Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
55. Dasar Pengganggu


__ADS_3

Tok...tok...tok... suara pintu di ketuk.


Tapi yang punya rumah masih tetap asyik dengan kegiatannya.


Tok...tok...tok... pintu kembali di ketuk.


" Bob... Boby...buka pintunya..." teriak seseorang dari luar.


Novia mendorong dada Boby dan melepas pagutan bibir mereka.


" Mas, ada tamu. Bukain pintu dulu. "


" Biarin aja. Lagi nanggung." Boby kembali meraih tengkuk Novia. Memulai kembali ciuman yang terlepas tadi.


Tok...tok...tok...tok... pintu rumah di ketuk kembali.


" Boby ...gue tahu lo di dalam... Buruan buka pintunya..."


Novia mendorong dada Boby kembali.


" Mas, itu kayaknya bang Andre. Bukain pintu. Aku mau ambil kerudung dulu. " Novia melepas tangan Boby yang ada di tubuhnya dan beranjak pergi ke kamar.


Boby mengusap wajah dan menarik rambut frustasi. Novia tersenyum melihat tingkah suaminya.


Boby berjalan ke depan dan membuka pintu rumah.


" Ngapain lo malam-malam kesini? Ganggu orang aja."


" Lo kenapa sih. Ada tamu bukannya di suruh masuk malah diomeli."


Boby berjalan menjauh dari pintu menuju dapur. Andre menutup pintu dan mengekori Boby ke dapur.


Boby duduk di kursi makan dan menyeruput kopi yang tadi sudah di sajikan oleh Novia.


" Eh, ada bang Andre. "


" Eh, Bu bos. Lama nggak ketemu makin cantik aja. "


Mendengar Andre memuji istrinya, Boby langsung memelototi Andre. Andre hanya cengar-cengir saja.


" Bang Andre bisa aja. Mau kopi juga bang?"


" Nggak..."


" Iya..."

__ADS_1


Boby dan Andre menjawab bersamaan. Mereka saling bertatapan.


" Bentar ya bang, Novia bikinin."


Novia berjalan menuju meja dapur dan membuat kopi.


" Lo ngapain kesini malam-malam. Emang lo nggak capek, kita habis dari Yogya semalam baru sampai rumah. "


" Gue suntuk di apartemen. Seharian gue tidur mulu. Gue mau ajakin Lo main catur. "


" Ogah..Gue mau tidur. "


" Serah kalau Lo mau tidur. Ada Novia di sini. Gue ajakin ngobrol aja. "


Boby membelalakkan matanya. Enak aja mau ajakin bini gue ngobrol. Ahhh...Sial...gerutu Boby dalam hati.


" Lo tu ya. Gue temenin tapi nggak sampai malam. "


" Siipp. "


Boby membawa cangkir kopinya ke kursi taman belakang. Andre mengikuti. Setelah kopi untuk Andre jadi, Novia mengantarnya ke taman belakang.


" Ni bang kopinya. "


. Setelah manaruh kopi Andre di meja, Novia kembali masuk ke kamar. Hari ini dia merasa begitu lelah. Dan dia juga mengantuk. akhirnya Novia pun tertidur.


Hampir pukul setengah satu malam, Boby menyuruh Andre untuk pulang. Karena dia ingin beromantisan dengan istrinya.


Setelah Andre meninggalkan rumah, Boby masuk ke kamar. Dia mengira Novia ada di sana. Tapi ternyata tidak ada. Kemudian dia keluar kembali dan membuka pintu kamar Novia. Ternyata Novia telah tertidur pulas.


Boby masuk ke kamar Novia. Dia duduk di tepi ranjang. Di amatinya wajah sang istri yang sedang tertidur pulas. Ingin sekali dia membangunkan Novia untuk di ajak berkegiatan. Tapi rasanya tidak tega. Akhirnya dia naik ke ranjang, memasukkan separo tubuhnya ke dalam selimut, kemudian mengangkat kepala istrinya pelan, menyusupkan tangan kirinya di bawah kepala Novia, memeluk erat tubuh Novia.


