Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
117. Seratus tujuh belas


__ADS_3

Satu minggu waktu berlalu. Hubungan antara Boby dan Novia masih sama. Boby masih tetap berusaha mendekati Novia kembali. Tapi Novia masih tetap sama. Dia belum bisa membuka hatinya kembali untuk suaminya.


Novia tahu, sikapnya terhadap sang suami itu salah. Dosa besar pastinya karena tidak menghiraukan suaminya. Tapi hatinya masih terasa sakit dan kecewa mengingat kelakuan suaminya dulu.


" Aku mau pulang ke Semarang. " ucapnya sore itu kepada sang suami.


Boby yang mendengar merasa bahagia pastinya. Dia memang sudah lama menunggu ajakan Novia untuk kembali ke rumah mereka. Paling tidak, dia bisa bekerja lagi. Dan satu hal lagi yang membuatnya senang. Mereka akan memulai rumah tangga barunya di Semarang nanti.


" Benar? Kamu mau kembali ke Semarang? "


" Hm. Kamu bilang sama mama. "


" Oke, sayang. Aku bilang ke mama sekarang. "


Boby segera berlalu untuk menemui sang mama. Setelah mencari mamanya kesana kemari akhirnya dia menemukan sang mama sedang di rumah belakang ngobrol dengan bi Sumi.


" Ma.." panggil Boby.


Bu Vera yang di panggil langsung mendongak. Boby mendekat ke mamanya.


" Boby mau bicara sebentar. "


" Ada apa? Sepertinya serius. "


Boby ikut duduk di depan halaman rumah belakang.


" Gini ma. Boby mau minta ijin sama mama, mau bawa Novia sama Athar pulang ke Semarang. "


" Ha? " Bu Vera dan bi Sumi terkejut mendengar perkataan Boby


" Kok mendadak? Emang istri kamu mau kamu ajak pulang? "


" Novia mau kok ma. Rumah kami yang di Semarang sudah kosong terlalu lama."


" Tapi Bob. Masak kalian mau ninggalin mama sendiri? " Bu Vera mulai merajuk.


" Mama dulu juga sendiri. Ayo lah ma..." rengek Boby.


" Tapi kan...Mama udah terlanjur biasa di rumah di temeni kalian. Sepi jadinya nggak ada tangisan Athar. " kini mata Bu Vera mulai berkaca-kaca.


Boby memeluk mamanya. " Ma, mama bilang Boby nggak boleh jadi pengangguran. Kalau kami di sini terus, Boby beneran jadi pengangguran dong ma. ".

__ADS_1


" Kamu kan bisa urus usaha keluarga kita. Mama juga udah tua. Udah saatnya mama istirahat. "


" Siapa bilang mama udah tua? Hem?" goda Boby. " Mama masih muda. Masih cantik. Masih gesit. Bahkan kalau mama mau punya suami lagi, mama masih pantas. "


" Ck! " Bu Vera berdecak sebal mendengar penuturan anaknya.


Sudah sejak lama, Boby memperbolehkan mamanya itu menikah lagi. Bahkan menyuruh malah. Asal dengan laki-laki yang baik. Tapi Bu Vera selalu menolak. Dia akan selalu setia dengan almarhum suaminya. Papanya Boby.


" Hilang cantiknya ma kalau cemberut. Tuh, keriputnya kelihatan. " goda Boby sambil menunjuk daerah bawah mata mamanya.


Bu Vera menepis tangan Boby.


" Maksud mama itu, kamu kapan bakal ngurus usaha papa ? "


" Besok ma. Besok Boby janji bakalan urus itu semua. Kalau usaha yang Boby dirikan yang di Semarang, sudah ada yang bisa menghandle 100%. Kan mama tahu, Andre sama Remon nggak bisa. Karena mereka bukan arsitektur. "


" Besoknya itu kapan? "


" Habis ini, Boby bakalan cari pemuda yang berbakat yang mau kuliah jurusan arsitek, terus bakalan Boby gembleng. "


" Lama dong..."


