menyusui Athar sampai anaknya itu kenyang. Setelah kenyang, Novia membawa Athar ke depan sambil membawa tas yang berisi keperluan Athar.


Mbak ria mengambil alih Athar dalam gendongannya. Kemudian mereka berpamitan dengan pak Samsul dan Bu Arum.


Boby dan Novia menunggu di luar sampai mobil kakak iparnya tak terlihat. Sedangkan Bu Arum sudah ke dapur untuk memasak makan malam, dan pak Samsul pergi ke rumah adiknya.


" Masuk mas. " ajak Novia sambil berjalan menuju ke dalam rumah, tapi tangannya di pegang oleh Boby.


" Kamu katanya mau kita bicara. "


" Iya. Masuk dulu. Kita bicara di kamar aja. " Novia melepas pegangan tangan Boby. Boby berjalan mengikuti Novia menuju ke kamar Novia.


Boby sudah tidak sabar ingin segera mendengar keputusan Novia.


" Katakan padaku mas, saat ini apa yang kamu mau akan hubungan kita? " tanya Novia ketika mereka sudah berada di dalam kamar.


" Ya tentu saja kita bisa baikan lagi. "


" Kenapa kamu ingin kita baikan? "


" Karena aku mencintaimu. Juga anak kita. Aku tidak ingin pisah dari kalian. Aku tidak bisa hidup tanpa kalian. Mungkin di telinga kamu, aku terdengar tidak serius. Karena memang beginilah aku. Aku bukan seorang laki-laki yang pintar berkata-kata. "


" Terus, sebesar apa keinginan kamu itu? "


" Besar sekali. Bahkan sangat. Sebesar cintaku ke kamu. Aku ingin tetap membina rumah tangga sama kamu. Aku ingin kita memulai semuanya dari awal. "


Novia memejamkan matanya sesaat. Tapi dia belum bisa mengatakan apapun. Dia menunduk.


" Aku mohon, Novia. Beri aku satu kesempatan lagi. Aku janji, aku tidak akan mengecewakan kamu. " ucap Boby sambil memegang kedua tangan Novia.


Novia masih terdiam.


" Aku tahu kesalahanku memang susah untuk di maafkan. Tapi aku mohon Nov, maafkan aku. Aku janji sama kamu, selama hidup aku, aku hanya akan mencintai kamu. Juga anak kita. "


" Mas.. sebenarnya memang susah untuk melupakan kesalahan kamu yang dulu. Di sini mas, rasanya sakit sekali. " ucap Novia sambil menunjuk dadanya. Terdapat bulir air di sudut matanya.


Boby bagai tertusuk duri melihat istrinya kembali menangis karena kesalahannya.


" Aku sudah memaafkan kamu, dari dulu meskipun hatiku masih sakit. Tapi untuk melupakan semua... masih sulit meskipun sudah aku coba tiap hari. "


Hati Boby terasa mencelos mendengar kata-kata Novia. Iya, tentu saja sangat sulit melupakan yang namanya perselingkuhan. Boby hanya mampu memejamkan matanya sambil mendengarkan kata-kata Novia yang lain.


" Jadi.. jadi mas..."


***


bersambung dulu ya guys....


Tetap pantengin terus..akan segera author tulis kelanjutannya.

__ADS_1


__ADS_2