Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
53. Bahagia bertemu


__ADS_3

Hari terus berganti. Setelah berada di Yogyakarta selama hampir tiga minggu, kini permasalahan yang di alami proyek Boby yang ada di Yogyakarta telah terselesaikan dengan baik.


Hari ini dia akan pulang ke Semarang. Rasanya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan sang istri. Boby ingin kasih surprise sama Novia, jadi sengaja dia tidak memberitahukan tentang kepulangannya sama sang istri.


Tapi sayang sekali, karena jalanan macet, Boby sampai di rumah sudah sangat larut. Tentu saja Novia sudah tertidur hari itu. Agak kecewa memang. Tapi itu juga salah dia sendiri karena tidak memberi kabar kalau dia akan pulang.


Pagi hari menjelang. Masih pagi banget Novia sudah siap-siap berangkat kerja. Dia yang biasanya berangkat kerja jam setengah tujuh, hari ini dia harus berangkat lebih pagi. Karena akan ada acara ulang tahun sekolah.


Novia yang menjabat sebagai bendahara, tentu sangat sibuk mempersiapkan banyak hal. Walaupun acara akan dilaksanakan empat hari kemudian, tapi mulai hari ini, sekolah sudah sangat sibuk.


" Bi, aku berangkat dulu ya." pamit Novia ke bi Susi.


" Nggak sarapan dulu mbak?"


" Nggak sempat bi. Ini sudah hampir terlambat. Assalamualaikum. " Novia segera pergi dan meninggalkan bi Susi yang masih ingin berkata-kata.


Bi Susi baru akan memberi tahu kalau Boby sudah pulang. Tapi rupanya Novia memang sedang terburu-buru.


Setengah jam kemudian, Boby keluar dari kamarnya. Dia terlihat celingukan mencari sesuatu.


" Eh, mas Boby. Udah bangun?" sapa bi Susi yang baru masuk ke ruang makan.


" Iya bi. Kesiangan. Malah nggak sempat sholat subuh tadi. Novia juga belum bangun bi?"


" Itu dia masalahnya mas. Mbak Novia sudah berangkat kerja sejak setengah jam yang lalu. Baru bibi mau bilang kalau mas Boby sudah pulang. Eee mbak Novia sudah ngacir aja."


" Tumben. Pagi bener udah berangkat. " gumam Boby.


Tapi bi Susi masih mendengar gumamannya.


" Tadi bibi mau tanya kok berangkat pagian ada apa, tapi juga nggak sempat. Maaf ya mas."


" Nggak pa-pa bi. Nanti biar saya telepon aja."


Boby kembali ke dalam kamar. Dia jadi kurang bersemangat hari ini. Dia yang kemarin udah ngebayangin bakal kangen-kangenan sama istrinya, eh gagal. Dia merebahkan tubuhnya kembali ke atas kasur, melanjutkan acara tidurnya lagi. Karena selama hampir tiga minggu di Yogya, dia benar-benar kurang tidur.


Pukul satu siang, setelah melaksanakan sholat Dzuhur, Boby keluar dari kamar karena dia merasa perutnya lapar. Dia memanggil bi Susi untuk menyiapkan makan siang untuknya.


Sambil menunggu makan siangnya siap, dia mengirim pesan ke Novia.


** Udah makan siang, Yang?


Lama Boby menunggu balasan dari Novia. Tapi balasan itu tak kunjung datang. Akhirnya karena makan siangnya sudah siap, diapun mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk pauk.


Sampai makan siangnya usai, Novia masih belum membuka pesan darinya. Dia melihat ke jam dinding yang ada di ruang tengah karena sekarang Boby sudah berada di ruang tengah.

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan hampir pukul setengah tiga. Tapi Novia masih belum pulang juga. Padahal biasanya jam dua istrinya itu sudah sampai rumah. Dia mencoba menghubungi sang istri, tapi juga tidak diangkat. Diapun menjadi cemas.


Akhirnya dia memutuskan untuk menyusul istrinya ke sekolah. Diambilnya kunci mobil yang ada di kamarnya, kemudian diambilnya mobil yang ada di garasi.


Dua puluh menit kemudian sampailah Boby di depan sekolah Novia. Boby mengamati ke dalam area sekolahan. Tampak masih ramai. Tumben jam segini sekolahan masih ramai. Boby turun dari mobil dan berjalan menuju pos satpam.


" Siang pak. " sapa Boby ke pak satpam.


" Oh, siang pak. Ada yang bisa saya bantu?"


" Maaf, saya mau tanya, apa Bu Novia masih ada di dalam?"


" Sepertinya masih pak. Soalnya saya belum melihat Bu Novia keluar. Maaf, kalau boleh saya tahu, bapak ini siapa ya?"


