Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
89. Mencari


__ADS_3

Setelah mendapat share loc dari Boby, Andre dan Remon segera meluncur ke lokasi. Mereka mendapati Boby duduk di pinggir jalanan yang sepi. Dia sengaja keluar dari mobil karena dia merasa sumpek berasa di dalam mobil.


" Re, itu dia Boby. " ucap Andre menunjuk Boby yang duduk beralaskan tanah di pinggir jalan.


Tampang Boby pagi itu begitu kusut dan lusuh. Kemeja yang awalnya berada di dalam celana yang bagian bawahnya, kini sudah keluar entah bentuknya. Walaupun baru tidak bercukur selama 24 jam, bulu-bulu tipis sudah mulai terlihat di sekitar wajah Boby. Dan itu membuat kesan semakin berantakan.


" Bro...ya ampun... kenapa lo jadi gini sih? " ucap Andre.


Boby hanya menggeleng lemah. Remon yang sudah tahu permasalahan yang di rundung bosnya ini hanya diam saja.


" Sekarang cerita ke gue, ada apa sebenarnya? "


Masih dengan menunduk, Boby menjawab pertanyaan Andre. " Novia pergi dari rumah. Membawa semua barangnya. Dia hanya ninggalin sepucuk surat dan kartu ATM yang pernah gue kasih ke dia. Dia pergi Ndre...Dia ninggalin gue..." jelas Boby sambil terisak.


" Lo yang sabar ya. Tapi, kenapa dia bisa pergi dari rumah? "


" Semua salah gue. Gue udah nyakitin dia. Gue udah nyakitin anak gue yang bahkan belum lahir ke dunia ini. "


" Lo udah cari dia kemana aja? "


" Kemarin gue ke rumah mertua. Gue pikir Novia pasti pulang ke sana. Tapi sepertinya ibu tidak tahu permasalahan yang sedang dialami anaknya. Gue juga udah ke rumah temannya di kampung. Tapi dia nggak tahu. Bahkan kata ibu Novia sudah lama nggak pulang. "


" Lo udah hubungi dia? "


" Udah. Beratus-ratus kali. Tapi nomernya nggak aktif. "

__ADS_1


" Ya udah, sekarang kita pulang dulu. Lo kacau kayak gini. Mending Lo mandi, makan, istirahat. "


" Gimana gue bisa makan. Bisa istirahat. Kalau gue nggak tahu kabar istri dan calon anak gue? Apa mereka saat ini baik-baik aja atau nggak? "


" Bob, kalau lo kayak gini, yang ada Lo nggak bakal kuat nyari istri sama anak lo. Ayo bangun! Kita pulang. Gue sama Remon pasti bakal bantuin lo nyari istri Lo. Istri lo pasti masih ada di kota ini. "


' Bakal susah bos, nyari Bu bos. Dia udah nggak di kota ini lagi. Lagian salah sendiri bos... bos... udah punya istri cantik masih aja pengen yang lain.' gumam Remon dalam hati sambil geleng-geleng kepala.


Boby bangkit dari duduknya. Dia hendak masuk ke mobil tapi di cegah Andre.


" Lo ikut gue. Jangan nyetir sendiri. Biar mobil lo dibawa Remon. "


Dengan langkah gontai, Boby berjalan ke mobil Andre. Tanpa bersuara Boby duduk di jok sebelah Andre yang duduk di belakang kemudi. Dalam perjalanan pulang, Boby juga tidak mengeluarkan suara. Dia hanya memandang keluar jendela.


••••


Boby hanya tahu dari pihak sekolah, kalau Novia mengundurkan diri dari sekolah. Tapi pihak sekolah tidak mengijinkan dia keluar dari sekolah. Jadi Novia hanya cuti sementara, mungkin sampai bayinya lahir. Ketika ditanya alamat yang di tinggalkan Novia, pihak sekolah mengatakan kalau Novia tidak meninggalkan kontak maupun alamat yang baru.


Usaha Boby untuk mencari keberadaan Novia kian buntu. Boby semakin frustasi di buatnya. Dia sudah tidak bisa bekerja dengan baik. Hampir semua pekerjaannya di ambil alih Andre dan Remon.


Tubuh yang dulunya padat, atletis, kini semakin kurus. Setelah mengetahui Novia meninggalkannya, dia tidak bisa makan dengan baik. Juga tidak bisa tidur dengan nyenyak. Setiap malam dia hanya meratapi kebodohannya.


Rambutnya dibiarkan panjang. Bulu-bulu di sekitar wajahnya juga dibiarkan tumbuh lebat. Sama sekali dia tidak pernah bercukur.


Sudah berminggu-minggu Boby tidak pernah datang ke kantor. Yang di lakukan olehnya selama matahari masih menampakkan sinarnya adalah berkeliling dari satu tempat ke tempat yang lain untuk mencari Novia. Ketika malam tiba, dia akan berada di kamar yang dulu di tempati Novia, tidur di sana sambil memeluk foto pengantin mereka.

__ADS_1


Andre dibikin geram oleh sikap Boby. Dia sering bertanya dan mengingat, selama dia bersahabat dengan Boby, dia belum pernah mendapati Boby sekacau ini.


Waktu Karell meninggalkannya dulu, Boby tetap menjalani hidupnya dengan baik. Bahkan ketika papanya meninggal, dia bisa menjadi lelaki yang tegar.Tapi kenapa sekarang Boby bisa menjadi seterpuruk ini. Sahabatnya itu benar-benar berada dalam kondisi paling buruk dalam hidupnya. Boby sedang berada di dasar jurang yang paling dalam.


Malam itu Andre datang ke rumah Boby. Kembali dia mendapati Boby sedang meringkuk di lantai memegang kedua kakinya dan bersandar pada ranjang di kamar Novia.


" Lo mau sampai kapan seperti ini terus? "


Boby tidak menjawab Andre sama sekali. Bahkan dia tetap berada di posisi semula.


Andre menarik nafas panjang. " Lo mau hidup Lo juga hancur? Lo nggak bisa menghukum diri Lo sendiri seperti ini. Kasih sisa buat istri Lo untuk menghukum lo. "


Boby masih tetap diam tak bergeming.


" Bob, lo mau istri lo liat lo yang seperti ini ketika dia ketemu nanti?Lo nggak malu? Lo tu jelek banget tahu nggak sekarang. "


" Berisik tau nggak. Kenapa kalau gue seperti ini? Masalah buat Lo? Mau gue hancur, mau gue mati, masalah buat Lo? " teriak Boby.


" Bob, Lo berubah. Ini nggak seperti lo. Gue yakin, Novia juga nggak bakal seneng liat lo hancur seperti ini. Gue tahu lo bodoh sehingga istri Lo pergi. Dengerin gue, penyesalan itu nggak akan menyelesaikan masalah. Buat masalah sebagai pelajaran yang berharga. Jangan mudah menyakiti hati seorang perempuan. "


Setelah berkata seperti itu, Andre pergi meninggalkan Boby sendiri.


Boby kembali terisak mengingat kebodohan yang telah di lakukannya. Dia sangat merindukan istrinya. Dia juga merindukan calon anaknya. Perut Novia pasti sudah terlihat membuncit sekarang. Karena kalau dihitung Boby, usia kandungan Novia sekarang sudah hampir tujuh bulan.


" Sayang, aku sangat merindukanmu. Dimana kamu sekarang? " gumam Boby sambil menangis terisak.

__ADS_1


****


bersambung


__ADS_2