
" Yakin nih mas, kamu mau ngajak aku kemanapun aku mau?" tanya Novia ketika mereka sudah di dalam mobil.
Boby mengangguk mantap sambil matanya melihat lurus ke depan.
" Kamu mau kemana?"
" Pasar malam."
" What?" seketika Boby menoleh ke arah Novia. Yang ditoleh tersenyum memperlihatkan gigi putihnya.
" Katanya tadi terserah aku. Aku mau jalan-jalan ke pasar malam. Pengen naik bianglala. Mau ya?" rengek Novia sambil memperlihatkan puppy eyes nya.
Akhirnya Boby mengalah karena dia memang sudah berjanji mengajak kemanapun Novia mau.
Beberapa saat kemudian sampailah mereka di pasar malam. Suasananya lumayan ramai.
" Mas, kita naik komedi putar yuk."
" Masak naik komedi putar kita. Kayak anak kecil, Nov. "
" Ya udah lah kalau nggak mau. Aku naik sendiri. Mas tunggu di sini aja. "
Novia berlalu menuju stand komedi putar. Setelah membayar tiket masuk, Novia duduk di kursi komedi putar itu. Tak lama kemudian, di sebelahnya, duduk seorang laki-laki dengan postur tubuh tinggi, badan berotot, kulit sawo matang, rambut cepak, wajah lumayan keren lah.
" Boleh duduk di sini?"
" Iya, silahkan."
" Sendirian aja mbak?"
" Iya mas."
Sambil naik komedi putar, tercipta percakapan diantara mereka. Boby memperhatikan mereka dari kejauhan dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
Setelah komedi putar berhenti, Novia turun dan bergegas menyusul Boby.
" Udah puas?"
Novia mengangguk sambil tersenyum.
" Mas sih tadi di ajakin nggak mau."
Kalau tahu istrinya akan duduk dengan laki-laki lain, tentu dia tidak akan membiarkan istrinya naik komedi putar sendiri.
" Seneng ya tadi ada yang nemenin." sindir Boby.
" Siapa yang nemenin. Orang kamu aja di sini."
" Tadi. Cowok yang duduk di sebelah kamu. Ngobrolin apa tadi?"
" Oohh... Dia nanya aku sendirian aja?"
" Terus kamu jawab apa? " naluri kekepoan Boby keluar.
" Ya aku jawab iya. Sendirian. Orang aku di situ sendirian kan. Terus habis itu dia ngajakin kenalan. Dia bilang dia itu seorang tentara.
" Terus kamu mau?"
Novia mengangguk.
" Tentara kok mainnya kayak anak TK." Boby tersenyum mengejek.
__ADS_1
" Dari tadi bilangnya kayak anak TK mulu. Kita di sini itu buat refreshing mas. Lihat tu... banyak orang dewasa pada main." Novia menunjuk ke sekeliling.
" Terus dia bilang apa lagi? Kayaknya asyik banget tadi ngobrolnya."
" Udah lah mas. Nggak usah di bahas. Nggak penting juga. Mending kita pindah permainan. " Novia berjalan ke stand yang lain. Boby mengekorinya.
" Aku mau naik halilintar. Mas tunggu di sini. "
" Tunggu! Aku ikut." Boby mencekal lengan Novia.
" Beneran mau ikut? Yakin?" wajah cantik Novia berubah menjadi berbinar.
" Hem "
Boby mengikuti Novia naik halilintar. Walaupun dia agak tidak nyaman, alias takut, tetap dia ikut naik. Daripada istrinya di dekati laki-laki lain mikirnya.
Setelah naik halilintar, Novia mengajak Boby ke stand makanan ringan. Novia sangat ingin makan sosis bakar. Boby mengiyakan, tapi dia tidak ikut membeli. Mungkin bagi Boby, makanan di situ tidak bersih.
" Enak?" Melihat istrinya memakan sosis bakar dengan lahapnya, Boby menjadi penasaran.
" Banget. Mau coba?"
Boby menggeleng. Walaupun sebenarnya dia ingin merasakan, tapi dia masih merasa kalau makanan itu tidak sehat.
" Enak banget lho mas. Pedes-pedes gurih. Ayo...Aaaa..." Novia menyuapi suaminya. " Tenang aja, nggak bikin mati. Buktinya, aku baik-baik aja. Aaaaa...." Novia menyodorkan kembali sosis yang ia pegang ke bibir Boby. Akhirnya, Boby menerima suapan Novia.
" Enak kan?"
" Lumayan."
" Mau lagi? Kalau mau lagi, aku beliin. "
" Nggak usah. Ntar kekenyangan malah nggak jadi makan malam. Sekarang kamu mau naik apa lagi?"
" Ya udah, ayo." Boby menggandeng tangan Novia.
Sampai di stand, Boby membayar tiket dan Novia masuk ke dalam. Ternyata di situ ada cowok yang naik komedi putar bareng Novia tadi.
