
" Pak bos, maaf mobilnya belum juga diantar sampai hari ini. Mereka bilang untuk warna itu stok dari pabrik cuman dikit. Limited edition katanya. " tutur Remon.
" Oke. Nggak pa-pa. Aku nggak jadi kasih sekarang. Bulan depan aja. " jawab Boby masih berkutat dengan pekerjaan yang sudah berhari-hari di tinggalkannya.
"Motor istriku sudah di bawa ke rumah?"
" Maaf pak bos, tadi mau di bawa ke rumah, tapi Bu bos nyuruh nganter langsung ke sekolah. "
" Ya udah kalo gitu."
" Baik pak bos, saya mohon pamit dulu. " Remon pergi meninggalkan ruangan.
Boby mengambil ponsel yang ada di meja dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya masih tetap mengetik di laptop.
Kemudian dia menggeser layar untuk membuka kunci ponselnya. Mencari nomer telpon istrinya.
" Halo Assalamualaikum. "
" Waalaikum salam. Kamu kenapa nyuruh Remon nganter motor langsung ke sekolah?"
" Ya buat pulang lah nanti."
" Kan aku bisa jemput kamu."
" Mas, kantor kamu sama sekolahku kan jauh. Dua kali jalan jadinya. Lagian aku jam 2 udah pulang. Kalau kamu jemput, nanti bolak balik. Kamu harus balik ke kantor juga. "
" Nggak pa-pa. Aku masih bisa. "
" Udah lah mas. Masalah kayak gini aja jangan di bikin serius. Lagian sebelum nikah sama kamu, aku juga kemana mana sendiri. "
" Iya deh iya. Tapi kamu langsung pulang kan?"
" Mau mampir ke supermarket bentar. Mas, aku tutup dulu ya teleponnya. Aku harus masuk kelas sekarang. Assalamualaikum."
" Iya, waalaikum salam."
••••
Sore menjelang. Sepulang dari bekerja, Novia menyibukkan diri beberes rumah. Dan sekarang dia lanjut untuk memasak makan malam. Sudah tiga hari dia tinggal di rumah Boby. Dan selama tiga hari itu pula, mereka selalu makan di luar, kalau tidak ya pesan via go food. Hari ini dia ingin memasak makan malam untuk mereka berdua.
Selama tiga hari ini makan bareng sang suami, diapun memperhatikan makanan seperti apa yang di sukai dan makanan apa yang tidak di sukai.
Malam ini dia memasak sambal goreng rempela, chapcay, dan kerupuk udang. Setelah acara masak memasak selesai, dia mengirim pesan ke suaminya.
** Pulang jam berapa mas? isi pesan Novia.
Tak berselang lama, pesan terbalas.
** Ini udah mau otw.
Karena sang suami sudah dalam perjalanan pulang, Novia segera mandi.
Tepat pukul lima lebih lima menit, Boby sampai di rumah.
" Assalamualaikum..." sapa Boby ketika memasuki rumah.
" Waalaikum salam." jawab Novia dari dalam.
" Kok udah bau makanan. Kamu udah pesen buat makan malam?"
" Aku masak sendiri. "
" Kenapa harus repot-repot masak segala sih Nov. Kan bisa pesen aja. "
__ADS_1
" Lama-lama makan makanan dari luar nggak enak. Enakan masak sendiri. Lebih sehat. "
Boby berjalan menuju lemari es. Dia membuka pintunya untuk mengambil air putih. Dia agak terkejut melihat lemari esnya penuh. Berbagai sayuran, bahan masakan yang lain, sampai berbagai jenis camilan.
" Nov, kok jadi penuh gini lemari esnya? Emang mau masak sendiri sampai kapan?"
" Ya sampai batas waktu yang tidak bisa aku tentukan. Karena mulai sekarang, aku mau masak sendiri aja. Ya kalau sekali-sekali boleh lah makan di luar."
" Emang kamu nggak capek, habis kerja terus masak? Belum lagi harus nyuci baju segala. Kamu nggak mau pakai jasa laundry."
