Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
13. Perhatian


__ADS_3

" Assalamualaikum.." sapa Novia setelah masuk ke mobil dan duduk di kursi sebelah kursi sopir.


" Waalaikum salam.. Kita jalan sekarang?" tanya Boby sambil tersenyum hangat ke arah Novia. Novia menjawab dengan anggukan.


Boby mulai menghidupkan mesin mobil, mulai menginjak pedal gas pelan. Mobilpun mulai berjalan pelan-pelan dan kemudian berjalan dengan kecepatan rata-rata.


Hanya ada percakapan ringan di dalam mobil. Terkadang Boby mencuri pandang ke arah Novia dengan melirikkan matanya.


Dengan pakaian santai seperti ini, dia terlihat kayak anak ABG. Nggak nyangka kalau dia seorang guru. batin Boby sambil menarik kedua ujung bibirnya tipis.


Ketika melewati daerah pertokoan, Boby membuka suaranya kembali.


" Kamu udah bawa topi?"


" Emang perlu? " tanya Novia balik sambil memutar sedikit tubuhnya sehingga dia bisa menghadap Boby yang sedang menyetir.


Ganteng banget ternyata mas Boby ini. Ups! Novia segera tersadar dengan arah pandangnya. Hari itu Boby mengenakan celana jeans dan hem dengan lengan yang di tekuk sampai ke siku. Dan tidak lupa, kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya. Menambah aura ketampanan seorang Boby.


" Di lokasi kan pasti panas. Tunggu bentar kalau gitu. " Boby menepikan mobilnya di depan sebuah toko.


" Kita turun dulu sebentar. " ajak Boby.


" Ngapain? " Novia masih tampak bingung.


Boby membuka pintu mobil dan melangkah keluar. Sedangkan Novia masih duduk di jok mobil dengan manisnya.


Tok...tok...tok...bunyi kaca mobil di ketuk. Terlihat Boby mengayunkan tangan ke arah Novia untuk supaya Novia segera keluar.


Tak lama kemudian, Novia turun masih dengan tatapan yang tidak mengerti. Dia mengikuti kemana Boby berjalan.


Oh, ternyata Boby ingin membeli topi untuk Novia.


" Kita beli ini, untuk kamu " jelas Boby sambil menunjuk ke arah topi.


" Ini kayaknya pas buat kamu. " ucap Boby sambil mengambil sebuah topi dan memakaikannya ke kepala Novia.


Novia jadi agak canggung dan salah tingkah dengan perlakuan Boby.


" Nggak usah beli topi segala lah mas. Aku kan udah pakai kerudung. "


" Tetep aja ntar kamu kepanasan. Mana hari ini cuacanya panas banget lagi. Udah aku bilang, ntar kamu gosong, terus nggak ada yang mau gimana? "


" Haizzz...siapa bilang nggak ada yang mau. Yang mau sama aku mah banyak...Ngantri..." jawab Novia sambil mencibirkan bibir bawahnya ke arah Boby.


Ih, jadi gemes.. pingin nyium. ngapain juga tuh bibir di monyong-monyongin. Ya Tuhan, ada apa dengan pikiranku??? batin Boby sambil senyum tipis.


Dasar nih otak...!! umpat Boby.


Untuk menghilangkan pemikiran yang tidak-tidak, Boby segera meraih sebuah kacamata hitam yang modis dan dipakaikan ke Novia juga.

__ADS_1


" Buat apa lagi ini? "


" Biar nggak silau. "


Dari luar toko, terlihat seseorang sedang memperhatikan mereka. Udara menjadi semakin panas rasanya.


Tak berselang lama, setelah Boby membayar topi dan kacamata Novia walaupun dengan ada drama berebut untuk membayar, akhirnya mereka keluar dari toko masih dengan bercanda.


Sampai di luar, Novia bertemu dengan Candra.


" Eh, mas Candra. Di sini juga." sapa Novia dengan sedikit salah tingkah. Takutnya Candra salah paham terhadap dirinya dan Boby.


" Iya dik Nov.. Kebetulan lewat, terus ibu minta di beliin juice. Dik Nov sendiri mau kemana? Apa habis darimana? Bukannya kalau hari Sabtu dik Nov libur ya? " tanya Candra sengaja memperlihatkan perhatiannya ke Novia dan sambil melihat ke arah cowok yang di sebelah Novia.


Siapa lagi nih cowok. Kemarin, ada muridnya yang tatapannya juga seperti ini. Jangan-jangan apa yang tadi di katakan Novia bener. Banyak cowok yang ngantri. batin Boby geram.


Ini kan cowok yang aku lihat kemarin dulu lagi makan siang bareng dik Novia. batin Candra dengan emosi.


" Oh iya mas. Ini Nov mau ke lokasi proyek pembangunan sekolah yang baru. Kebetulan Novia lupa nggak bawa topi. Jadi mampir beli topi dulu. Pasti panas kan ya disana ." jelas Novia dengan senyuman canggung.


