
Boby menangis sambil memeluk surat dari Novia. Yang di dalam surat itu, terdapat hasil USG kandungan Novia. Novia sengaja memberikan hasil USG itu supaya Boby juga merasakan kehadiran anak mereka.
Setelah tangisnya mereda, Boby mengambil ponsel dari saku celananya. Dia harus menemukan sang istri. Apapun akan dia lakukan untuk membawa istrinya kembali.
Tut...Tut...Tut...Nomer yang anda tuju sedang tidak dapat di hubungi. Operator yang menjawab. Yah, Boby berusaha untuk menghubungi Novia. Tapi hasilnya nihil. Berkali-kali dia menelepon, yang menjawab selalu operator.
Boby bangkit dari duduknya. Dengan penampilan yang semprawut, Boby mengambil kunci mobilnya dan pergi meninggalkan rumahnya. Dia akan mencoba mendatangi rumah mertuanya. Dia yakin kalau sang istri pasti ada di sana.
Boby melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Jarak antara rumahnya dan rumah mertua yang biasanya di capai dalam waktu 40 menit, kini hanya butuh waktu 20 menit Boby sudah sampai sana.
Dia memarkir mobilnya sembarangan. Dengan terburu-buru, dia masuk ke rumah mertuanya. Dia bertemu ibu mertuanya di ruang keluarga.
" Nak Boby..." sapa Bu Arum.
Boby agak terkejut. " Eh ibu... Assalamualaikum Bu. " sapa Boby balik sambil mencium punggung tangan Bu Arum. " Maaf Bu, Boby tadi langsung masuk nggak salam dulu. "
" Nggak pa-pa. Kamu ini kayak siapa aja. "
Bu Arum nampak celingukan. " Loh, istri kamu mana? Nggak ikut? " tanya Bu Arum.
" Novia nggak di sini Bu? " tanya Boby balik dengan nada cemas.
" Nggak. Sudah beberapa minggu Novia nggak kesini nak. Emang di rumah nggak ada? Dia nggak pamit sama kamu pergi kemana? Oalaaaah....anak itu... sudah punya suami kok pergi-pergi nggak pamit ini pie to???" omel Bu Arum.
' Sepertinya ibu juga nggak tahu kalau Novia pergi dari rumah. Dan ibu juga sepertinya tidak tahu masalahku dan Novia.' batin Boby.
__ADS_1
" Bukan begitu Bu. Boby baru pulang dari Surabaya. Sampai rumah Novia nggak ada di rumah. Jadi Boby pikir dia kesini. Makanya Boby susulin kesini. Salah Boby juga Bu, Boby pulang nggak kasih kabar dulu. Mungkin Novia kesepian di rumah dan dia main ke rumah temannya. Dan tempat temannya itu susah sinyal. Jadi tidak bisa Boby telepon. " jelas Boby agak gelagapan.
" Oh, jadi kamu baru pulang dari luar kota? Ya udah, ayo duduk dulu. Ibu buatin minum. Sekalian ibu masakin. Makan dulu di sini. " Bu Arum menarik tangan Boby untuk duduk di kursi makan. " Emang ya istrimu itu. Kebangetan. Suaminya pulang bukannya di bikinin minum, di masakin, eh malah pergi nggak pamit lagi. " omel Bu Arum kembali sambil geleng-geleng kepala.
" Sudah bu. Ini bukan salah Novia. "
" Jangan di belain terus istrimu itu. Manja nanti. " ucap Bu Arum sambil berlalu ke belakang untuk membuat minum untuk menantunya.
Di ruang makan, Boby terus berpikir dimana kira-kira istrinya pergi sambil sesekali mengusap wajah dan menarik rambutnya kasar.
Kembali dia mencoba menghubungi Novia. Dan jawaban yang sama dari operator. Boby merasa sangat frustasi.
Bu Arum datang kembali dengan segelas wedang jahe.
" Ini nak diminum dulu. Wedang jahe itu bagus untuk badan yang capek. Kamu kan pasti capek habis perjalanan jauh. "
" Ibu masakin dulu sebentar. Kamu pasti belum makan. " Bu Arum hendak kembali ke dapur tapi di halangi Boby.
" Ibu, tidak usah. Boby sudah makan waktu di pesawat tadi. " Boby menolak dengan lembut. Tidak mungkin dia bisa menelan makanan sedangkan dia tidak tahu bagaimana keadaan istri dan calon anaknya sekarang.
Setelah menghabiskan wedang jahe yang di buatkan oleh ibu mertuanya, Boby lekas berpamitan.
Dalam perjalanan pulang, dia sempat bertemu dengan Dedy di jalan masuk kampung. Diapun menanyakan ke Dedi, siapa tahu Dedi tahu keberadaan Novia sekarang. Tapi hasilnya zonk.
Malam itu, Boby tidak kembali ke rumah. Semalaman dia berkeliling kota Semarang untuk mencari Novia. Tapi tidak menghasilkan apa-apa.
__ADS_1
Ketika pagi menjelang, Boby menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Di raihnya ponsel yang semalam dia letakkan di jok sebelah sopir. Kembali dia mencoba untuk menghubungi Novia. Tetap operator yang menjawab.
Kemudian dia menghubungi Andre.
" Novia ninggalin gue. " itulah kalimat pertama yang dia ucapkan ketika Andre mengangkat teleponnya.
" Lo ngigau? Pagi buta gini telepon gue sambil ngomong nggak jelas. "
" Gue nggak tidur semalaman. Gimana gue bisa ngigau? Gue serius. Novia ninggalin gue. " ucap Boby frustasi.
" Lo tenang dulu. Cerita ke gue ada apa. "
" Kemarin saat gue pulang dari Surabaya, gue udah nggak ngeliat Novia di rumah. Bibi bilang, dia pergi dari rumah. " terdengar suara Boby mulai bergetar. Matanya sudah memerah. Air mata mulai membasahi pelupuk matanya.
" Bro, Lo dimana sekarang? Gue susulin lo. " Andre sangat mengenal Boby. Mendengar suara Boby yang bergetar, dia paham kalau sahabatnya ini sedang kalut.
" Gue nggak tahu gue dimana. Semalaman gue nyari bini gue. Dan sekarang gue nggak tahu gue ada di mana. " jawab Boby lesu.
Boby merasa tubuhnya tak bertenaga. Mungkin karena dia belum makan sejak kemarin siang. Di tambah lagi pikiran dan hatinya yang sedang kacau balau.
" Lo share loc aja. Gue cari lo. Lo diam di situ. Jangan kemana-mana, oke."
Panggilan di akhiri oleh Andre. Setelah panggilan dari Boby di akhiri, Andre segera menghubungi Remon. Dia mengajak remon menyusul Boby. Karena Andre yakin, sekarang Boby pasti membutuhkan mereka berdua.
****
__ADS_1
bersambung
Dukungannya ya kak... selalu author tunggu...🥰🥰🙏🙏