Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
44. Penyesalan Candra


__ADS_3

Semenjak bertemu dengan Dedi beberapa waktu yang lalu, hampir tiap hari Candra menghubungi Novia. Menelepon juga mengirim pesan. Entah berapa kali dalam sehari dia mengirim pesan ke Novia.


Tapi Novia sama sekali tidak pernah mengangkat telepon ataupun membalas pesan dari Candra. Hal itu membuat Candra semakin ingin bertemu Novia.


Beberapa kali dia menemui Dedi juga Toni untuk menanyakan dimana Novia tinggal.


" Ton, please... kasih tahu aku dimana Novia tinggal sekarang." tanya Candra.


" Aku udah bilang berapa kali sama kamu, Ndra..Aku nggak tahu dimana Novia sama suaminya tinggal." jawab Toni kesal. Karena dia juga merasa patah hati melihat Novia menikah dengan pria lain.


Jika Novia menikah dengan Candra, maka dia tidak akan sekecewa ini. Kecewa dengan Candra karena telah menyia-nyiakan Novia, juga kecewa dengan dirinya sendiri karena tidak mampu menolong perempuan yang dia cintai.


" Coba kamu telepon dia. Tanya'in dimana dia tinggal sekarang."


" Candra, aku tanya sama kamu. Kenapa kamu pengen tahu banget dimana Novia tinggal sekarang?"


" Aku mau nemuin dia. Aku mau minta maaf. Aku mau ajak dia kembali bersamaku. "


Toni tersenyum sinis.


" Kamu udah nggak waras? Novia sudah menikah sekarang. Sebaiknya kamu jangan mengganggu kebahagiannya."


" Novia nggak bahagia. Novia sama sekali tidak mencintai suaminya. Dia terpaksa menikahinya."


" Lalu salah siapa Novia tidak bahagia? Salah siapa dia melakukan pernikahan dengan terpaksa? Salah siapa?" teriak Toni penuh emosi.


Candra terdiam.


" Salah kamu. Karena kamu tidak mau membantunya. Kamu menyia-nyiakan dia, bre****k !"


" Aku tahu aku yang paling bersalah. Aku tahu itu. Dan aku menyesalinya. Makanya please, bantu aku biar bisa ketemu Novia. Aku akan bawa dia kembali."


" Novia sudah bahagia sekarang. Dia sudah bahagia bersama suaminya. Aku melihatnya. Dengan mata kepalaku sendiri. Jadi tolong, lupakan dia. Jangan memberikan masalah baru buatnya. " Toni meninggalkan Candra sendiri.


Candra hanya terdiam mendengar penuturan Toni. Hatinya terasa sangat perih mendengar maka Novia telah bahagia dengan suaminya. Dia seakan tidak rela.


••••


Hari ini adalah hari kedua Boby dan rombongan berlibur. Hari ini mereka jalan-jalan ke Telaga Sarangan. Pemandangan di sana sangatlah indah. Udaranya sejuk.


Malam harinya mereka mengadakan pesta barbeque. Perlengkapan untuk barbeque telah mereka siapkan. Tampak para pegawai perempuan menyiapkan bahan-bahannya. Mengiris daging, ikan di filled, dan bumbu-bumbu.


Para pegawai laki-laki mendapat bagian memanggang bergantian. Andre, Shinta, Boby dan Novia ngobrol bersama. Novia terlihat akrab dengan Shinta.


" Mbak Shinta, kemarin mbak bilang temen mbak ada yang naksir mas Boby ya? Kok di tolak kenapa?" bisik Novia ke Shinta karena takutnya Boby mendengar.


Tapi karena si Shinta ini bocor, dia malah sengaja melanjutkan pertanyaan itu ke Boby.


" Pak bos, Bu bos nanyain nih. Kenapa pak bos ogah dideketin sama si Sofia?" Novia refleks menyenggol lengan Shinta. Dia benar-benar malu.


" Iihhh mbak Shinta...kok malah di tanyain ke mas Boby sih. Aku kan tanyanya ke mbak."


" Biar jawabannya pakem. Tanyain langsung ke yang bersangkutan." jawab Shinta sambil melirik ke arah Boby.


