Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
137. Persiapan honeymoon


__ADS_3

" Sayang, nanti di Jakarta, nggak boleh nakal ya. Nurut sama Oma, oke. " nasehat Novia ke Athar ketika mereka sudah berada di bandara.


" Siap mama. " jawab Athar sambil menaruh sebelah tangannya di dahi posisi hormat.


" Anak pintar. " ucap Novia sambil mengusap kepala Athar.


" Sini, papa mau gendong Athar dulu. " ucap Boby sambil merentangkan tangannya bersiap menggendong Athar.


" Ihh, papa. Nggak mau. Malu. Athar kan udah gede, masak mau di gendong. " tolak Athar.


" Ck! Ni anak ya. " jawab Boby sambil menggelitik Athar.


" Papa....geli...ha..ha..ha..." protes Athar.


Kemudian Boby memeluk putranya itu erat sambil mencium kepala dan kening Athar. Kemudian kecupannya pindah ke pipi Athar kanan dan kiri bergantian. Membuat Athar geli dan malu.


" Papa, stop. " protes Athar sambil menutup bibir papanya dengan telapak tangannya. " Athar malu, papa...." lanjutnya.


Boby terkekeh dengan protes anaknya. Novia dan Bu Vera juga ikut terkekeh.


" Athar....." panggil seseorang dari kejauhan.


Athar, Boby, Novia, dan Bu Vera menoleh ke arah orang yang memanggil Athar.


" Ayaaahhh...." sahut Athar.


Candra dan Aisyah mendekat.


" Dedek Zaki..." sapa Athar langsung meraih Zaki dan mengecup pipinya.


" Ta...tak..." panggil Zaki.


" Kok kamu kesini? " tanya Boby ke Candra.


" Mau ikut memberangkatkan putraku. " sahut Candra.


" Dia putraku. " protes Boby.


" Iya, tapi dia juga memanggilku ayah. Jadi, dia juga putraku. "


" Kalian ini. Setiap bertemu seperti kucing dan tikus. " ujar Bu Vera.


" Begitulah, ma. " tambah Novia.


Tak lama kemudian, terdengar dari informasi, bahwa pesawat Garuda Indonesia yang akan menuju Jakarta akan segera berangkat.

__ADS_1


Boby, Candra, Novia, dan Aisyah, memeluk dan mencium Athar bergantian. Berbagai pesan telah Athar terima.


Setelah Athar dan Bu Vera masuk pesawat, Candra dan Aisyah berpamitan dan meninggalkan bandara.


Boby dan Novia juga segera meninggalkan bandara. Tapi tiba-tiba ponsel Boby berbunyi.


" Ya halo. "


" ..... "


" Baiklah. Untung saja aku masih di bandara. " ucap Boby sambil melihat jam tangannya.


" .... "


" Apa yang aku minta sudah di persiapkan semua?"


" .... "


" Baik, aku tunggu di sini. "


Panggilan di akhiri.


" Siapa mas? " tanya Novia.


" Remon. Sepertinya kita tidak jadi pulang. Kita juga akan segera berangkat satu jam lagi. "


" Tenang, Novia Alisy Permana. Kamu tidak perlu khawatir masalah itu. Aku sudah menyiapkan semuanya. Kita tunggu di sini. Bentar lagi Remon akan mengantarkan kesini. Kalau ada yang kurang, kita beli di sana. " jelas Boby.


Novia bernafas lega. " Syukurlah. "


" Kita tunggu Remon di food court aja yuk. Sekalian menunggu pesawat kita berangkat. "


" Sayang, berapa lama kita akan naik pesawat? "


" Mmmm kurang lebih 13 jam. "


" What? Lama sekali mas. Aku... kalau aku mabuk udara gimana? "


Boby tersenyum sambil mengelus pipi Novia.


" Kamu tenang aja. Kita naik pesawat biasa ke Jakarta, dan sampai Jakarta, kita akan ganti pesawat. Kita akan mengambil penerbangan yang eksklusif. Jadi, kita tidak akan merasa di pesawat. Kita seperti berada di dalam kamar di rumah. "


" Benarkah? "


" Iya. Udah, ayo kita ke food court. " Boby menggandeng bahu Novia dan mengajaknya berjalan menuju area food court.

__ADS_1


••••


" Mas....mas...." panggil novia.


Kini mereka telah sampai di Korea Selatan. Mereka telah berada di suite room hotel. Suasana indah terasa di hotel. Kamar hotel yang begitu mewah. Kamar yang mereka gunakan berada di lantai teratas. Dari jendela, mereka bisa melihat betapa indahnya kota Seoul. Kerlap kerlip lampu menambah indahnya suasana.


Novia membuka tirai jendela. Dia terkagum-kagum melihat pemandangan dari kamarnya.


Boby datang menghampiri dan memeluknya dari belakang. Dia menyandarkan kepalanya di pundak Novia.


" Suka? " tanyanya.


" Banget. Sangat istimewa. Kapan kamu menyiapkan semua ini mas? Bukankah kita baru kemarin malam membahas tentang bulan madu? "


" Sebenarnya sudah beberapa hari yang lalu aku browsing hotel ini. Karena aku tahu kalau kamu pasti akan sangat senang jika aku mengajakmu ke Seoul. "


Sudut bibir Novia terangkat. Dia menoleh ke arah Boby. Hidungnya menyentuh pipi suaminya. Kemudian dia mengecup pipi itu.


" Makasih. Untuk semuanya. " ucap Novia.


" Ini bukan seberapa di bandingkan dengan pengorbanan kamu. "


Boby menoleh ke Novia. Wajah mereka bertemu. Hidung mereka saling bertemu.


" Sarang hae. "


Novia tersenyum mendengar suaminya mengucapkan cinta dengan bahasa Korea.


" Na do sarang Hae. "


" Sayang, sebaiknya kamu mandi dulu. Biar bersih. Terus kita istirahat. Kamu pasti capek. " ucap Boby sambil mengecup pipi Novia. Dia melepaskan pelukannya dari pinggang Novia.


Novia segera beranjak menuju kamar mandi. Dia berendam di bathtub sebentar, kemudian membersihkan diri. Setelah selesai dengan semua ritualnya, Novia memakai jubah handuknya dan keluar dari kamar mandi.


Setelah Novia keluar, gantian Boby yang masuk kamar mandi.


Novia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur tanpa mengganti jubah mandinya. Matanya terasa berat. Tidak sampai 10 menit, Novia telah melayang ke alam mimpi.


" Sayang.. " panggil Boby ketika keluar dari kamar mandi.


Tak ada jawaban. Boby segera mendekat ke ranjang. Di dapatinya istrinya telah tertidur lelap. Kedua sudut bibir Boby terangkat. Istrinya tertidur dengan posisi yang sembarangan. Sepertinya istrinya itu sudah tidak bisa menahan matanya untuk terbuka.


Boby menaikkan kakinya yang sebelah ke atas ranjang. Dia mengangkat tubuh Novia pelan dan membenarkan posisi tidurnya. Novia hanya menggeliat kecil. Boby jadi teringat Athar kala kecil.


Boby menyelimuti tubuh Novia, kemudian diapun ikut berbaring di sebelahnya. Dia memeluk tubuh istrinya dan tak lama kemudian, diapun ikut terlelap.

__ADS_1


***


bersambung


__ADS_2