
Pemberitahuan
Kakak² reader yang baik, cerita ini belum tamat ya kak... Masih ada beberapa episode lagi.
Maaf kalau tulisannya udah tamat....🙏🙏🙏
•••••
Boby merasa agak lega setelah bertemu dengan Candra. Ada dua hal yang membuat hatinya lega. Pertama, dia tahu kalau Novia baik-baik saja dan sedang bersama mamanya sekarang. Walaupun dia tidak tahu dimana tepatnya Novia berada. Yang kedua, Boby merasa lega karena Novia tidak bersama dengan Candra.
Boby berpikir jika Novia tidak bersama dengan Candra, maka ia masih punya kesempatan untuk mengambil hati istrinya kembali.
Hari itu, Boby bisa agak tersenyum. Raut wajahnya sudah agak sumringah. Walaupun masih dengan penampilan yang amburadul, Boby hari itu menyempatkan waktu untuk menengok kantornya. Kantor yang hampir 2 bulan tidak di kunjunginya.
" Maaf pak, mau bertemu siapa? " tanya security di depan gedung kantornya.
" Hey, kau tidak mengenaliku? " tanya Boby bingung.
" Maaf, tapi siapa ya? " tanya security kembali sambil menggaruk kepalanya.
" Ini aku. Pemilik gedung ini. Bos di sini. " jelas Boby dengan nada sebal.
" Pak Boby? Benar ini pak Boby? " tanya security tak percaya.
" Hm " jawab Boby singkat sambil berlalu.
' Kenapa pak Boby jadi seperti itu penampilannya? Biasanya rapi abis. Ini kok awut-awutan begitu. ' gumam si security.
Di dalam kantor, pandangan para pegawai juga sama. Mereka kaget dengan penampilan Boby sekarang. Jambang dan kumis di pipinya tumbuh dengan lebatnya.
Beberapa pegawai pada berbisik mengomentari penampilan Boby. Tapi Boby tidak ambil pusing. Karena dia memang sadar kalau penampilannya saat ini sungguh bukan stylenya.
Boby naik ke lantai 3 dengan menggunakan lift. Saat hendak membuka pintu ruangannya, Andre melihatnya.
" Bro... Akhirnya..." ucap Andre dari kejauhan.
Boby melambaikan tangan mengajak Andre masuk ke ruangannya. Andre pun mengikuti Boby masuk ke ruangan.
__ADS_1
" Gimana keadaan kantor? Semua kerjaan beres? " tanya Boby saat mereka sudah di dalam ruangan.
" Lo masih peduli sama kantor lo. Gue kira udah nggak. Rencananya mau gue ambil nih perusahaan konstruksi. Biar lo sekalian jadi gelandangan. Secara penampilan lo ini udah pantas jadi gelandangan. "
" Rese lo. " jawab Boby enteng.
Walaupun penampilan Boby awut-awutan, tapi Andre masih bisa melihat, tatapan mata sahabatnya ini sudah lebih berisi. Sudah tidak kosong seperti kemarin-kemarin.
" By the way..kita omongin masalah kerjaan ntar aja. Kita santai dulu. Insyaallah semua kerjaan udah terhandle semua. Gue...gue minta maaf ya Bob. Gue belum dapat informasi tentang istri lo. Gue udah nyari kemana-mana tapi istri lo seperti di telan bumi. "
" Enak aja lo ngomong istri gue di telan bumi. Lo nyumpahin bini gue mati? "
" Ya nggak lah bro. Lo sensi amat. Gue tu juga sayang sama istri lo. Udah gue anggap kayak adik gue malah. Tapi kalau gue lihat, wajah lo hari ini udah nggak mendung lagi. Udah agak cerah. Ada apa ini bro? Lo udah move on? Atau lo udah mengiklaskan Novia dan Lo bener-bener balik lagi sama Karell? "
" Sotoy lo... Selamanya gue akan selalu setia sama bini gue. "
" Halah...yang kemarin apa? "
" Yang kemarin gue khilaf. Sumpah. Gue terlalu di butakan sama obsesi gue. Jadi gue nggak nyadar kalau sebenarnya gue udah jatuh cinta... benar-benar jatuh cinta sama Novia. Seorang perempuan istimewa yang sekarang sedang mengandung anak gue. Anak gue bro...Gue bentar lagi jadi bapak. Gue nggak nyangka. "
" Anak itu memang sesuatu yang spesial. Apalagi kalau anak itu di lahirkan dari rahim seorang wanita yang juga spesial di hati kita. "
" Emang si Karell kenapa? Sepertinya lo kecewa banget sama dia. "
Boby tersenyum miris mengingat betapa bodohnya dia yang telah di tipu oleh Karell.
" Dia sama sekali nggak pernah ingat gue selama dia di luar negeri. Di Inggris dia pernah menjalin hubungan dengan sesama model, dan sampai dia hamil. Tapi karena laki-laki itu meninggalkannya, Karell jadi stres dan keguguran. "
" Oh, berarti informasi yang di dapat bini gue beneran. "
" Shinta tahu? " tanya Boby heran.
" Iya. Kebetulan dia punya teman yang punya agensi model di Inggris. Dia dapat informasi itu dari temannya itu. Rencananya gue mau ngasih tahu lo info ini kalau lo masih tetap mempertahankan Karell. Tapi ternyata Lo udah tahu. "
" Miris banget kan hidup gue. Gue ngorbanin istri dan anak gue demi seseorang yang nggak berharga. "
" Terus kenapa lo hari ini tampak beda? Apa ada kabar baik mengenai istri lo? "
__ADS_1
" Iya. Gue udah tahu dia dimana sekarang. "
" Oh ya?" Andre langsung juga tampak senang. " Dimana dia? " tanyanya antusias
" Dia sama mama. "
" Sama Tante Vera? "
Boby mengangguk.
" Kok bisa sama nyokap lo? Berarti di bawa ke rumah besar? "
" Gue belum tahu nyokap bawa dia kemana. Yang pasti dia aman sama nyokap. "
" Tapi bro. Kalau Novia sama nyokap lo, berarti nyokap lo tahu dong masalah yang ada di rumah tangga kalian. "
Boby mengendikkan bahu.
" Parah asli bro. Lo tahu sendiri nyokap lo kalau marah gimana. Saran gue, mending lo secepatnya ke rumah besar, jelasin semuanya ke Tante Vera. "
" Sementara ini gue nggak bisa kesana. Kalau gue kesana, nggak baik buat Novia. Kondisi Novia bisa nggak stabil lagi kalau dia ketemu sama gue. "
" Bener juga sih bro. Dulu dokter kandungan Novia sudah kasih ultimatum. "
Suasana hening sejenak.
" Eh tapi bro. Novia kan belum tentu ada di rumah besar. Bisa jadi nyokap lo taruh dia di vila yang ada di puncak. Jadi nggak pa-pa dong Lo nemuin nyokap lo di rumah besar. Lagian, apa Lo nggak pengen tahu kabar Novia gimana. " tutur Andre.
Boby menggeleng sambil mengendikkan bahunya.
•••
Semenjak pembicaraannya dengan Andre waktu itu, Boby jadi kepikiran mamanya juga keadaan Novia. Ingin sekali dia mengetahui kabar Novia saat ini. Tapi tidak mungkin dia bertanya sama mamanya. Secara keberadaan Novia kan di sembunyikan darinya.
Dia juga ingin meminta maaf sama sang mama atas kesalahan yang dia lakukan terhadap istrinya. Dia yakin, mamanya pasti sangat marah sekarang.
****
__ADS_1
bersambung