
" Lihat Bu, itu ada seperti kacang kecil hitam ,itu janin ibu. "
" Berapa usia kandungan saya dok?"
" Usia kandungan ibu 7 minggu. Sudah hampir dua bulan ya Bu. "
" Sehat kan dok bayi saya?"
" Bagus. Janinnya sehat. "
Dokter mengakiri proses pemeriksaan. Kemudian berjalan ke kursi praktek kembali diikuti oleh Novia.
" Ibu ada keluhan?"
" Iya dok. Saya sudah dua hari ini sering muntah-muntah, terus kepala saya pusing."
" Dia juga tidak mau makan nasi dok. Yang di makan hanya keripik- keripik seperti itu. " tambah bi Susi.
" Kalau muntah, pusing wajar dialami ibu hamil muda ya. Biasanya setelah tri semester pertama, nanti akan mulai hilang. Kalau untuk makan nasi, diusahakan ibu harus makan nasi. Kasihan janinnya nanti kalau tidak mendapatkan karbohidrat. Dan untuk camilan, saya anjurkan untuk mengurangi camilan yang mengandung micin. Micin tidak bagus untuk perkembangan janin."
Novia dan bi Susi manggut-manggut mendengar penjelasan dokter.
" Kalau ibu ingin ngemil, nyemil makanan yang sehat Bu. Mending makan buah. Seperti buah apel, buah naga, itu bagus buat perkembangan janin."
" Iya dok. "
" Ini saya kasih vitamin untuk kandungan ibu, sama obat yang bisa mengurangi morning sickness ibu. "
" Iya dok. "
" Jangan lupa untuk cek up kandungan lagi bulan depan ya. Kalau bisa, datang sama suami ya Bu. "
" Iya dokter. Terimakasih banyak dok. Kami permisi. "
Novia dan bi Susi pergi meninggalkan tempat praktek dokter itu. Kemudian ke apotek untuk menebus obat. Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba Novia ingin pulang ke rumah orangtuanya.
" Bang Re, antar aku ke rumah ibu ya. Aku kangen sama ibu. "
" Iya, mbak. "
" Bang Re, jangan dulu bilang sama mas Boby kalau aku hamil ya. Aku mau kasih kejutan. "
" Siap bu bos. "
" Bi, malam ini Novia nginap di rumah ibu dulu ya."
" Iya, mbak. "
Tak terasa, mereka kini telah sampai di depan gerbang rumah orang tua Novia.
" Bi, mampir dulu yuk. "
" Terimakasih mbak. Tapi rumah sepi. Bibi langsung pulang saja ya. "
" Ya sudah deh. Hati-hati bawa mobilnya ya bang Re. "
__ADS_1
" Siap bu bos. "
Mobil yang di bawa Remon melaju meninggalkan halaman rumah orang tua Novia.
Setelah mobil yang di bawa Remon berlalu, Novia masuk ke rumah.
" Assalamualaikum..." ucap Novia ketika masuk ke rumah.
" Waalaikum salam..." sahut Bu Arum. Beliau keluar dari dapur.
" Nduk, kamu pulang? "
" Ibu....." Novia menghambur memeluk ibunya.
" Kamu ini kenapa?" tanya Bu Arum bingung dengan sikap Novia. Karena tidak biasanya Novia meluk-meluk begini.
" Novia pengen meluk ibu" jawab Novia sambil mempererat pelukannya.
" Kamu ini aneh. " Bu Arum melepaskan diri dari pelukan Novia.
" Cucu ibu pengen meluk uti'nya. " ucap Novia pelan. Bu Arum semakin kebingungan.
" Ibu ndak ngerti. Si Elin kan nggak di sini. "
" Bukan cucu ibu yang itu. Tapi yang ini. " jelas Novia sambil menunjuk perutnya.
" Subhanallah.... Jadi kamu...hamil?" wajah Bu Arum berubah menjadi sumringah.
Novia mengangguk sambil tersenyum.
" Berapa bulan?" tanya ibu sambil mengelus perut Novia.
" Kata dokter 7 minggu Bu. "
" Kok kamu baru kasih tahu ibu sekarang?"
" Novia juga baru tahu tadi Bu. "
" Kamu ini. Kok bisa baru tahu? "
" Ya kan Novia juga belum pernah hamil Bu. Ya mana tahu kalau Nov sedang hamil. "
" Kalau cuma tau hamil apa nggak kan gampang. Kamu haid apa nggak. "
" Itu Bu yang Novia nggak ngeh. Bulan kemarin Novia sudah nggak dapet Bu. Tapi Novia nggak mikirin. Tapi tiga hari ini, Novia sakit. Pusing terus mual muntah-muntah terus. Nov pikir vertigo yang kambuh. Eh, tadi pagi di beliin tespek sama bibi ternyata positif Bu. Nov bahagia sekali. "
" Terus, kok kamu kesini sendiri? Suamimu mana?"
" Mas Boby masih di Surabaya. "
" Jadi dia belum tahu kalau kamu hamil? "
" Belum Bu. Nov mau bikin surprise. Nov kasih tahunya besok aja kalau mas Boby sudah pulang."
" Sudah kasih tahu mertua kamu?"
__ADS_1
" Oh iya Bu, belum. "
" Ya udah, telepon sana. Kasih kabar gembira ini ke mertuamu." Bu Arum bangkit dari duduknya berjalan ke dapur. Tapi di dekat pintu ke dapur Bu Arum balik badan.
" Kamu nginep sini kan?"
Novia mengangguk menjawabnya.
" Kamu mau makan apa? Biar ibu masakin. "
" Sayur asem kayaknya enak deh Bu. Sama tempe goreng tepung. Sambal terasi andalan ibu jangan lupa. "
Bu Arum menjawab dengan mengacungkan jempolnya. Kemudian pergi meninggalkan Novia.
Setelah itu Novia mengambil ponselnya dari tas untuk menghubungi mertuanya.
" Halo assalamualaikum, Sayang. "
" Waalaikum salam ma. Mama apa kabar?"
" Alhamdulillah mama baik. Kamu sendiri bagaimana?"
" Alhamdulillah, Nov juga baik. Cuma agak nggak enak badan dikit ma. "
" Kamu sakit?"
" Nggak ma. Ini mungkin bawaan orok ma. "
" Maksud kamu? "
" Mama mau punya cucu. Novia hamil ma. "
" Beneran sayang? Alhamdulillah...mama seneng banget dengernya. "
" Tapi mama jangan kasih tahu dulu mas Boby ya ma. Novia mau kasih kejutan kalau dia pulang nanti. "
" Iya sayang. Duh, mama seneng banget. Akhirnya mama sebentar lagi gendong cucu. "
" Iya ma. Novia juga seneng banget. "
" Kamu jaga kesehatan ya sayang. Jaga kesehatan kamu, juga calon cucu mama. "
" Pasti ma. Ya udah ya ma. Novia mau tiduran di kamar dulu. Bawaannya Novia tu ngantuuuk terus. Males mau ngapa-ngapain. Novia ini mau nginep di rumah ibu. "
" Oh ya? Salam buat ibu kamu ya"
" Iya ma. "
" Ya udah sayang. Assalamualaikum. "
" Waalaikum salam ma. "
****
bersambung
__ADS_1