Melihat arah pandang Candra, Novia sepertinya mengerti yang mau di tanyakannya.


" Ini kenalin mas. Dia pak Boby. Dia kontraktor yang Nov ceritain kemarin. " Novia memperkenalkan Boby ke Candra.


What the!!! Dia ngenalin gue pak Boby?? Bukan dengan mas?? terus dia juga cerita soal gue ke cowok ini? Siapa sih sebenernya cowok ini bagi Novia?? batin Boby geram nggak terima dia di panggil 'pak.


" Dan ini, mas Candra, temen Novia. " tambah Novia.


Merasakan hawa dingin mencekam, Novia segera mengalihkan perhatian.


" Kita berangkat sekarang? " ajak Novia ke Boby. Seperti angin segar. Boby segera mengangguk untuk ajakan Novia.


" Mas, Novia jalan dulu ya. Keburu tambah siang, tambah panas. "


" Iya, hati hati ya dik. " jawab Candra dengan senyum manisnya.


" Permisi, kami jalan dulu. " pamit Boby dengan seringai yang tidak jelas.


" Assalamualaikum mas." pamit Novia.


" Waalaikum salam." jawab Candra.


Novia mulai melangkah menuju mobil diikuti Boby di belakangnya.


Di dalam mobil, selama perjalanan, tidak ada pembicaraan antara Boby dan Novia. Mereka berdua sama-sama diam sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Sepuluh menit kemudian, sampailah mereka di lokasi. Merekapun keluar dari dalam mobil. Sebelum keluar, Boby mengambil topi yang ada di jok belakang. Rupanya Boby telah menyiapkannya.


Mereka lanjut berjalan menuju lokasi. Tampak disana para pekerja memberi salam kepada Boby. Boby membalas dengan senyuman.

__ADS_1


" Wah, ternyata tanahnya luas sekali. " ucap Novia sambil mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru.


" Kamu belum pernah kesini?"


" Belum. Baru pertama ini."


Boby menjelaskan banyak hal di sana. Tentang rencana bangunan, dan lain sebagainya. Para pekerja bekerja dengan serius. Terbukti, baru beberapa hari saja proyek di mulai, cakar ayam gedung sudah hampir terpasang semua.


Cukup lama juga mereka berada di sana. Setelah di rasa cukup, Boby mengajak Novia meninggalkan lokasi.


" Wah, ternyata memang panas banget di situ. Untung mas Boby tadi beliin topi sama kacamata. Sekali lagi, terima kasih banyak. " ucap Novia sesampainya di dalam mobil.


Boby menjawab dengan anggukan dan senyuman sambil menjalankan mobilnya.


" Kita lunch dulu. " ajak Boby.


Kini gantian Novia yang menjawab dengan anggukan.


Mobil terus berjalan ke arah yang Novia juga tidak tahu mau kemana. Sampai di sebuah pemancingan yang cukup luas, Boby menghentikan mobilnya.


" Kita lunch di sini. Kata pegawaiku, masakan di sini enak. Dan kelihatannya, suasananya juga asyik. Udaranya adem. "


Novia mendengarkan penjelasan Boby sambil manggut-manggut.


" Yuk, turun." ajak Boby.


Merekapun turun dari mobil dan berjalan menuju salah satu gasebo yang kosong.


Benar yang dikatakan Boby... Suasananya syahdu. Angin bertiup sepoi-sepoi. Habis dari tempat yang panas oleh teriknya sinar matahari, sekarang ke tempat dengan angin menerpa wajah langsung, sungguh luar biasa rasanya.


Novia mengedarkan pandangan ke sekeliling. Pemandangan yang indah. Beda dengan Boby. Bukan sekeliling yang di pandangnya. Tapi dia asyik memandang ciptaan Tuhan yang duduk di depannya. Baginya, itu pemandangan yang lebih indah daripada pemandangan di sekelilingnya.


Sejenak, dia bisa menghilangkan bayang - bayang Karell dari hati dan pikirannya. Sampai akhirnya, pelayan datang menghampiri menanyakan pesanan mereka.


Merekapun segera membuka buku menu yang di sodorkan si pelayan.


" Saya pesen gurami bakar satu porsi sama juice jeruk. Kamu apa Nov?" tanya Boby.


" Saya nila bakar aja mbak. Yang bumbu madu ya. Minumnya juice jeruk, tapi nggak pakai es. "


" Nasinya berapa porsi?" tanya si pelayan.


" Dua porsi. "


" Baiklah, mas, mbak, di tunggu ya.. pesanan akan segera di siapkan. "


Si pelayan segera pergi meninggalkan mereka. Pastinya lumayan lama mereka akan menunggu pesanan jadi. Karena ikannya aja masih di dalam kolam. Artinya, ikannya saja masih hidup.


Memang sengaja Boby memilih makan siang di tempat itu. Biar dia bisa ngobrol banyak sama Novia. Supaya bisa mengenal lebih dekat dengan Novia. Dia juga ingin Novia lebih mengenalnya.

__ADS_1


*****


bersambung


__ADS_2