Boby tersenyum mendengar pertanyaan Novia.


" Ya udah deh nggak jadi nanya. Nggak usah di jawab. " sahut Novia.


" Beneran nggak jadi kepo nih? Aku kasih tahu ya, Sofia itu cantik, kulitnya putih, matanya bulat, sexy, tubuhnya bahenol." jelas Shinta sambil menahan tawa karena melihat ekspresi wajah Boby dengan mata yang melotot.


Sebenarnya Novia mendengar penjelasan Shinta, tapi dia pura-pura sibuk dengan sosis yang ada di depannya.


" Re...." panggil Boby sambil melambaikan tangan memanggil Remon. Remon segera menghampiri Bosnya.


" Ambilin gitar. "

__ADS_1


" Siap."


Tak lama kemudian Remon datang membawa gitar.


" Ini bos."


Boby mengambil gitar dari tangan Remon. Ketika dia mulai memetik dawainya, Novia berdiri dengan membawa sosis yang telah usai dia tusuk. Boby langsung berhenti memetik.


" Mau kemana Nov?"


" Mau nganterin ini ke sana." Novia menunjukkan tusukan sosis ke Boby.


Boby kembali memetik gitar. Beberapa pegawainya ikutan bernyanyi.


Setelah lima belas menit, Novia kembali ke tempat duduknya tadi di sebelah Boby.


" Bu bos..nyanyi dong. " seru Andre. " Novia ini jago nyanyi lho yang." tambahnya menjelaskan ke Shinta.


" Oh ya? Ayo dong pingin denger suaranya. " tutur Shinta.


" Bohong ding mbak. Suaraku jelek. " Novia menggelengkan kepalanya.


" Nyanyi... nyanyi...nyanyi..." semangat beberapa karyawan lainnya.


Boby menatap Novia sambil tersenyum dan mengangguk untuk mengajak Novia bernyanyi. Novia nampak menggelengkan kepala.


" Ayolah...Aku yang mengiringi. Suara bagus, jangan hanya air dan gayung yang mendengarnya. Biarkan kami juga menikmatinya. " bisik Boby.


" Apaan sih." Novia menyenggol lengan Boby.


Melihat antusiasme yang lain karena ingin mendengar suaranya, Novia membisikkan sebuah judul lagu ke Boby. Boby mulai memetik gitar.


What would I do without your smart mouth?


You've got my head spinning,


no kidding,


I can't pin you down


Novia mulai bernyanyi.


What's going on in that beautiful mind?


I'm on your magical mystery ride


And I'm so dizzy,


don't know what hit me,


but I'll be alright


My head's under water


But I'm breathing fine


You're crazy and I'm out of my mind....


'Cause all ...of me


Loves all of you


Love your curves and all your edges


All your perfect imperfections

__ADS_1


Give your all to me


I'll give my all to you


You're my end ...and my beginning


Even when I lose I'm winning


'Cause I give you all of me


And you give me all of you, oh-oh


How many times do I have to tell you?


Even when you're crying, you're beautiful too


The world is beating you down,


I'm around through every move


You're my downfall, you're my muse


My worst distraction, my rhythm and blues


I can't stop singing,


it's ringing,


my head for you


My head's under water


But I'm breathing fine


You're crazy and I'm out of my mind


‘Cause all of me


Loves all of you


‘Cause I give you all of me


And you give me all, all of you


Cards on the table, we're both showing hearts


Risking it all, though it's hard


‘Cause all of me


Loves all of you


Prok....prok...prok... semua bertepuk tangan dengan meriah setelah Novia selesai bernyanyi.


Selama Novia bernyanyi, Boby selalu melirik istrinya. Entahlah Boby merasa jantungnya berdegup kencang mendengar Novia menyanyi.


Dan tiba-tiba ' cup ' . Boby mengecup singkat pipi kiri Novia. Novia membelalakkan matanya terkejut sambil menoleh ke arah Boby. Boby tersenyum manis mendapat tatapan dari istrinya.


" Cie...cie... ngontrak lagi nih kita..." kali ini Andre yang menggoda .


Novia menunduk sambil tersipu malu.


****


bersambung

__ADS_1


__ADS_2