Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
35. Saya Tidak Menggodanya


__ADS_3

" Jadi murid kamu dirawat di sini?"


" Iya mas. "


" Emang sakit apa sampai masuk rumah sakit?"


" Mana aku tahu mas. "


Sampailah mereka di depan sebuah pintu kamar rawat inap.


" Mas, kamu tunggu di sini ya. Biar aku masuk sendiri. "


" Oke. Kalau ada apa-apa, kamu panggil aku. "


Novia mengangguk. Dia kemudian masuk ke dalam kamar rawat inap tersebut. Terlihat di sana Dennis tertidur di ranjang rumah sakit dengan tangan di perban dan muka lebam. Di kursi samping ranjang, ada seorang laki-laki paruh baya sedang membaca surat kabar.


" Assalamualaikum..." sapa Novia.


" Waalaikum salam. Oh, ada tamu. " jawab seseorang tadi, yang ternyata dia adalah papanya Dennis.


" Mari silahkan. "


Novia berjalan mendekat. Papa Dennis agak terkejut ketika melihat Novia dari dekat. Seperti mengenalnya.


" Maaf, anda ini..."tanya papa Dennis


" Saya ibu gurunya Dennis pak. Nama saya Novia."


Oh, jadi benar. Pantas saja tadi aku merasa pernah melihatnya. batin papa Dennis.


" Dennis, kecelakaan pak?"


" Iya, dia mengalami kecelakaan satu minggu yang lalu. Tangan kirinya mengalami patah tulang. "


" Bagaimana kondisinya sekarang pak?"


Belum sempat papanya Dennis menjawab, Dennis terbangun dari tidurnya.


" Pa..." panggilnya


" Iya Den.."


" Siapa yang datang pa?"


" Itu, ada ibu gurumu. " jawab papanya Dennis sambil melirik ke arah Novia. Dia ragu untuk menyebutkan namanya.


" Siapa pa?" tanya Dennis kembali karena saat ini dia tertidur dalam posisi miring membelakangi Novia.


" Bu Novia.."


Seketika Dennis membalikkan kepala dan badannya dengan agak kesusahan karena tangannya masih terasa nyeri.


" Bu..." panggilnya.

__ADS_1


" Dennis, bagaimana keadaan kamu sekarang? Maaf ibu baru bisa jenguk. "


Dennis tersenyum agak sinis.


" Seperti yang ibu lihat. Sakit luar dalam. " jawab Dennis tanpa mau melihat Novia.


" Assalamualaikum..." tiba-tiba seorang wanita paruh baya masuk.


" Waalaikum salam.." jawab semua yang ada di ruangan hampir bersamaan.


" Eh, ada tamu." ucapnya sambil meletakkan tas di sofa.


Setelah meletakkan tas, dia membalikkan badan untuk menyapa tamunya kembali. Betapa kagetnya saat dia menyadari siapa yang ada di ruangan itu. Emosinya langsung melonjak.


" Kamu...! Ngapain kamu kesini."


" Maaf Bu, saya mau menjenguk Dennis. Sudah ber..."


" Nggak perlu kamu jenguk-jenguk anak saya. Nggak usah kamu pura-pura baik."


Novia yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi, tampak menginginkan penjelasan.


" Maaf Bu, sebenarnya ada apa ini? Saya kesini memang untuk menjenguk Dennis. "


" Sudah cukup kamu bikin anak saya menjadi seperti ini. "


" Ma..." panggil Dennis mencoba menenangkan mamanya.


" Biar Den. Biar perempuan ini tahu apa salahnya. "


" Kamu tahu kenapa anak saya menjadi seperti ini? Semua gara-gara kamu. Kamu ini seorang guru. Seorang pendidik. Bagaimana bisa kamu menggoda anak saya dan kemudian membuatnya terluka?" tuduh mama Dennis dengan penuh emosi.


" Bu, maaf...tapi bagaimana mungkin saya menggoda anak ibu?"


" Ma, sudah ma. Malu kalau di dengar orang lewat."


" Biarin pa. Perempuan ini sudah membuat anak kita hampir meregang nyawa. " ucap mamanya Dennis sambil mendorong Novia kencang.


Tubuh Novia terhuyung hampir jatuh. Untung Boby masuk di saat yang tepat. Saat mendengar teriakan dari dalam kamar, Boby buru-buru masuk ke dalam ruangan karena merasa cemas dengan istrinya.


Boby berhasil menahan tubuh Novia dari belakang sehingga tubuh Novia tidak sampai terjatuh.


" Kamu nggak pa-pa?" tanya Boby kepada Novia. Novia menggelengkan kepalanya untuk menjawab.


