
" Aku sudah memaafkan kamu, dari dulu meskipun hatiku masih sakit. Tapi untuk melupakan semua... masih sulit meskipun sudah aku coba tiap hari. "
Hati Boby terasa mencelos mendengar kata-kata Novia. Iya, tentu saja sangat sulit melupakan yang namanya perselingkuhan. Boby hanya mampu memejamkan matanya sambil mendengarkan kata-kata Novia yang lain.
" Jadi.. jadi mas..."
Jantung Boby berdegup sangat kencang.
" Jadi mas, aku minta tolong sama kamu, bantu aku untuk melupakan semuanya. "
Boby terkejut dengan perkataan Novia yang barusan. Apa dia tidak salah dengar? Apa Novia benar-benar mengatakan hal itu? Apa dia sedang tidak berhalusinasi?
" Maksudnya?" tampang Boby sudah seperti orang b****. Dia seperti kehilangan kecerdasannya.
" Bantu aku mas. Aku tidak bisa melupakan kesalahanmu sendirian. Kamu harus bantu aku supaya aku bisa lupa. Tunjukkan semua rasa cintamu sama aku. "
" Ini artinya...artinya, kamu kasih aku kesempatan lagi untuk terus membina rumah tangga sama kamu?" tanya Boby dengan wajah sumringah.
Novia mengangguk pasti. Boby langsung memeluk tubuhnya. Tapi karena masih terkejut, Novia tidak membalas pelukan Boby.
Sadar kalau dia telah melakukan kesalahan karena memeluk istrinya tanpa permisi dulu, Boby melepas pelukan itu.
" Sorry...Aku terlalu bahagia. " ucap Boby sambil menyeka sudut matanya yang berair.
" Aku hanya kasih satu kesempatan. Kalau sampai kesempatan ini kamu lewatkan, jangan harap aku akan kembali. Aku akan langsung pergi jauh dari kamu mas. " ucap Novia sambil memperlihatkan wajah galaknya yang di buat-buat.
" Tidak akan. Cukup sekali aku melakukan kesalahan dan membuatmu menjauh. Aku sudah tahu rasanya. Aku tidak akan mengulanginya lagi, Sayang. " ucap Boby pasti.
Novia tersenyum kemudian mengalungkan tangannya ke leher Boby dan memeluk Boby erat. Boby pun membalas pelukan itu. Tak kalah erat.
Novia merasa lega. Beban berat yang di rasakan selama ini seakan langsung menguap menghilang. Lubang besar di hatinya juga sudah tidak ada lagi.
Begitu juga Boby. Dia juga merasa lega setelah berbulan-bulan seperti hidup enggan, matipun segan. Mereka berdua saling berpelukan melepas semua kerinduan yang mereka rasakan selama berbulan-bulan. Melepas rasa letih dan lelah yang ada di hati mereka. Melepas semua beban yang ada di hati juga di pikiran.
Tak terasa bulir-bulir air mata jatuh di pipi keduanya. Tapi bukan lagi air mata kesedihan dan kesakitan, melainkan air mata kebahagiaan. Boby menelusupkan wajahnya ke ceruk leher Novia yang tertutup dengan hijab.
" Terimakasih. Terimakasih banyak, sayang. " ucapnya sambil menangis tersedu-sedu.
Novia melepas pelukannya. Diikuti oleh Boby. Novia menghapus air matanya. Kemudian menghapus air mata suaminya.
" Gagah gagah kok nangis. Hem? Ntar gagahnya hilang. Gantengnya juga hilang. " ejek Novia sambil tersenyum manis.
" Biarin. Ini air mata kebahagiaan. Aku tidak akan malu jika menangis di hadapanmu. Sayang, terimakasih. Terimakasih telah memaafkan suamimu yang bodoh ini. Terimakasih telah mau memberiku kesempatan kembali. " ucap Boby sambil menatap lekat mata Novia.
Novia mengangguk sambil tersenyum hangat dan mengusap pipi suaminya yang masih basah karena air mata.
" Kita mulai semuanya dari awal. Dan aku minta, jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali. " ujar Novia yang juga menatap mata suaminya penuh cinta.
__ADS_1
" Iya sayang. Aku tidak akan melakukan kebodohan yang sama karena aku telah merasakan akibatnya. " jawab Boby sambil mengangguk dan menatap mata Novia juga penuh dengan cinta.
Kini mereka berdua sama-sama tersenyum. Kemudian Boby mengecup kening Novia lembut dan dengan durasi yang lama. Novia memejamkan matanya merasakan kecupan hangat dan penuh cinta dari sang suami.
" I love you my lovely wife. " ucap Boby ketika sudah melepas kecupannya.
" I love you too my handsome husband. " jawab Novia.
