
Hari itu semua orang yang ada di rumah Bu Vera sangat sibuk. Karena hari itu akan diadakan resepsi pernikahan Boby dan Novia. Keluarga besar Novia dari Jawa juga telah tiba di Jakarta. Mereka di sewakan hotel yang sama dengan hotel yang akan digunakan untuk resepsi.
MUA terkenal di Jakarta di datangkan untuk mendandani Novia. Hari itu Novia mengenakan gaun pernikahan muslim berwarna biru muda. Begitupun dengan Boby. Mengenakan jas dan celana berwarna senada dengan gaun Novia.
Cantik, anggun, elegan. Itulah penampilan Novia sekarang. Bobypun demikian. Gagah, tampan dan juga elegan. Penampilan mereka bak seorang putri dan pangeran.
Setelah kedua pengantin telah siap, mereka berangkat ke hotel tempat acara resepsi dengan menggunakan mobil Lamborghini Veneno kesayangan Boby. Hari itu Boby meminta untuk membawa sang istri ke tempat resepsi dengan menggunakan mobil kesayangannya.
Dua puluh menit kemudian, sampailah mereka di hotel tersebut. Tampak para undangan telah hadir di sana. Sepasang pengantin berjalan di tengah-tengah kerumunan undangan .Berjalan di atas red karpet. Novia berjalan mengapit lengan Boby dengan sambil tersenyum hangat ke para tamu undangan.
Setelah Boby dan Novia sudah di pelaminan, para tamu mulai berjajar mengantri untuk memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai diiringi dengan alunan musik.
Ketika di tengah acara, terdengar MC acara.
" Ini ada request dari tamu undangan, supaya sang mempelai pria memperdengarkan suara indahnya ke kita semua. "
Boby terkejut. Kemudian dia menoleh ke arah kerumunan yang agak ramai. Ternyata teman-teman waktu SMA yang meminta dia untuk bernyanyi. Kemudian dia melihat beberapa temannya berjalan menuju tempat pemain musik yang ada di resepsi tersebut. Terlihat Andre juga ikut ke sana.
" Ayo, saudara Boby... Silahkan... Sudah di tunggu teman-teman. Kalau kata teman-teman, saudara Boby ini semasa SMA mempunyai grup band. Suaranya bagus. " ucap MC menambahkan.
Novia menoleh menatap Boby. Berusaha bertanya apakah yang di katakan MC itu benar dengan tatapan matanya. Boby hanya tersenyum manis menjawabnya, kemudian dia berjalan menuju teman-temannya berada.
Sampai di dekat teman-temannya, mereka saling berbincang sebentar. Kemudian dia mengambil microphone yang ada di depannya.
" Satu buah lagu aku persembahkan untuk istriku tercinta. " ucap Boby sambil memandang ke arah Novia.
I Will always love you kekasihku
Dalam hidupku hanya dirimu satu
I Will always need you cintaku
Selamanya takkan pernah terganti
Boby berjalan menuju pelaminan dimana istrinya berada.
Kumau menjadi yang terakhir untukmu
Kumau menjadi mimpi indahmu....
Boby memegang tangan kiri Novia dan diletakkan di dadanya sambil dia menatap Novia dengan tatapan yang dalam. Membuat Novia tersipu.
Cintai aku dengan......hatimu
Seperti aku.... mencintaimu
Sayangi aku...dengan...kasihmu...
Seperti aku....menyayangimu...
I Will be the last for you...
You Will be the last for me...
__ADS_1
I Will always love you kekasihku
Dalam hidupku hanya dirimu satu...
Kumau menjadi yang terakhir untukmu
Kumau menjadi mimpi indahmu....
Cintai aku dengan....hatimu
Seperti aku.... mencintaimu
Sayangi aku... dengan...kasihmu..
Seperti aku... menyayangimu...
I Will be the last for you
You Will be the last for me...
Riau tepuk tangan dari para undangan memenuhi seluruh ruangan. Ternyata Boby mempunyai suara yang merdu. Tidak kalah dengan Pasha Ungu.
Boby mencium punggung tangan Novia. Novia menjadi salah tingkah dengan perlakuan suaminya.
Acara demi acara berlangsung sesuai rencana. Kini semua tamu undangan telah meninggalkan tempat itu. Tinggal keluarga Novia dan keluarga Boby yang masih ada di tempat itu.
" Wah, kak Bob ternyata suaranya 'daebak' !" ucap Rifa adik sepupu Novia sambil mengacungkan jempol.
Boby tersenyum simpul sambil mengusap tengkuknya.
" Oppa? Oppa siapa?" tanya Boby bingung karena merasa tidak punya teman yang bernama Oppa.
" Oppa ganteng yang kemarin jemput kak Bob pas mau ke bandara."
" Si Remon? "
Rifa mengangguk mengiyakan.
" Kok Oppa? Itu namanya Remon Fa..."
" Iya ...tapi dia ganteng kayak oppa-oppa Korea...hi..hi..hi.." jawab Rifa.
Dasar si Rifa. Semuanya pasti dihubungkan dengan Korea. Dia memang ngefans banget sama artis Korea. Kalau sudah bicara drakor nggak bakal ada habisnya.
Semua yang ada di situ hanya geleng-geleng kepala.