Bu Vera diam nampak berpikir. Semenit, dua menit, lima menit.


" Ya udah deh. Iya. Boleh. " akhirnya Bu Vera buka suara.


" Makasih mamaku yang cantik. " Boby mengecup pipi Bu Vera.


Setelah mendapat ijin dari mamanya, Boby segera kembali ke kamar dan mengatakannya kepada Novia. Di luar dugaan, Novia mengajak secepatnya pulang. Padahal Boby mikirnya, masih semingguan lagi Novia mau pulang. Tapi ternyata, Novia mengajak esok hari langsung pulang ke Semarang.


Boby segera menelepon asisten mamanya untuk mencarikan tiket pesawat ke Semarang untuk esok hari. Dia juga menelepon bi Susi untuk membersihkan rumah, mengganti sprei kamar dan mempersiapkan semuanya untuk menyambut kedatangan Athar dan Novia.


Malam itu Novia mempacking semua baju-bajunya, juga baju-baju Athar. Boby mempacking beberapa mainan yang di sukai anaknya.


Pagi jam 9 pagi, Novia, Boby, Athar telah berpakaian rapi karena mereka harus segera ke bandara. Pesawat yang akan mereka tumpangi jam 11 sudah take off. Jadi mereka harus berangkat sekarang mengingat perjalanan dari rumah ke bandara membutuhkan waktu setengah jam, belum lagi kalau macet.


Drama kecil terjadi ketika mereka berpamitan. Bu Vera menangis tersedu-sedu sambil memeluk cucu satu-satunya.


" Ma, sudah dong ma. Kita bisa ketinggalan pesawat ini. "


" Athar di sini aja sama oma ya. Biar mama sama papa kamu bikin lagi buat nemenin mereka. "

__ADS_1


What? Ampun deh mertuaku... batin Novia.


" Mama, secepatnya kami pasti kesini lagi jengukin mama. " kini Novia yang angkat bicara. " Kalau Athar di tinggal di sini, minumnya gimana dong? Kan Athar nggak mau susu formula. "


Rupanya omongan Novia manjur. Bu Vera melepas pelukannya di tubuh Athar. Kemudian menyerahkannya ke Novia.


" Iya deh. Oma mengalah. Jangan nakal ya cucu oma." ucap Bu Vera sambil mencium pipi Athar.


" Kami berangkat ya ma. " pamit Novia sambil mencium punggung tangan mertuanya, kemudian mencium pipi mertuanya kanan kiri.


Boby juga melakukan hal yang sama.


Setelah acaranya peluk-pelukan, mereka segera memasuki mobil dan melakukan perjalanan menuju bandara Soekarno-Hatta.


Setelah satu jam perjalanan, sampailah mereka di bandara. Jalanan macet sekali sehingga mereka baru bisa sampai di bandara setelah satu jam. Boby menggendong Athar di tangan kirinya. Dan tangan kanannya mendorong koper. Untuk barang bawaan yang lain sudah sampai di bandara terlebih dahulu.


••••


Jam 12.30 pesawat mendarat di bandara Semarang. Athar tertidur pulas di gendongan papanya.


Remon telah menunggu mereka di tempat tunggu.


" Halo, bos. " Remon menganggukkan kepalanya ke Boby. " Halo Bu bos. Dan halo anak bos. " ganti Remon menyapa Novia.


" Bang Re, Novia nggak suka ya di panggil gitu. "


" Iya...hehehe...mbak..." Remon menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Ya udah ayo kita pulang. " ajak Boby.


" Aku mau pulang ke rumah ibu. " ucap Novia.


Jeddarrrr....bagai ada petir menyambar hati Boby.


****


bersambung


Jangan lupa like dan vote nya ya para reader's ku ...


Jangan khawatir untuk para reader'sku, insyaallah author bakal kasih ending bahagia kok...💕💕

__ADS_1


__ADS_2