Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
64. Suapan Suami


__ADS_3

" Kamu sakit yang?" tanya Boby.


Novia menggeleng. Dia segera berkumur-kumur dan mengusap bibirnya.


" Tadi kamu nggak pa-pa. Kok tiba-tiba muntah-muntah kayak gini. "


Novia berbalik badan hendak berjalan keluar dari kamar mandi. Tapi tubuhnya terasa lemas. Hampir saja dia jatuh kalau Boby tidak segera memapahnya.


" Kamu istirahat dulu aja. "


" Nggak usah mas. Aku nggak pa-pa. Kita ke dapur lagi aja. "


" Tapi tadi kamu nggak pa-pa. Pasti ini gara-gara kamu susah kalau di suruh makan. Jadi lambungnya sakit. Kita ke dokter. "


" Nggak usah mas. Aku nggak pa-pa. Aku muntah tadi karena nggak kuat nyium bau bawang putih yang kamu kupas tadi. Baunya menyengat banget."


" Ya sudah. Kalau gitu kamu nggak usah di dapur. Tungguin aja di ruang tengah sambil nonton TV. Kalau nasi gorengnya udah siap aku bawain ke ruang tengah. "


Novia mengangguk. Boby memapah Novia ke ruang tengah. Kemudian dia kembali ke dapur melanjutkan acara memasak nasi gorengnya.


Setelah beberapa menit, nasi goreng sudah jadi, Boby menyusul Novia di ruang tengah.


Novia sedang menonton drama Korea di televisi. Ketika mencium aroma nasi goreng mendekat, Novia langsung bersemangat. Rasa lemas di tubuhnya tiba-tiba hilang.


" Ayo makan. " ajak Boby dan memberikan piring yang berisi nasi goreng ke tangan Novia.


Tapi bukannya menerima piring itu, Novia malah membuka mulutnya lebar-lebar.


Bobypun langsung mengerti kalau istrinya ini minta di suapi. Dia duduk di sebelah Novia. Mulai menyuapi Novia .


" Wow....Enak banget nasi goreng buatan kamu mas. " puji Novia dengan mata berbinar.


" Benarkah?"


" Kamu nggak makan sekalian?"


" Tadi aku udah makan di pesawat. Masih kenyang. "


Novia mengambil sendok yang ada di tangan Boby. Kemudian menyendok nasi goreng yang ada di piring, dan mengarahkan ke mulut Boby.


" Aku udah kenyang, sayang. "


" Cobain dulu. Enak banget ini. " paksa Novia. Boby akhirnya menerima suapan Novia.


" Gimana? Enak kan?"


" Enak dong. Siapa dulu yang buat. " ucap Boby narsis.


Novia tertawa mendengarnya.


" Udah nggak mual?" tanya Boby

__ADS_1


Novia menggeleng sambil terus mengunyah nasi goreng. Novia benar-benar menikmati nasi goreng buatan suaminya dan juga menikmati di suapi suaminya. Sampai nasi goreng itu hanya bersisa sedikit. Baru kali ini dia bisa makan nasi banyak setelah beberapa minggu jarang makan nasi.


" Udah mas. Kenyang. "


" Tinggal dikit lho ini. "


Novia menggeleng. " Udah nggak muat perutnya."


Boby bangkit dari duduknya dan pergi ke dapur untuk menaruh piring. Di belakang dia bertemu bi Susi.


" Mas Boby sudah pulang?"


" Iya bi. Udah tadi sore. "


" Mau makan malam kok nggak manggil bibi mas. Kan bibi buatin nasi gorengnya. "


" Ini Novia yang minta bi. Mau makan nasi goreng tapi harus aku yang buat."


" Jadi itu sisa makan mbak Novia?"


Boby mengangguk. Bibi agak heran. Melihat ekspresi bi Susi yang seperti keheranan, Boby bertanya " Emang kenapa bi? Bibi kok sepertinya heran begitu?"


" Tumben lho mas, mbak Novia makannya banyak. Biasanya paling cuma 3 sampai 4 sendok, udah. "


" Masak bi?"


" Iya mas. Mbak Nov susah banget makannya. Ini kok di buatin makan sama mas Boby habisnya banyak. Bibi saranin, kalau mas Boby lagi ada di rumah, mas Boby harus sering ajak mbak Nov makan. Terus, kalau mbak Novia pengen makan sesuatu, kalau bisa harus di turuti ya mas. "


" Ya memang harus. Besok mas Boby juga ngerti. " ucap bibi sambil menepuk pundak Boby.


" Bibi mau ke belakang lagi sebentar. Piringnya di letakkan di situ aja mas. Nanti bibi cuci. " bibi berlalu dari hadapan Boby.


Boby segera meletakkan piring di samping tempat cuci piring. Kemudian dia berjalan kembali ke ruang tengah. Dia duduk di sebelah Novia yang sedang asyik menonton drakor.