" Nggak lah mas. Ini kan tugas seorang istri. Karena untuk sementara, inilah yang aku bisa lakukan buat kamu."
" Aku nggak pernah minta kamu untuk melakukan ini semua. Kamu ada di sini aja aku udah bahagia. Dan aku juga nggak mau, istri aku yang cantik ini sampai kecapekan."
" Mas, kamu bilang kita harus berusaha dan saling membantu untuk menumbuhkan rasa cinta di hati kita. Ini salah satu usaha aku mas. Melakukan tugas aku sebagai seorang istri. Menjaga rumah tangga kita. Orang bilang, kalau kita sebagai istri rajin di rumah, masak, beberes rumah, maka suami pasti akan lebih kerasan tinggal di rumah."
" Nggak kamu masakin juga aku betah tinggal di rumah. Siapa yang nggak betah tinggal di rumah kalau punya istri kayak kamu."
" Gombal aja kamu mas. Kamu mau mandi dulu, apa mau makan sekarang?"
" Mandi aja dulu. Bau asem .."
" Oke..aku siapin dulu air hangatnya."
" Aku sendiri aja. "
" Mas..." Boby langsung terdiam. Karena memang sejak tinggal di rumah itu, Novia selalu melayaninya. Menyiapkan air untuk mandi, menyiapkan baju ganti, mencuci baju, dan masih banyak lagi.
Setelah tinggal di rumah itu, Novia mulai berpikir, bahwa ia sekarang sudah resmi menjadi istri Boby. Itu tidak bisa di pungkiri. Sekarang dia harus melihat saat ini dan masa depan. Harus melupakan masa lalu. Segalanya tentang masa lalu. Termasuk tentang Candra. Dia harus berusaha untuk mulai menerima Boby dalam hidupnya. Berusaha untuk mencintai suaminya supaya rumah tangganya langgeng.
Akhirnya Novia memutuskan untuk menjadi istri yang baik untuk Boby. Menjalankan tugasnya sebagai seorang istri. Menjadikan pernikahan ini sebagai salah satu bentuk ibadahnya.
Setelah kebutuhan untuk mandi siap semua, Boby bergegas untuk mandi. Ketika kegiatan mandi usai, terdengar adzan Maghrib berkumandang. Mereka memutuskan untuk sholat dulu baru makan.
Tok...tok...tok...Boby mengetuk pintu kamar Novia.
" Nov, boleh aku masuk?"
" Masuk aja mas."
Boby membuka pintu kamar dan duduk di sebelah Novia yang sedang membaca Al Qur'an.
" Ada apa mas?"
" Aku mau membaca Al-Qur'an. Maukah kamu menyimaknya? Siapa tahu aku salah dalam membacanya. Sudah cukup lama aku tidak membaca kitabku."
Novia menjawab dengan anggukan sambil tersenyum.
Kemudian Boby mulai membuka Al Qur'an dan membacanya. Novia dengan sabar menyimak dan sesekali membenarkan jika Boby salah dalam melafalkannya.
Tak terasa, terdengar adzan isya berkumandang. Mereka memutuskan untuk sholat berjamaah dengan Boby sebagai imamnya. Dan untuk seterusnya, mereka juga akan berusaha untuk selalu berjamaah jika mereka sedang bersama.
Setelah selesai berjamaah, mereka menuju ruang makan. Novia mengambilkan piring, kemudian menuangkan nasi dan lauk pauk ke atas piring Boby. Boby sangat tersanjung dengan perlakuan Novia terhadapnya. Walaupun tidak ada cinta di hatinya, Novia tetap melakukan tugasnya sebagai istri dengan baik.
Sembari makan, obrolan ringan tercipta di antara mereka. Makan malampun usai. Boby masuk ke kamar, kemudian tak berselang lama sudah kembali ke dapur. Dia menghampiri Novia yang sedang mencuci piring.
Boby membantu Novia meletakkan piring yang sudah selesai di cuci ke tempatnya. Karena piring-piring sudah tercuci semua, Novia beralih ke meja makan untuk mengelap meja.
