
Sudah genap satu bulan Novia koma. Tidak perubahan sama sekali dalam jangka waktu itu. Segala macam cara sudah di lakukan oleh pihak medis. Dia pun selalu di panjatkan oleh keluarga Novia. Bahkan teman-teman yang dari kampung sampai mengadakan acara berdoa bersama untuk kesembuhan Novia. Pihak sekolah tempat kerja Novia juga melakukan hal yang sama. Hampir tiap hari setelah apel pagi, seluruh guru, murid, beserta staf karyawan memanjatkan doa bersama untuk kesembuhan Novia.
Orang tua Novia juga sudah tiga kali menjenguk Novia ke Jakarta. Andre dan istrinya juga setiap akhir pekan, mereka pasti akan ke Jakarta hanya sekedar untuk mengajak ngobrol Novia tentang banyak hal yang terjadi di Semarang.
Remon, bi Susi, juga Candra telah datang ke Jakarta pula. Boby berharap dengan kedatangan Candra, Novia mau bangun dari tidur panjangnya. Boby berjanji jika memang dengan kedatangan Candra, istrinya itu mau bangun, maka dia akan rela ikhlas Novia meninggalkannya dan kembali bersama dengan Candra. Asalkan istrinya itu sadar. Tapi hasilnya tetap nol besar. Candra menunggui selama dua hari dua malam tapi Novia tetap tidak mau bangun.
Tubuh Novia semakin kurus. Siang dan malam Boby tidak pernah meninggalkannya. Dia benar-benar merawat Novia dengan baik. Mulai dari membersihkan badan Novia, memotong kuku nya, menyisir rambut, mengajaknya ngobrol, sampai sholat berjamaah pun dia lakukan dengan Novia. Dokter mengatakan kalau hati dan pikiran Novia itu sadar. Jadi dia berharap, Novia akan tahu jika dia mengajaknya sholat berjamaah.
Selama satu bulan tinggal di rumah sakit, Boby hanya dua kali melihat anaknya. Itupun karena mamanya yang membawanya ke rumah sakit. Kondisi bayi Novia sudah benar-benar sehat. Tapi sayangnya bayi mungil itu tidak mau minum susu formula. Dia hanya mau minum ASI. Dan sungguh keajaiban, ASI Novia keluar setelah tiga hari habis melahirkan. Dan tidak tanggung-tanggung, ASInya itu keluar banyak. Jadi si kecil tidak pernah kekurangan ASI.
Hampir tiap hari Bu Vera datang ke rumah sakit untuk mengambil persediaan ASI untuk cucunya. Suster selalu membantu Boby memeras susu untuk si kecil.
" Boby, gimana keadaan Novia? " tanya Bu Vera ketika beliau memasuki ruangan.
" Mama." jawab Boby sambil mencium telapak tangan Novia. " Masih sama ma. "
Bu Vera mendekat ke ranjang Novia. Mengecup singkat kening menantunya.
" Mama mau ambil ASI si kecil? "
__ADS_1
" Iya. Si kecil minumnya banyak banget. Stok yang kemarin aja udah habis tadi pagi. Makanya ini mama kesini siangan. "
" Terus si kecil minum apa ma kalau stok ASI nya habis? "
" Dia mau minum air putih lho. Wah, suka banget dia. "
" Kasihan si kecil ma. Kapan dia bisa merasakan pelukan mamanya? "
" Tidak hanya mamanya. Tapi papanya juga. Kamu kapan pulang melihat anak kamu? "
" Boby pasti akan pulang ma. Memeluk si kecil. Tapi kalau Novia sudah sadar. Boby akan memeluk si kecil bersama dengan mamanya. " ucap Boby sambil menatap dalam Novia dan memegang tangannya.
Boby berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ke lemari es. Dia mengambil ASI yang sudah di persiapkan sejak pagi.
" Ma, ini susu buat si kecil. Kalau besok pagi stoknya udah habis lagi, mama suruh mang Asep kesini buat ambil. Biasanya sore suster udah ambil ASI nya Novia. Kasihan si kecil ma kalau di kasih air putih. "
a" Kamu jangan salah. Air putih itu justru sehat lho. Anak kamu itu persis kayak kamu waktu bayi. Kamu dulu juga kalau minum maunya cuma ASI sama air putih. Nyatanya...kamu sehat kan sampai sekarang? "
" Iya ma...iya. Ini ASI nya. "
__ADS_1
" Waduh...mama malah lupa bawa botol yang kosong. " Bu Vera menepuk jidatnya.
" Nggak pa-pa ma. Di sini masih kok botol yang kosong. Kalau cuma buat persediaan nanti masih cukup. Besok aja kalau mang Asep kesini suruh bawa. "
" Oh, ya udah kalau gitu mama pulang dulu. Biar si kecil cepet bisa minum susu. "
" Iya ma. Hati-hati ya ma. Maaf Boby nggak bisa nganter ke bawah. Kasihan Novia kalau harus sendirian. "
" Iya nggak pa-pa. "
Bu Vera menatap Novia kembali. " Mama pulang dulu ya nak. Kasihan si kecil belum minum susu. Mama harap, besok mama kesini kamu udah buka mata. " ucap Bu Vera kemudian mencium kening Novia.
" Mama pulang ya. Assalamualaikum. " ucap Bu Vera ke Boby sambil menepuk pundak Boby.
" Waalaikum salam ma. " jawab Boby sambil mencium punggung tangan mamanya.
****
bersambung
__ADS_1