
Menimbang dan menimbang. Akhirnya Novia memutuskan. Terlihat anggukan pelan dari Novia. Boby seakan tak percaya.
" Boleh?" tanya Boby kembali. Dan Novia mengangguk kembali.
Senyum bahagia terukir dari bibir Boby. Secepat kilat, Boby mengangkat tubuh Novia dan di bawanya ke kamarnya. Kemudian dia menutup pintu kamar dengan kakinya tanpa melepas pandangan matanya dari Novia.
Boby merebahkan tubuh Novia perlahan ke tempat tidur. Boby terus memandang wajah Novia tanpa bosan dengan pandangan penuh dengan hasrat. Novia merasa malu dengan pandangan mata Boby. Dia menoleh ke samping.
Boby mulai mencium pipinya, kemudian beralih ke mata, ke hidung, dan kini dia meraih wajah Novia supaya berhadapan dengannya.
Boby mencium bibir ranum istrinya. Menciumnya dengan lembut. Kemudian ciuman itu berubah menjadi luma***. Noviapun mulai terbawa suasana. Novia membalas setiap luma*** Boby .
Tangan Boby tidak tinggal diam. Tangannya membelai kepala Novia. Kemudian beralih mengelus perut Novia. Ada sensasi lain yang di rasakan Novia dari sentuhan Boby. Sentuhan Boby begitu lembut.
Setelah mengelus perut langsing Novia, kini tangan Boby mulai merambat masuk ke dalam kemeja Novia. Meremas pelan sebelah d*d* Novia. Desahan kecil keluar dari mulut Novia.
Boby mengeluarkan lagi tangannya, kemudian melepaskan kancing baju Novia satu persatu. Kemudian dia melepas pengait celana yang di pakai Novia. Melepas celana itu dengan kakinya. Kemudian dia melepas semua pakaian yang di pakainya kecuali boxernya.
Setelah melepas semua pakaiannya, Boby menindih tubuh Novia kembali. Novia merasa semakin malu. Karena ini pertama kalinya dia tidak berpakaian di depan seorang laki-laki. Wajah Novia menjadi bersemu merah.
Boby kembali mencium bibir Novia. Dan tangannya mulai bergerilya mengelus setiap inci tubuh Novia. Kemudian tangannya berhenti di d*d* Novia yang masih mengenakan bra. Tangan Boby menelusup ke belakang punggung Novia untuk melepas pengait bra istrinya. Kemudian di lepasnya bra itu dan di buang sembarangan ke lantai.
Setelah waktu yang cukup lama untuk pemanasan, kini adik kecil Boby sudah tidak tahan untuk memasuki bagian bawah Novia. Boby melepas boxernya, kemudian bertanya kepada Novia.
" Sayang, aku sudah tidak tahan. Boleh aku melakukannya sekarang?" ucap Boby dengan suara berat menahan hasratnya.
__ADS_1
" Kata orang-orang sakit kalau pertama kali." jawab Novia sedikit takut sambil menggigit bibir bawahnya.
" Aku akan berusaha untuk melakukannya dengan lembut sayang. "
Akhirnya Novia mengangguk karena diapun sudah tidak tahan untuk di masuki.
Boby melepas satu-satunya pakaian yang masih menempel di tubuh Novia. Kemudian menyentuhnya yang ternyata sudah basah. Boby mulai mengarahkan adik kecilnya ke sana perlahan.
Baru sedikit masuk, Novia sudah meringis kesakitan. Boby mencium kembali bibir Novia untuk mengalihkan sedikit rasa sakit yang akan semakin terasa. Setelah di rasa Novia sudah tidak kesakitan, Boby memasukkan adik kecilnya lebih dalam.
Spontan jari Novia mencengkeram lengan Boby karena rasa sakit yang luar biasa. Boby berhenti sejenak menunggu Novia siap untuk di masuki lebih dalam. Darah segar terasa merembes dari bawah Novia. Boby dapat merasakannya. Boby melihat ke bawah sebentar. Kemudian senyum Boby kembali terukir. Dia bahagia telah menjadi yang pertama buat Novia.