Boby mendekatkan bibirnya ke bibir Novia. Novia yang tahu kalau suaminya akan menciumnya, diapun menutup matanya. Bibir Boby menempel sempurna pada bibir Novia.
Ciuman yang lembut, dengan beberapa kecupan. Ciuman cinta tanpa adanya keterpaksaan. Ciuman kerinduan setelah waktu yang sangat lama mereka hanya saling merindu. Bibir yang saling merindukan karena lama tidak pernah saling bertemu dan merasa.
Bibir Novia terasa begitu lembut dan manis di bibir Boby. Begitu juga, bibir Boby juga terasa lembut dan hangat di bibir Novia. Bibir Boby menyapu habis bibir Novia.
" Sepertinya kamu sudah lebih pintar untuk berciuman, Sayang. Kamu sudah tidak menahan nafas jika sedang kucium. " goda Boby selepas bibir mereka saling terlepas.
Novia menampakkan wajah cemberut sambil mencubit perut Boby.
" Aw... Sakit sayangku. "
" Hizzz..mana terasa. Perutmu kan keras mas. Aku nyubitnya aja susah. " ujar Novia sambil memonyongkan bibirnya.
" Ha...ha..ha.." Boby tergelak. " Hanya kamu yang tahu kalau perutku keras, Sayang. Dan hanya kamu yang pernah merasakannya. " ucapnya sambil mengerlingkan matanya.
" Ck.!" Novia menanggapi dengan decakan dan beringsut melepas tangannya dari tubuh suaminya, hendak berlalu. Tapi dengan cepat Boby menggapai pinggangnya dan memeluk pinggang Novia erat.
Boby tertawa renyah melihat ekspresi Novia saat dia menggodanya.
" Senyum dong Yang. Aku rindu dengan senyuman manis dari bibirmu. Senyuman yang membuat aku selalu teringat kamu semenjak pertama kita bertemu. "
Novia menerbitkan senyum dari bibirnya yang di buat-buat.
" Jelek tahu kalau gitu." tambah Boby.
" Emang senyuman aku yang mana yang buat kamu teringat sama aku mas? "
" Mmmm senyuman yang terukir dari bibir kamu ketika pak Ahmad mengenalkan kita di sekolah dulu. "
" Oh ya? Kamu masih ingat? "
" Akan selalu ku ingat. " Boby kembali memeluk Novia.
Kini mereka saling berpelukan kembali.
" Berarti kita hari ini pulang kan sama Athar? "
Novia menggeleng. " Besok. " jawabnya.
__ADS_1
Boby spontan melepas pelukannya. " Kok besok? "
" Aku belum siap-siap mas. Lagian Athar juga masih diajak pergi sama mbak. Belum tahu pulangnya jam berapa. Besok aja, oke?"
" Tapi aku nggak bawa baju ganti Yang."
" Ya kan kamu bisa pulang, terus besok tinggal jemput kami lagi. "
" Nggak... nggak...mana bisa tidur aku..Kamu sama Athar di sini, aku di rumah. "
" Halah .. kemarin-kemarin juga gitu kan. "
" Kamu belum tahu yang. Aku tu nggak pernah bisa tidur nyenyak mulai kamu pergi dari rumah dulu. "
" Oh ya? Duh kasian suamiku. " ucap Novia sambil mengelus pipi suaminya.
" Ya udah, nanti aku tidur sini juga. "
" Kan kamu nggak bawa baju ganti. Masak iya mau tidur pakai kemeja gini? Mana udah di pakai seharian lagi. "
" Nggak masalah. Yang penting aku bisa tidur sama istri dan anakku. "
" Tapi bau mas. Bau asem. " goda Novia sambil menutup hidungnya dengan jarinya.
" Bilangnya bau asem baru sekarang. Berarti tadi nggak dong. Buktinya kamu mau aku peluk. Hem?"
" Iya deh. Nga..." ucapannya terpotong.
Tok..tok...tok .. bunyi pintu di ketuk.
" Nov, ajak suamimu makan dulu. Ibu udah selesai masak makan malam. " ucap ibu dari luar kamar.
Terganggu lah momen romantis Boby dan Novia.
" Iya Bu, bentar. " jawab Novia. " Yuk, makan dulu. Kamu kan baru datang dari luar kota. " ucap Novia bercanda.
" Gara-gara kamu sih. " Boby memencet hidung Novia.
Mereka berdua tergelak.
" Aku mau mandi dulu. Biar bau asemnya agak berkurang. " ucap Boby.
Novia berjalan mengambil handuk di dalam lemari untuk suaminya.
***
bersambung
__ADS_1
Sudah baikan mereka ya kak .. Jadi jangan lupa kasih boom like biar mereka terus bersama. .