Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
45. Tidak Suka Perempuan Seksi


__ADS_3

" Suara kamu benar-benar enak di dengar, Nov. Besok-besok jangan menyanyi di depan banyak orang. " ucap Boby.


Kini mereka sudah berada di kamar mereka. Mereka duduk di sofa sambil menonton TV.


" Emang kenapa?" tanya Novia.


" Ntar pada baper. Jadi jatuh cinta sama kamu. "


" Ih, kamu ini mas ada-ada aja. Seharusnya kamu bangga mas. Punya istri yang suaranya bisa membuat orang baper. "


" Nggak boleh. Yang boleh baper sama suaramu cuma aku aja."


" Kok gitu?"


" Iya. Aku nggak mau ada pria lain yang suka sama kamu. Harus cuma aku. "


Novia menggeleng-gelengkan kepala sambil menonton TV kembali.


" Nov, kamu kalau pingin tahu apa aja tentang aku, tanya aja langsung ke aku. Jangan tanya orang lain. Aku akan jawab sejujur-jujurnya. "


" Hmm? Maksud kamu mas?" Novia memandang ke arah Boby. Boby juga menghadap ke arahnya.


" Seperti yang kamu tanyain ke Shinta tadi. Tanya ke aku aja. "


Novia mengendikkan bahu. Dia kembali melihat TV.


" Kamu mau tanya soal Sofia? Akan aku jawab. Sofia itu teman sosialita Shinta. Kita ketemu beberapa kali saat aku sama Andre ada proyek di Surabaya. Beberapa kali dia menghubungiku. Mengajak ngobrol. Nggak tahunya dia punya maksud. "

__ADS_1


" Terus?" sebenarnya Novia sudah penasaran sedari tadi. Tapi dia pura-pura tidak perduli.


" Terus dia juga pernah datang ke Semarang. Kalau tidak salah dua atau tiga kali. Yang pertama dia datang bareng Shinta. Tapi selanjutnya dia datang sendiri. Dia gencar sekali mendekatiku. "


" Terus kenapa kamu nggak mau sama dia. Mbak Shinta bilang, Sofia cantik, kulitnya putih, sexy, bodynya bahenol. Kurang apa lagi coba?" Novia mencecar Boby dengan berapi-api. Entah kenapa Novia merasa panas hatinya mendengar nama Sofia.


" Kamu marah? Kamu cemburu ya?" Boby menggeser duduknya semakin mendekat ke Novia.


" Hih, apaan sih mas?" Novia memalingkan muka dan menggeser duduknya sampai ke tepi sofa karena Boby terus mendesaknya.


" Bilang aja kalau cemburu. Aku suka kamu yang seperti ini. "


Sekarang posisi mereka dekat sekali sampai tak ada jarak diantara mereka. Boby memilin ujung kerudung Novia. Kemudian mengelus kepala Novia yang terbungkus kerudung.


Jantung Novia sudah mulai dag dig dug. Jantungnya sudah mulai tidak bisa diajak berkompromi. Boby juga sama. Jantungnya berdegup kencang.


" Aku suka perempuan seperti kamu. Seorang perempuan yang bisa membuat jantungku berdetak kencang."


Boby mulai menyusuri wajah Novia dari dahi, turun ke mata, hidung, dan kemudian mengelus pipinya. Boby menelan salivanya dengan susah payah ketika melihat bibir Novia. Dia jadi teringat malam ketika dia mencuri ciuman Novia.


Novia semakin gugup melihat perlakuan Boby. Jantungnya berdetak semakin kencang. Berbagai pemikiran yang tidak-tidak bermunculan.


Di saat Novia masih sibuk dengan pikirannya, dia merasa sesuatu yang kenyal berada di bibirnya. Novia membelalakkan matanya ketika menyadari kalau bibir Boby kini berada di bibirnya.


Boby terlihat memejamkan matanya. Menikmati sentuhan bibirnya di bibir Novia. Boby mel***t bibir ranum istrinya. Menikmatinya. Sedikit memberikan jilatan ringan dengan lidahnya.


Menyadari hal itu, refleks Novia mendorong dada Boby keras sehingga membuat ciuman Boby terlepas. Novia menutup bibirnya dengan jemari tangan kirinya. Kemudian beranjak berdiri berjalan dengan langkah lebar menuju kamar mandi.

__ADS_1


Boby berusaha mengejar. Tapi Novia keburu menutup pintu kamar mandi.


Novia bersandar di pintu kamar mandi masih sambil memegang bibirnya.


" Ya Tuhan... ciuman pertamaku. Kenapa dia mengambil ciuman pertamaku? " Novia berbicara sendiri.


Kemudian dia memegang dadanya.


" Jantungku...Kenapa jantungku berdetak begitu kencang seperti ini. Ah, kenapa aku ini?"


" Tapi tunggu.. tunggu..Ini adalah ciuman pertamaku. Kenapa aku merasa seperti Dejavu? Seperti aku pernah merasakan ciuman tadi. Aku seperti pernah merasakan bibirnya mencium bibirku sebelumnya."


Novia menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba menetralisir pikiran dan detak jantungnya.


Dibalik pintu kamar mandi, Boby tersenyum bahagia mendengar dari mulut Novia kalau itu adalah ciuman pertamanya. Rupanya Boby menguping perkataan Novia yang berada di kamar mandi.


Boby tersenyum lebar. Sambil mengusap bibirnya dengan ibu jarinya. Bahagia. Mendapati kenyataan jika bibirnya adalah yang pertama merasakan bibir istrinya.


Boby berjalan ke tempat tidur. Merebahkan tubuhnya. Berpura-pura tertidur. Karena dia yakin, Novia pasti malu bertemu dengannya setelah kejadian tadi.


Setelah Boby memejamkan matanya, Novia membuka pintu kamar mandi. Mengintip ke kamar. Mencari keberadaan Boby. Sepertinya dia belum siap kalau bertemu suaminya. Dia bingung harus bersikap seperti apa.


Matanya mendapati sang suami telah tertidur. Dia segera keluar dari kamar mandi. Ikut merebahkan tubuhnya di samping Boby yang tidur dengan telentang dan tangan kanan menutupi mata. Novia tidur dengan posisi membelakangi Boby.


Huh. Untung dia sudah tertidur. Batin Novia.


****

__ADS_1


bersambung


__ADS_2