Karena hari hampir larut, Boby mengajak Novia dan seluruh keluarga untuk kembali ke tempat masing-masing.
" Kita sebaiknya kembali. Hari sudah larut. Istriku sepertinya juga sudah sangat capek."
" Iya nih... udah ngantuk..." sahut Sari sambil menguap.
" Wah iya... nggak terasa ya sudah seharian kita disini. " ucap Bu Vera.
__ADS_1
Boby beranjak dan menggandeng Novia.
" Ma, kunci mobil tadi di bawa siapa?" tanya Boby ke mamanya.
" Mobil kamu udah di balikin ke rumah sama pegawai sini. "
Ternyata Bu Vera adalah pemilik hotel yang mereka gunakan untuk acara resepsi pernikahan Boby. Sebenarnya hotel itu di bangun oleh papanya Boby. Karena papanya meninggal, dan Boby lebih memilih membuka usaha sendiri di Semarang, akhirnya Bu Vera lah yang menjalankan bisnis hotel ini.
" Lah kok di balikin mah? Boby pulangnya gimana?"
" Siapa yang bilang kamu mau pulang? Malam ini, kamu sama istrimu akan menginap di sini. Pegawai mama sudah menyiapkan kamar eksklusif untuk kalian. " ucap Bu Vera sambil mengerlingkan sebelah matanya.
" Tidur di rumah aja ma." jawab Novia.
" Nggak... nggak... Entar kalau tidur di rumah, mama nggak bakal cepet punya cucu. "
" Iya bener banget tante...Sari yakin mereka belum first night. Soalnya kemarin pas habis nikah, mbak Nov kan udah tidur duluan. " tambah Sari.
Novia membelalakkan matanya.
" Cie...cie...cie... yang mau first night..." goda Rifa.
" Ya udah bang Bob, ajak ke kamar sana mbak Nov nya. " celetuk Dimas saudara Boby.
Kepalang tanggung. Boby segera menggandeng tangan Novia kembali untuk diajak ke kamar. Daripada semakin di goda oleh saudara-saudaranya. Apalagi melihat wajah Novia yang sudah memerah karena malu.
" Eits, digendong bang. Biar romantis. " tambahnya.
" Bener tuh kak. Digendong biar romantis kayak di drakor drakor itu. Lagian kasihan juga mbak Novia pasti capek. Udah berdiri seharian pakai baju berat kayak gitu. Bener nggak guyss?" tambah Rifa.
Semua yang ada di sana mengiyakan. Tanpa menunggu persetujuan Novia, Boby mengangkat tubuh ramping Novia ala bridal style.
Novia sempat mau memprotes. Tapi setelah Boby membisikkan sesuatu di telinganya, diapun mengikutinya. Mengalungkan tangannya ke leher Boby. Kemudian Boby berjalan meninggalkan semua keluarga untuk pergi ke kamar yang telah di siapkan, diantar oleh salah seorang pegawai di sana.
Berada sedekat ini dengan sang suami, membuat jantung Novia berdetak kencang. Kalau di lihat dari dekat seperti ini dia tambah ganteng. bisik hati kecil Novia sambil sesekali Novia mencuri pandang ke arah suaminya.
Begitu juga dengan Boby. Pertama kali berada sedekat ini dengan sang istri, membuat jantungnya berdetak tak kalah kencang dari Novia. Apalagi di tambah bayangan malam pertama hinggap di pikirannya. Membuat adik kecilnya terbangun. Tapi dia berusaha menyembunyikan kegundahan hatinya.
Kini sampailah mereka di kamar yang telah di siapkan. Masih dalam dekapan Boby, Novia mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Wah, kamar yang luas. Bahkan luasnya tiga kali luas kamar Novia. Kamar yang sangat mewah. Lampu yang yang dihidupkan remang-remang dan lilin menyala di berbagai sudut kamar. Menambah suasana menjadi lebih romantis. Ranjang yang luas dengan di taburi kelopak mawar dan lambang love di tengahnya. Novia menjadi merinding melihatnya. Bayangan malam romantis membuatnya takut.
" Mas, turunin. " pinta Novia.
Seakan tersadar kalau ternyata mereka sudah sampai di kamar, Boby menurunkan Novia dengan sedikit kecanggungan yang tercipta di antara mereka.
" Kamu duluan yang mandi. Aku belakangan. Kamu pasti udah capek banget pakai gaun itu dari tadi. Aku yakin gaun itu beratnya lima kilo. "
" Darimana tahu?"
" Ya aku kira-kira aja. Secara tubuh kamu kan kecil. Paling sekitar 40kg. Tapi tadi pas gendong kamu, terasa lebih berat."
" Hisss..." protes Novia sambil berlalu ke kamar mandi.
Berbagai ritual Novia lakukan di kamar mandi. Mulai dari membersihkan bekas make up, kemudian berendam di bathtub dengan sabun beraroma lavender. Setengah jam dia berendam.
__ADS_1
Setelah berendam, Novia mengambil handuk untuk mengeringkan rambut dan tubuhnya. Kemudian dia berjalan menuju almari yang ada di kamar mandi. Menurut informasi dari mama Boby, beliau sudah menyuruh pegawainya untuk menyiapkan baju ganti untuknya.
****