Setelah lebih dari satu jam mereka melakukan penyatuan, kini mereka mengerang bersamaan.
" Mas, aku mau pipis. Udah nggak tahan. "
Dan " Aaahhhh..." mereka berteriak bersamaan. Boby mengeluarkan semua benihnya di rahim Novia karena Boby melakukannya tanpa menggunakan pengaman. Dan di sambut oleh Novia yang juga menyebarkan seluruh sel telurnya.
Mereka berdua bernafas ngos-ngosan setelah olahraga malam yang panjang. Boby melepas penyatuan mereka, menarik selimut untuk menyelimuti tubuh polos mereka berdua.
Tubuh Novia terasa sangat lemas sekali. Matanya juga sangat berat untuk di buka.
" Terimakasih, Sayang. Terimakasih istriku. Untuk semuanya. Untuk kebahagiaan yang kamu berikan malam ini. Dan terimakasih karena telah menjaganya untukku. " Boby mengecup kening Novia cukup lama.
Kemudian memandang wajah Novia kembali. Senyum manis terukir di bibir Novia dan dia mengangguk menjawab ucapan Boby sambil dengan mata terpejam.
__ADS_1
Kemudian Boby memeluk erat tubuh Novia. Dan Novia tertidur dalam pelukan hangat sang suami.
•••
Fajar menyingsing. Boby terbangun lebih dulu. Dia membuka mata dan melihat sang istri yang masih dalam dekapannya dan tertidur pulas. Senyum bahagia tercipta di bibir Boby. Sungguh dia sangat bahagia. Dikecupnya pelan kening Novia. Kemudian dia mengangkat sedikit kepala Novia untuk mengambil tangannya.
Boby beranjak perlahan dari tidurnya. Membenarkan selimut istrinya, kemudian dia berjalan ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke Yogyakarta.
Selesai mandi, dia melaksanakan sholat subuh dan kemudian menyiapkan sendiri baju yang akan ia bawa. Karena semalam dia tidak membiarkan Novia melakukannya. Sambil mengemas baju, Boby senyum-senyum sendiri mengingat kegiatan mereka semalam.
Setelah selesai mengemas baju, dia mendengar ponselnya berbunyi menandakan ada pesan masuk. Segera dia meraih ponselnya dan membaca pesan itu. Ternyata dari Andre.
** Gue udah di depan rumah Lo. Cepetan keluar. isi pesan tersebut.
Boby bergegas mengangkat kopernya, kemudian mendekat ke ranjang. Dia mencondongkan tubuhnya ke Novia. Mengecup kilas kening dan bibir Novia. Dan meletakkan sebuah note di atas bantal yang dia pakai semalam.
Boby beranjak keluar. Membuka dan menutup pintu dengan pelan. Supaya tidak membangunkan Novia.
Saat di luar, Boby bertemu dengan bi Susi.
" Bi, jangan bangunkan Novia ya. Biarkan dia beristirahat. Nanti kalau dia sudah bangun, bilang ke dia kalau aku sudah berangkat."
" Iya, mas. Eh, tapi mbak Novia sepertinya kok tidak ada di kamarnya? Pintu kamarnya terbuka sedikit, tapi sepertinya kosong."
" Dia...Dia tidur di kamarku. " Boby menjawab dengan senyum penuh arti.
__ADS_1
Sepertinya bi Susi mengerti dengan situasi saat ini. Melihat wajah Boby yang terlihat begitu cerah dan Novia yang tertidur di kamarnya. Bi Susi sudah bisa menebak apa yang terjadi. Bi Susi merasa ikut bahagia dengan perkembangan hubungan bosnya. Beliau berencana segera memberi tahu kabar baik ini ke nyonya besarnya.
****