" Bapak security baru di sini ya. Pasti belum tahu saya. Saya suaminya Novia."


" Oh, maaf pak. Maaf. Saya benar-benar tidak tahu. Maaf. Karena saya masih baru."


" Nggak pa-pa pak. Santai aja. Ngomong-ngomong kok sekolahan jam segini masih ramai. Istri saya juga belum pulang. Apa ada tambahan pelajaran?"


" Sepertinya tidak pak. Mungkin mereka sibuk mempersiapkan acara ulang tahun sekolah pak. Mau saya panggilkan Bu Novia?"


" Boleh pak. Kalau tidak menggangu."


Pak satpam masuk ke dalam sekolah dan Boby menunggu di pos satpam. Ketika sedang menunggu Novia, Boby bertemu dengan pak Ahmad.


" Wah, Boby...Lama tidak ketemu."


" Pak Ahmad." mereka saling berjabat tangan.


" Nunggu Bu Novia?"


" Iya pak. Baru di panggilkan satpam tadi."


" Kenapa tidak langsung masuk aja? Ayo masuk." ajak pak Ahmad.


" Nggak usah pak. Terimakasih. Saya tunggu di sini saja."


" Wah, tidak nyangka ya.. ternyata jodohmu adalah Bu Novia. Kalau memang sudah jodoh itu tidak bakal kemana. Hahaha.." ucap pak Ahmad sambil tertawa.


" Semuanya juga karena bapak. Bapak yang mempertemukan kami. "


" Eh, salah itu. Bapak ini cuma perantara. Yang mempertemukan tetap Yang di Atas." ucap pak Ahmad penuh dengan kewibawaannya sambil menepuk pundak Boby.


" Tetap saya harus berterima kasih. Pak Ahmad sudah mengenalkan saya dengan seorang perempuan yang istimewa." ucap Boby sambil mengacungkan jempolnya.

__ADS_1


" Benar kan yang saya bilang dulu. Susah mencari perempuan seperti Bu Novia. Kamu sungguh beruntung mendapatkannya."


Boby mengangguk sambil tersenyum.


" Oh iya, saya malah belum bilang terima kasih atas proyek yang kamu kerjakan. Sungguh istimewa hasil kerja kamu. Dalam waktu hanya lima bulan, sekolahan yang baru sudah selesai. Ketua Yayasan sekolah kami kelihatannya sangat puas dengan hasil kerjamu. "


" Sama-sama pak. Saya berusaha semaksimal mungkin."


" Wah, itu kelihatannya Bu Novia sudah keluar. Saya tak masuk dulu. Assalamualaikum." pamit pak Ahmad sambil menepuk pundak Boby sekali lagi.


Pak Ahmad meninggalkan Boby. Terlihat Novia menundukkan kepala hormat ketika berpapasan dengan pak Ahmad.


Novia seakan tak percaya ternyata benar suaminya yang ada di depan sana. Tadi waktu pak satpam memberitahu kalau suaminya datang ke sini, Novia tidak percaya. Dia sempat berpikir kalau ada orang yang sengaja mau mengerjainya.


Tapi setelah dia melihat langsung, alangkah terkejutnya dia. Dan betapa bahagianya hatinya. Novia mempercepat langkahnya.


Boby memperlihatkan senyum manisnya ketika Novia menghampirinya. Kemudian dia merentangkan tangannya hendak memeluk sang istri. Tapi Novia menolak dengan menggelengkan kepalanya sambil mengarahkan dagunya ke dalam area sekolah. Mengisyaratkan kalau mereka tidak bisa berpelukan di tempat itu.


" Mas, kapan pulang? Kok nggak kasih kabar?" tanya Novia ketika ia sampai di hadapan Boby.


" Suprise sayang. Sudah tadi malam aku sampai rumah. Tapi kamu udah tidur semalam. Niatnya mau nemuin kamu pagi tadi, eh aku bangun kamunya udah nggak ada. " Jawab Boby sambil memegang tangan Novia.


" Oh... kalau kamu bilang pulang kemarin kan aku bakal nungguin."


." Namanya bukan surprise dong kalau aku kasih tau. Kamu masih lama?"


" Bentar lagi kerjaanku hampir selesai."


" Ya udah aku tungguin, kamu cepetan selesaikan kerjaan kamu."


" Aku kan bawa mobil sendiri mas. "


" Gampang itu. Biar di ambil Remon."


" Tapi aku harus ke rumah ibu dulu. Udah terlanjur janjian sama ibu mau kerumah hari ini. "


" Ya nggak pa-pa. Nanti sekalian sama aku. Sudah lama juga aku nggak kesana."


" Ya udah, aku masuk lagi. Biar cepet selesai."


Boby mengangguk dan Novia segera berlalu.


****


bersambung

__ADS_1


__ADS_2