" Duduk sini sebentar " ajak Boby.
Novia duduk di kursi sebelah Boby.
" Ini, kamu pegang. Kamu pakai buat keperluan kamu. " Boby memberikan sebuah goldcard yang dulu ia gunakan untuk membayar perhiasan untuk lamaran.
__ADS_1
" Nggak usah mas. " Novia menolak karena ia merasa tidak membutuhkannya.
" Nov, ini hak kamu sebagai istriku. "
" Gaji aku udah cukup buat keperluan aku mas. "
" Tapi kamu ini istri aku. Tanggung jawab aku. Kewajiban aku sebagai suami kamu adalah menafkahi kamu. Kamu gunakan ini untuk keperluan pribadi kamu, buat keperluan rumah. "
" Mas, Novia nggak mau kartu ini. Novia yakin isinya banyak banget. Novia takut hilang." ucap Novia mengingat waktu Boby membayar perhiasan dulu.
" Kalau hilang ya bikin yang baru lagi. Ayolah Nov, jangan membuat aku menjadi suami yang tidak bisa menafkahi keluarganya. Aku bekerja, buat kamu sekarang. Buat kita. Dan hasil kerjaku, gajiku, ada di sini. Jadi ini adalah hak kamu."
" Mas, mending kamu kasih aku uang cash aja kalau kamu ingin menafkahiku. Lagian kalau aku belanja ke pasar, kartu ini mana bisa di pakai. Entar mbok-mbok penjual sayur pada bingung."
Boby beranjak dari duduknya dan masuk ke kamar. Tak berselang lama, dia kembali.
" Ini, untuk belanja ke pasar. " Boby menyerahkan uang cash 5 juta ke Novia.
" Mau borong semua sayuran di pasar mas pakai uang sebanyak ini."
" Kamu ini bikin bingung tahu nggak sih. Udah, kamu pegang aja uangnya. Tadi kamu bilang mau cash kan?"
Novia menimbang-nimbang. Akhirnya dia mengambil 2 juta dari uang tersebut. Daripada suaminya kesal.
" Aku ambil ini aja. Ini udah cukup buat belanja sayur sebulan."
" Oke. Tapi tetap kamu simpan kartu ini. " Boby sangat memaksa.
" Iya deh... lumayan bisa beli apa aja. Jarang-jarang ada suami baiknya kayak gini. Tapi entar kalau isinya habis, jangan marah-marah." ucap Novia becanda sambil mengambil kartu itu.
" Kamu tenang aja, bulan depan aku isi lagi. Setiap awal bulan akan ada uang masuk."
" Mas, emang berapa isi kartu ini?"
" Sekitar lima milyar lah." jawab Boby enteng.
" What???" betapa terkejutnya Novia mendengar isi dari kartu itu. Dia menutup mulutnya karena terkejut.
Boby tersenyum melihat ekspresi kaget sang istri.
" Udah, kamu simpan sana. "
Dengan ragu, Novia mengambil kartu tersebut dan dibawanya ke kamar. Saat sampai di depan pintu, dia berbalik.
" Mas, besok aku minta ijin, sehabis kerja, aku mau menjenguk muridku. "
" Muridmu ada yang sakit?"
" Iya mas. Dia Dennis. Temannya bilang sudah beberapa hari ini dia tidak berangkat ke sekolah. Menurut ijinnya dia sakit. Kalau di hitung-hitung, dia tidak masuk sekolah setelah dia datang ke rumahku dulu."
" Aku antar. Kamu jangan pergi sendiri."
" Nggak usah mas. Aku bisa pergi sendiri. Kamu kan juga sibuk. "
" Nggak. Pokoknya aku antar. Feeling agak tidak enak setelah kamu bilang anak itu. "
Noviapun hanya bisa menyetujuinya. Mungkin benar apa yang di bilang suaminya. Bisa saja ada kejadian yang tidak bisa dia atasi sendiri.
****
bersambung
Aku tunggu komennya ya kak...juga like nya..🙏🙏
__ADS_1