
" Kamu nggak balik ke Semarang, Bob? " tanya Bu Vera ketika selesai makan malam.
" Nggak lah ma. Anak sama istri Boby kan di sini. "
" Terus, perusahaan konstruksimu gimana? Kamu itu bertanggungjawab atas hidup karyawan kamu lho. Jangan lepas tanggung jawab. "
" Iya, ma. Boby tahu. Makanya perusahaan Boby serahin si Andre sama Remon. "
" Nggak semua kerjaan bisa mereka handle. Andre kan bukan lulusan arsitektur kayak kamu. Remon juga. Terus kalau ada klien baru gimana? "
" Kalau perlu design, gambar, tetep Boby yang handle. Boby kirim soft copynya ke Andre. "
" Tadi mama denger, ada klien baru yang mau ketemu kamu. "
" Hah?? Darimana mama tahu? " tanya Boby terkejut karena dia merasa tidak menceritakan pada siapapun.
" Ya mama denger lah. Klien besar kan? Tapi kamu lepas gitu aja. "
Flash back on
" Bob, lo balik lah ke Semarang bentar. " ucap Andre di seberang.
" Kan gue udah bilang, gue balik ke Semarang, kalau bini gue udah ngajakin balik. "
" Gue tahu..Lo ngerasa bersalah atas sikap lo dulu. Lo nggak pengen ninggalin istri sama anak lo. Tapi kan ini urusan kerjaan, bro. Proyek gede lho ini. 700 M bro... Klien cuma pengen ketemu lo bentar. Kalau udah selesai, Lo bisa balik ke Jakarta lagi. "
" Gue nggak bisa, dodol. Kalau lo nggak bisa menghandle, kita lepasin aja proyek itu. "
" Ihhhh...gedek gue lama-lama bicara sama Lo. Kliennya itu, maunya ketemu langsung sama Lo, dodol... Kalau urusan yang lain, gue bisa handle semua. "
" Gue nggak bisa. Lo ngertiin gue dong. Ya udah gue tutup dulu teleponnya. Gue mandiin si gembul. "
Tut...Tut. Tut... panggilan di akhiri secara sepihak.
Flash back off
" Ya udah, kalau kamu nggak mau urus perusahaan kamu yang di Semarang, kamu urus tuh, kerjaan yang ada di sini. Mama mau menikmati waktu mama sama cucu kesayangan mama. "
" Ma, ya nggak bisa gitu dong ma. Boby di sini kan karena Boby nggak pengen ninggalin Novia sama Athar ma. Kalau Boby di suruh ngantor, percuma dong ma. " protes Boby
" Terus, kamu cuma mau nganggur aja gitu? Kalau kamu nganggur, anak sama istri kamu, mau kamu kasih makan apa? Hah??" tanya Bu Vera dengan sedikit emosi.
" Tabungan Boby masih banyak mama. Masih lebih dari cukup kalau cuma buat kasih makan istri sama anak Boby. " jawab Boby enteng.
__ADS_1
" Terus...besok siapa yang mau sekolahin Athar? Emang kamu nggak pengen, anak kamu bisa sekolah tinggi? Sekolah itu mahal lho. "
" Lha kan masih ada hotel sama mall kita ma. "
Bu Vera mengambil nafas panjang. Kesel juga ngomong sama anaknya ini.
" Terus...gimana juga nasib adik-adiknya Athar kelak? Kamu tentunya mau punya anak lagi kan? "
Novia yang saat itu sedang berada di dekat pintu, spontan kaget mendengar pertanyaan mertuanya. Yah, memang sedari tadi Novia mendengar semua percakapan anak dan ibu itu. Awalnya dia ingin ke ruang makan. Tapi karena mendengar sedikit adu argumen, akhirnya dia memutuskan untuk tidak ke ruang makan.
" No, ma. I will not make my wife getting pregnant again. Athar aja udah cukup. Boby nggak bisa lihat Novia seperti kemarin lagi ma. Cukup sekali aja lihat Novia seperti itu. Boby bakal minta Novia ikut program KB aja. " jawab Boby sambil bergidik mengingat kondisi Novia.