Novia merasa semakin nyaman tidurnya ketika dia merasa bermimpi di peluk oleh Boby.


Boby mengecup dalam kening Novia dan kemudian ikut tertidur pulas di samping Novia.


Pagi menjelang. Novia terbangun dari tidurnya yang sangat nyaman. Dia berusaha membuka matanya yang masih terasa berat. Tidak hanya matanya yang terasa berat. Tapi perutnya juga terasa berat. Di rabanya perutnya, dan dia menemukan tangan kekar di sana.


Novia mendongak ke atas. Di lihatnya wajah tampan Boby di hadapannya. Dia baru mengerti sekarang kenapa semalam dia merasa nyaman tertidur dalam pelukan seseorang.


Novia tersenyum lebar. Meraba pelan wajah sang suami. Mulai dari dahi, alis, mata, hidup, bibir, juga dagu. Setelah puas memandangi wajah suaminya, Novia menyingkirkan tangan Boby pelan, kemudian dia juga bangun dan turun dari tempat tidur dengan sangat pelan. Dia tidak ingin membangunkan suaminya.


Novia beranjak ke kamar mandi, mandi sebentar, mengambil air wudhu, kemudian keluar dari kamar mandi. Posisi Boby masih tetap sama seperti ketika dia meninggalkannya. Kembali Novia mengulas senyum.


Novia melaksanakan sholat subuh, setelah selesai dia berganti baju seragam dan bersiap-siap untuk berangkat kerja.

__ADS_1


Ketika selesai berdandan, Novia melihat jam dinding. Pukul setengah enam kurang sepuluh menit, Novia berjalan mendekat ke ranjang dan duduk di tepi ranjang.


Dia mengelus pipi suaminya dengan punggung tangannya.


" Mas, bangun. " Boby masih belum bergeming.


" Mas, bangun. Sholat subuh, keburu waktunya habis. " Panggil Novia kembali masih sambil mengelus pipi suaminya.


Boby tampak mulai mengerjapkan matanya.


" Pagi, mas..." sapa Novia lembut sambil tersenyum manis.


" Sayang, kamu kok udah pakai seragam? Jam berapa ini?" Boby bangun dari tidurnya dan duduk bersender di ranjang.


" Udah hampir jam setengah enam. Ayo buruan wudhu, sholat subuh. Keburu waktunya habis. " ucap Novia sambil menarik tangan Boby.


" Morning kiss dulu. " ucap Boby sambil menunjuk pipinya.


Novia segera mengecup pipi kanan Boby daripada harus ada drama di pagi hari yang akan membuat suaminya akan terlambat melaksanakan sholat subuh.


Boby tersenyum kemudian beranjak keluar dari kamar Novia dan masuk ke kamarnya sendiri untuk berwudhu dan ganti baju kemudian melaksanakan sholat subuh.


Setelah mengenakan jilbab, Novia keluar dari kamar menuju dapur. Dia membuatkan kopi untuk sang suami dan teh hangat untuk dia sendiri.


Tak berselang lama, Boby keluar dari kamar masih memakai baju Koko dan sarung, menyusul Novia ke dapur, dan duduk di kursi makan.


" Sayang, tadi kamu belum jawab pertanyaanku. Kamu kenapa jam segini udah rapi? Kemarin juga, pagi bener udah berangkat."


Novia berjalan mendekat ke meja, menaruh cangkir kopi di depan tempat duduknya boby, dan menaruh teh hangatnya di depan dia duduk.


" Jadi gini mas, sekolahanku mau ulang tahun. Tiga hari lagi. Jadi ya kerjaanku jadi banyak. Harus mempersiapkan ini dan itu. Kalau nggak berangkat pagi, bisa-bisa aku pulangnya sampai malam. "


" Ooh.. Ini kamu mau bawa mobil sendiri atau aku antar aja?"


" Aku bawa mobil sendiri aja. Kamu kan juga harus ke kantor. "


" Oke. Ntar telepon ya kalau udah sampai. "


" Iya mas. "


Novia menghabiskan tehnya kemudian berpamitan dengan suami.


****


bersambung

__ADS_1


__ADS_2