
" Suaminya mana Bu, kok sendirian?" tanya dokter Dea.
" Maaf dok, suami saya sedang di luar kota. " jawab Novia berbohong.
Dokter Dea tersenyum. " Ayo Bu silahkan. Saya periksa. "
Novia mengikuti dokter Dea ke tempat periksa. Dia merebahkan tubuhnya di ranjang yang sudah di sediakan.
Dokter Dea mulai memeriksa kandungan Novia menggunakan USG. Terlihat di layar, janin Novia sudah berbentuk manusia. Sudah terlihat kepalanya, tangannya, kakinya.
Novia meneteskan air matanya melihat bayi yang ada di dalam kandungannya.
" Usia kandungan ibu sekarang sudah 12 minggu. Sudah 3 bulan ya Bu. Kepalanya sudah terbentuk, tangan dan kaki juga. "
" Kondisinya bagaimana dok?"
" Kalau di lihat dari berat badannya, agak kurang ya bu. Seharusnya beratnya sekarang kurang lebih 2.5 gram. Tapi janin ibu baru 1.9 gram. "
" Apakah akan sangat berpengaruh pada perkembangannya secara keseluruhan dok?"
" Kalau sekarang sih tidak. Tapi kalau sudah 7 bulan tapi beratnya masih kurang, itu baru bermasalah. Yang penting sekarang ibu harus meningkatkan nutrisi. Makan makanan yang bergizi. "
Dokter menyudahi pemeriksaan USG. Novia bangkit dari rebahannya, kemudian berjalan duduk di tempat praktek dokter.
" Yang penting lagi yang harus ibu perhatikan adalah emosi ibu. Saat seorang wanita sedang hamil, emosi harus di perhatikan. Jangan terlalu banyak berpikir berat. Hal itu bisa berpengaruh terhadap perkembangan janin. "
" Iya dok. "
__ADS_1
" Berat badan ibu juga kurang. Tekanan darah ibu juga agak tinggi. Ibu jangan stress. Bisa berpengaruh ke janin. Semua yang terjadi pada ibu, itu juga akan berpengaruh terhadap perkembangan janin yang di kandungan ya Bu. "
Novia mengangguk.
" Masih mengalami morning sickness?"
" Masih dok. Setiap pagi mual dan muntah masih saya alami. "
" Seharusnya kalau kandungan sudah tiga bulan, morning sickness yang di alami ibu hamil akan berkurang. Mungkin ibu sedang banyak pikiran ya."
" Iya sih dok. " jawab Novia malu-malu.
" Sebaiknya ibu lebih memikirkan bayi ibu saja. Untuk masalah yang lain, di lupakan dulu. "
" Iya dok. Saya usahakan. "
" Baiklah, saya tambahkan vitamin ya bu. Saya juga menambahkan sedikit penambah nafsu makan. "
Saat pergi ke rumah sakit tadi, Novia diantar oleh Remon. Tapi dia menyuruh Remon meninggalkannya karena dulu waktu pertama kali dia periksa, antrian sangat banyak. Jadi dia khawatir jika sekarangpun demikian.
Ternyata pemeriksaan saat ini malah cepat selesai. Karena antrian tidak sebanyak dulu. Novia awalnya ingin menghubungi Remon supaya menjemputnya. Tapi tidak jadi karena kasihan mungkin Remon baru sampai di kontrakannya.
Akhirnya Novia memutuskan untuk memesan taksi online. Tidak lama setelah dia memesan lewat aplikasi, taksi yang di pesannya datang. Novia bergegas naik ke mobil.
Di tengah perjalanan, Novia merasa lapar dan sangat ingin makan chicken katsu yang ada di P mall. Diapun meminta ke sopir taksi untuk mengantarkan ke P mall.
" Pak, kita tidak jadi ke alamat tadi. Antarkan saya ke P mall aja ya pak. "
__ADS_1
" Baik mbak. "
Sopir memutar arah. Tak berselang lama, sampailah mereka di P mall. Novia segera membayar ongkos taksi dan turun dari taksi itu. Dia berjalan masuk ke mall kemudian menaiki eskalator. Perutnya sudah terasa sangat lapar.
Saat hendak naik eskalator untuk ke lantai berikutnya, Novia melihat gamis untuk ibu hamil di salah satu store di mall itu. Dia merasa tertarik. Dielusnya perutnya yang sudah tidak rata lagi. Dia ingat kalau bajunya banyak yang sudah tidak muat.
Akhirnya Novia memutuskan masuk ke store itu. Store yang menjual pakaian untuk wanita hamil. Berbagai model baju hamil ada di situ. Mulai yang seksi sampai yang tertutup.
Novia memilih dua baju yang di rasanya cocok untuk dirinya. Setelah memilih, dia menuju ke kasir dan membayar baju tersebut.
Dengan menenteng paper bag dan memegang perutnya seakan-akan dia sedang pergi jalan-jalan dengan anaknya, Novia berjalan keluar dari store.
Ketika dia hendak menaiki eskalator untuk naik ke lantai berikutnya, dia seperti melihat seseorang yang sangat di kenalnya sedang menaiki eskalator turun.
' Mas Boby...' batin Novia. ' Apa benar itu kamu mas?' tambahnya. Karena penasaran, Novia memutuskan mengikuti laki-laki yang terlihat seperti suaminya itu.
Saat ini, Novia sedang mengikuti suaminya yang sedang jalan bersama seorang perempuan cantik, sexy, tubuhnya tinggi semampai bak model. Rambutnya yang panjang di biarkan terurai. Boby dan perempuan itu berjalan dengan bergandengan tangan dan sesekali mereka tertawa bahagia. Dan terkadang juga, si perempuan bergelayut manja di lengan Boby.
Sebenarnya Novia sudah tidak kuat melihat pemandangan itu. Tubuhnya terasa lemas. Hatinya begitu sakit bagai tertusuk ribuan duri. Tapi dia tetap berusaha kuat mengikuti kemana suaminya berjalan untuk memastikan apakah laki-laki yang sedang bergandengan mesra dengan seorang perempuan itu benar suaminya apa tidak.
Air mata sudah tidak bisa dia tahan. Sambil berjalan, sesekali dia menyeka air mata yang jatuh di pipinya.
Pikiran dan hatinya berkecamuk. Kalau benar itu adalah suaminya, betapa teganya suaminya itu bermesraan dengan perempuan lain sedangkan istrinya sedang mengandung buah hati mereka. Betapa teganya suaminya membiarkan dia memeriksakan sendiri kandungannya.
Apakah benar itu kamu, mas?? batin Novia sambil terus mengikuti laki-laki itu.
****
__ADS_1
bersambung
Tolong di like ya kak.... komennya juga author tunggu...🙏🙏