" Menantu mama nggak akan mengalami kondisi seperti kemarin, kalau bukan gara-gara kelakuan kamu yang minus. "
" Ma, udah dong ma. Jangan diungkit lagi. Cukup Novia aja ma yang belum bisa ngelupain hal itu. "
" Ya jelas aja lah, Novia belum lupa. Karena kamu memang keterlaluan. Belum lagi sekarang. Mama yakin, istri kamu pasti tambah kesel sama kamu karena kamu nggak mau kerja. Perempuan mana yang suka punya suami pengangguran."
" Ma, Boby bukan pengangguran. "
" Sekarang belum. Bentar lagi iya. Jangan nangis-nangis ke mama kalau Novia milih ninggalin kamu dan balikan sama Candra karena Novia nggak mau punya suami pengangguran kayak kamu. "
Deg!
Novia hanya tersenyum mendengar perkataan mertuanya.
Boby Mengacak-acak rambutnya kesal. Khawatir juga kalau sampai Novia ninggalin dia cuma karena dia menganggur.
Tut...Tut...bunyi panggilan tersambung.
" Halo, Bob." jawab orang di seberang.
" Kapan janji ketemu sama klien baru kita? Belum lo cancel kan? "
" Besok siang jam 1. "
" Siapin semua. Gue ambil penerbangan paling pagi besok. "
" Siap bos. Gue yakin lo pasti berubah pikiran. Makanya nggak gue cancel jadwal temunya. Oke. Gue bakal siapin berkas-berkas dan materi buat besok. Gue juga bakal email ke lo materinya. Biar bisa lo pelajari. "
" Hm. "
Panggilan di akhiri. Rupanya Boby berubah pikiran dan menghubungi Andre.
__ADS_1
Siang hari hingga malam, Boby menempel saja sama Athar. Sampai-sampai si kecil itu kehilangan waktu tidur sorenya. Karena sang papa selalu saja mengganggu.
" Mas, kamu bisa nggak sih, jangan ganggu Athar?" protes Novia karena dia merasa sebal dengan suaminya.
" Aku nggak ganggu, yang. Aku cuma ajakin main. Besok aku harus ke Semarang. Jadi nggak ketemu sama Athar sama kamu. "
Ah, rupanya Boby juga punya maksud terselubung. Selain ingin menempel sama anaknya, dia juga ingin menempel sama istrinya. Karena dia tahu, Novia tidak akan berada jauh dari Athar kalau anak itu tidak tidur.
" Kayak mau pergi setahun aja. " gumam Novia, tapi tetap bisa di dengar Boby.
" Emang. Nggak ketemu kalian sehari aja rasanya setahun. "
" Beh.. gombal... kemarin aja berbulan-bulan nggak pa-pa. "
Boby langsung terdiam jika Novia sudah membahas yang lalu. Kalau dia menjawab sedikit saja, pasti akan ada pertengkaran yang ujung-ujungnya, Novia akan kembali mendiamkannya.
••••
Pagi menjelang.
Boby telah bersiap-siap semenjak pagi buta. Dia akan berangkat dengan pesawat jam 7 pagi.
" Sayang, papa pergi dulu ya. Jangan nakal, dan jangan nyusahin mama, oke? " ucap Boby ke Athar yang sedang dalam gendongannya. Dia mengecupi seluruh wajah Athar tanpa kecuali.
" Sayang, aku pergi dulu. Doain kerjaanku lancar ya. Dan proyeknya benar-benar jatuh ke tanganku." pamit Boby ke Novia.
" Hm. " Novia berdehem untuk menjawab tanpa melihat ke arah Boby.
Kemudian Novia mengambil Athar dari gendongan papanya. Mereka berjalan keluar dari dalam kamar.
Sampai depan rumah, terlihat mobil dan sopir yang akan mengantar Boby ke bandara telah siap.
Novia menyalami Boby sebagai hormat dia pada suami. Tapi yang biasanya dia mencium punggung tangan suaminya ketika sang suami hendak bepergian, kini tidak dia lakukan. Dan ketika Boby mencondongkan tubuhnya untuk mengecup keningnya, Novia menggeser tubuhnya ke belakang sehingga Boby tidak bisa mencium keningnya.
Boby hanya bisa menarik nafas dalam-dalam mendapat penolakan dari Novia. Dia mengusap wajahnya kasar. Semua memang karena kesalahannya.
" Aku pergi dulu. Assalamualaikum. "
" Waalaikum salam. " jawab Novia.
****
bersambung
__ADS_1