" Eh, mbak Novia mau naik ini juga?"
Novia mengangguk sambil tersenyum.
" Mau barengan saya?"
" Nggak usah. Teri..."
" Sayang, ayo naik." sela Boby yang tiba-tiba muncul di belakang Novia.
" Sayang, sayang apaan sih. " protes Novia berbisik.
" Lho, mbak Novia tadi bilangnya sendirian. Ini siapa?"
" Iya, tadi sendirian pas naik komedi putar. Saya nungguin di luar. Dan saya ini, Suaminya Novia. Ayo sayang cepetan naik, keburu bianglalanya jalan. "
Novia hanya geleng-geleng kepala kecil melihat tingkah suaminya. Sedangkan laki-laki tadi hanya bengong melihat Novia dan Boby.
Bianglala mulai bergerak. Novia dan Boby duduk saling berhadapan. Ada sepasang mata yang memperhatikan mereka. Siapa lagi kalau bukan laki-laki yang berkenalan dengan Novia tadi.
" Ternyata kamu mempunyai sisi yang kekanakan juga ya mas. Agak nggak cocok sama usia kamu. "
" Maksudnya? "
__ADS_1
" Baru tadi aku lihat kamu kayak anak ABG yang cemburu waktu pacarnya di godain cowok lain."
" Emang yang bisa cuma anak ABG doang?"
" Ihh, kok jadi ngambek. Tuh kan, kayak anak ABG. " ledek Novia.
Ingin rasanya Novia tertawa melihat ekspresi cemberut Boby. Aneh. Cowok yang biasanya selalu cool, berwibawa, ternyata mempunyai sisi yang seperti ini.
" Mas. Udah dong ngambeknya. Cakepnya ilang lho ntar." bujuk Novia.
" Makanya, aku tadi udah bilang, kamu nggak usah dandan. Ntar kalau dandan pasti pada ngelirik. "
" Ya Allah mas. Aku nggak dandan lho tadi. Cuma pakai bedak sama liptint. Tapi ya mau bagaimana lagi. Dari sananya aku emang udah cantik sih. Mau nggak dandanpun tetap cantik. "
" Narsis. " Boby menoleh sambil tersenyum tipis melihat istrinya yang tiba-tiba jadi narsis.
" Mas, lihat deh. Kota Semarang kalau di lihat dari atas ternyata bagus ya. " Kini mereka sampai di puncak. Pemandangan kota Semarang terlihat indah.
Waktu pun berlalu. Kini Boby dan Novia sudah berada di dalam mobil.
" Kita mau makan malam di mana?"
" Terserah kamu mas."
" Tadi aku kan udah bilang, malam ini kamu boleh menentukan semuanya. "
" Tadi aku udah milih. Sekarang untuk makan malam aku serahin ke kamu. "
" Oke deh kalau begitu. Kita makan di tempat yang kita belum pernah datangin berdua."
Mobil melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju suatu tempat.
Setengah jam kemudian, mobil berhenti di sebuah rumah makan yang tempat makannya lebih seperti taman. Ada gazebo-gazebo di taman itu. Suasananya juga romantis.
" Wah, bagus banget tempatnya. Asyik. Kamu kok tahu ada tempat makan seperti ini di Semarang mas? Aku aja yang asli orang sini malah nggak tahu."
Tentu saja Boby tahu karena waktu dia baru datang ke kota ini, Karell pernah mengajaknya makan di tempat itu.
" Searching di google aja. " Boby asal menjawab.
Mereka masuk dan duduk di sebuah gazebo.
" Makasih ya mas buat hari ini. Juga buat hadiahnya. Hari ini sungguh hari yang spesial buat aku. "
" Iya sama-sama. Aku seneng kalau kamu juga seneng. Tapi, masak cuma makasih doang. " Boby tersenyum licik menggoda Novia.
" Terus, mau apa?"
" Mmmm.... cium mungkin. " Novia membelalakkan matanya.
Boby tersenyum menyeringai. Kemudian dia mendekatkan wajahnya ke depan Novia.
Jantung Novia mulai tak terkontrol. Dia jadi salah tingkah sendiri. Mata mereka bertemu. Sangat dekat. Kini tidak hanya jantung Novia yang tidak terkontrol denyutnya. Tapi Boby juga.
Boby menelan salivanya dengan susah payah. Dia melihat ke bibir Novia. Ingin rasanya dia ******* bibir manis itu. Ah, pikiran Boby sudah mulai kemana-mana.
Tiba-tiba saja Novia menjauhkan wajahnya dari hadapan Boby. Berdehem mencoba menetralkan detak jantungnya.
Boby seketika tersadar dengan posisinya. Diapun menjauhkan wajahnya. Mengambil nafas dalam-dalam untuk menghilangkan pikiran mesumnya.
****
__ADS_1
bersambung