" Siapa kamu? Main masuk aja. " tanya mamanya Dennis.


Dennis dan papanya langsung melihat ke arah Boby. Dennis agak terkejut melihat Boby. Diapun membuang pandangannya karena malas melihat Boby.


" Saya suaminya Novia."


" Tidak usah ikut campur permasalahan ini. Ini masalah keluarga saya sama dia. " ucap mamanya Dennis sambil menunjuk ke arah Novia.


" Maaf nyonya. Kalau anda ada masalah dengan istri saya, tentu anda juga punya masalah sama saya. "

__ADS_1


" Denger ya. Istri kamu ini dengan tanpa malunya telah menggoda anak saya. Setelah anak saya termakan godaannya, dia meninggalkan anak saya untuk laki-laki lain. Jadi, kamu juga harus hati-hati dengan perempuan ini. Jangan-jangan kamu juga di selingkuhi. " ucap mamanya Dennis panjang lebar.


Boby tersenyum mendengarnya.


" Nyonya, apa anda tidak salah berbicara? Dengar ya nyonya. Istri saya tidak pernah menggoda anak anda. Justru anak andalah yang selalu mengganggu istri saya dengan rayuannya."


" Jangan asal bicara kamu!"


" Kalau anda tidak percaya, silahkan tanyakan kepada anak anda, sudah berapa kali dia menyatakan cinta kepada istri saya. Apa pantas seorang murid, menyatakan cinta kepada gurunya?"


Semua menjadi terdiam. Mamanya Dennis secara spontan beralih memandang anaknya.


" Justru karena istri saya ini masih memandang dia sebagai seorang murid, istri saya tidak melaporkan hal ini ke pihak sekolah. Oh ya dan satu lagi. Laki-laki yang ibu maksudkan tadi adalah saya. Yang pada saat itu, saya masih menjadi calon suami Novia. Saya tidak pernah meragukan istri saya. Jadi saya yakin, dia tidak akan berselingkuh. " ucap Boby sambil merangkul pundak Novia.


Mamanya Dennis menjadi terdiam. Semuanya kembali terdiam beberapa saat.


" Maafkan saya, Bu Novia. Saya...saya yang bersalah.. tidak seharusnya saya mencintai ibu. Dan maafkan mama saya bu. Mama sudah salah paham terhadap ibu. Maaf..." ucap Dennis kemudian dengan mata berkaca-kaca.


" Dennis.." panggil mamanya yang berjalan mendekat ke arahnya.


" Maafkan kami Bu. " ucap papanya Dennis yang sangat merasa tidak enak terhadap Novia atas perlakuan istrinya.


" Tidak apa-apa pak."


" Sayang, kita pulang." ajak Boby dengan menekan kata sayang supaya Dennis tahu kalau dia telah kalah. Novia yang mendengar suaminya menyebutnya sayang menjadi bergidik bulu tangannya.


" Iya. Pak, Bu, Den, kami pamit dulu. Cepet sembuh ya Den. Sekali lagi, ibu minta maaf. "


Dennis tersenyum. Novia dan Boby membalikkan badannya.


" Bu..." panggil Dennis.


Novia dan Boby membalikkan setengah badannya bersamaan.


" Semoga ibu bahagia." ucap Dennis sambil tersenyum tapi dengan air mata yang telah menggenang.


Novia menjawabnya dengan anggukan. Kemudian mereka keluar dari kamar dan berjalan keluar. Boby masih merangkul pundak Novia selama mereka berjalan menuju parkiran.


Sepanjang perjalanan pulang, Novia banyak terdiam.


" Kamu nggak pa-pa?" tanya Boby sambil memegang tangan Novia.


" Nggak pa-pa mas. Aku cuma nggak habis pikir sama Dennis. Kenapa jadi seperti itu. "


" Itu karena kamu kelewat cantik. Makanya dia bisa tergila-gila sama kamu."


" Kamu mas bisa aja."


Seperti aku. Aku juga lama-lama bersama kamu pasti akan tergila-gila sama kamu. batin Boby. Yang memang sebenarnya dia sudah mulai jatuh hati terhadap Novia tapi dia belum menyadarinya.


" Kita sekalian makan di luar? Oh, kita nonton bioskop dulu. Ini kan malam minggu. Kita kencan dulu baru pulang. Oke?"


Boby tahu istrinya ini sedang bersedih. Oleh karena itu dia akan mengajak istrinya jalan-jalan, nonton, pokoknya happy-happy lah biar sang istri bisa melupakan masalah yang tadi.

__ADS_1


****


bersambung


__ADS_2