" Gimana kerjaannya mas?"


" Alhamdulillah. Klien puas sama presentasiku. Beliau malah langsung minta di buatkan design untuk apartemen. Kalau beliau cocok, maka proyek pembangunan apartemennya juga akan di berikan sama aku. "


" Alhamdulillah ya mas. Semoga rezekimu semakin lancar. "


" Itu rezeki kita, sayang. Aku bakalan sangat sibuk sekarang. Klien yang dari Surabaya itu meminta secepatnya untuk di buatkan design. Beliau hanya memberi waktu satu minggu. Setelah itu, aku harus ke Surabaya lagi untuk mempresentasikan design itu. Mana Andre sekarang lagi sibuk nyiapin pernikahannya lagi." ucap Boby agak menggerutu.


" Hm. Dapat rezeki itu harus di syukuri. Bukan malah mengeluh. "


" Bukannya mengeluh. Aku jadi akan sering lembur, sering ninggalin kamu. Karena harus sering keluar kota. Mana minggu depan aku juga harus ke Yogya."


" Aku nggak pa-pa kok. Kamu sibuk kan juga demi masa depan kita. Juga anak-anak kita kelak."


" Iya. " Boby mengecup pipi Novia.


Merekapun melanjutkan percakapan mereka sampai hampir jam 10 malam.

__ADS_1


" Hoam...." Novia menguap. " Aku udah ngantuk. Mau tidur dulu. "


" Ya udah, yuk." Boby juga ikut bangkit dan berjalan mengikuti Novia masuk ke kamar Novia.


" Kok kesini?" tanya Novia ketika tahu Boby mengikutinya.


" Kan mau tidur. Sama istriku. "


Novia melenggang meninggalkan Boby yang masih ada di depan pintu. Boby mengikuti.


Seperti biasa, sebelum tidur Novia mengganti bajunya dulu, menggosok gigi dan ritual lainnya. Ketika keluar dari kamar mandi, dia mendapati Boby yang tengah duduk bersandar di sandaran ranjang.


Novia langsung merebahkan tubuhnya di samping Boby dan menarik selimut hingga ke dada.


Setelah melihat Novia memasukkan tubuhnya di dalam selimut, Boby juga memasukkan tubuhnya ke dalam selimut yang sama. Dia mengambil guling yang berada di tengah-tengah mereka.


Boby memeluk tubuh Novia sambil mengecup pipi Novia berkali-kali. Melihat Novia tidak memberikan respon apapun dan tetap menutup matanya, tangan nakal Boby mulai bergerak ke atas. Boby sudah tahu daerah paling sensitif Novia.


Boby memasukkan tangannya ke dalam baju tidur Novia. Mengetahui ternyata dada Novia tidak tertutup apapun, Boby tersenyum.


" Kamu kenapa nggak pakai bra?" bisik Boby di telinga Novia.


" Nggak nyaman aja mas. Susah nafasnya. Tangan kamu mas. " protes Novia terhadap Boby ketika merasakan tangan Novia memegang dadanya.


" Aku pengen. Aku kangen sama kamu. " jawab Boby pelan sambil mencium kembali pipi Novia.


" Aku ngantuk banget mas. "


" Kamu tidur aja. Aku akan bekerja sendiri. "


Boby menggeser tubuh Novia supaya menghadapnya. Dia mulai mencium bibir Novia. ********** perlahan. Benar sekali, tidak ada balasan dari Novia. Tangan Boby yang sedari tadi berada di dalam baju Novia kini mulai membuka kancing baju itu. Setelah kancing baju Novia terlepas semua, Boby menyibak selimut yang menutupi tubuh Novia.


Dipandanginya dada Novia. Ternyata dada Novia benar-benar sangat berisi. Membuat Boby dengan susah payah menelan salivanya. Di rabanya perlahan dada Novia sambil mencium kembali bibir Novia.


Novia yang semula tidak merespon perlakuan Boby, kini dia mulai membalas ciuman Boby. Sudut bibir Boby tersungging kecil. Desahan-desahan mulai terdengar dari mulut Novia.


Malam yang dingin kini berubah menjadi panas. Malam ini akan menjadi malam kedua mereka. Setelah entah berapa lama mereka melakukan pemanasan, kini Boby siap memasuki Novia.


Sebelum Boby masuk, Novia mendorong dadanya.


" Mas, lakukan pelan-pelan ya. Dan jangan terlalu menekan perutku. "


Boby mengecup kening Novia dan berkata " Iya, sayang. "


Setelah itu, berlanjutlah kegiatan mereka malam itu. Boby benar-benar melakukannya dengan pelan-pelan dan penuh kehati-hatian. Biarpun dia tidak tahu kenapa Novia memintanya melakukan dengan perlahan, Boby tetap menurutinya.


Malam itu benar-benar menjadi malam yang panjang untuk mereka berdua.


****


bersambung

__ADS_1


__ADS_2