
Satu jam setelah Boby berangkat, Novia baru terbangun dari tidurnya. Dia melihat ranjang di sampingnya telah kosong. Tapi dia menemukan sebuah note di atas bantal.
** Sayang, aku berangkat dulu. Maaf aku tidak membangunkanmu karena aku tahu kamu pasti kecapekan. Aktivitas kita semalam memang menguras tenaga. Hehehe...Dan maaf juga, aku tidak berada di sisimu setelah kita melakukannya untuk pertama kalinya. Sayang, terimakasih untuk yang semalam. Kamu membuatku bahagia. Aku pasti akan sangat merindukanmu. Bye, Sayang..💓💓
Novia tersenyum membaca pesan yang di tinggalkan suaminya. Suami. Mengingat kata itu Novia menjadi sangat bahagia. Ternyata setelah melakukan ibadah dengan sang suami, membuatnya semakin bahagia dan semakin jatuh cinta dengan sang suami.
Novia melihat ke jam dinding.
" Masyaallah sudah hampir setengah enam. Aku belum sholat subuh. " gumam Novia.
Novia bergegas beranjak dari duduknya. Dan ah, dia merasakan rasa perih di bagian bawahnya. Dia juga merasa kalau bagian bawahnya bengkak. Gimana nggak bengkak kalau satu jam lebih adik kecil Boby bermain di sana.
Dengan susah payah dia mencoba berdiri dan berjalan menuju ke kamar mandi. Karena keburu waktu subuh habis, Novia mandi wajib dengan cepat.
Merasa bagian bawahnya masih tidak enak, Novia mencoba browsing di internet cara menghilangkan bengkak dan rasa perih di area sensitifnya setelah berhubungan suami istri.
Setelah browsing, dia menemukan sebuah cara yaitu dengan berendam di air hangat. Akhirnya dia memutuskan untuk berendam. Dia mengisi bathtub dengan air hangat, kemudian dia berendam. Selama setengah jam Novia berendam, Novia memakai bajunya kembali dan keluar dari kamar mandi. Dan ternyata benar. Bagian bawahnya sudah sesakit dan sebengkak tadi.
Rasanya hari itu Novia ingin bermalas-malasan. Karena memang badannya masih terasa letih. Akhirnya dia memutuskan untuk meminta ijin kepada pihak sekolah kalau dia tidak bisa mengajar hari ini.
Novia mengambil ponsel yang ada di sofa depan TV karena semalam dia menaruh ponselnya di sana. Kemudian dia berjalan kembali ke kamar. Tapi ke kamarnya sendiri. Bukan ke kamar Boby.
Novia membuka lock screen ponselnya. Ternyata Boby sudah menghubungi sebanyak tiga kali. Setelah menulis pesan untuk ijin ke pihak sekolah, Novia menulis pesan ke Boby.
** Assalamualaikum mas. Maaf tadi telepon nggak aku angkat. Nggak tadi habis berendam.
pesan terkirim.
Sedangkan di seberang sana, Boby selalu terlihat bahagia hari ini. Hal ini membuat jiwa kepo Andre keluar.
" Lo kenapa sih dari tadi senyum-senyum nggak jelas gitu."
" Nggak pa-pa. "
" Pasti ada apa-apa. Nggak mungkin muka lo berbinar-binar kayak gitu. Lo habis menang lotre?"
" Lebih dari menang lotre. "
Kemudian Boby merasa ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk. Ternyata dari sang istri. Muka Boby menjadi lebih sumringah. Setelah membaca pesan dari istrinya, Boby menghubunginya.
Tut...Tut...bunyi nada panggilan. Nada itu baru berbunyi dua kali, orang di seberang sudah mengangkatnya.
" Halo, assalamualaikum. "
__ADS_1
"Waalaikum salam, mas."
" Baru bangun ya?"
" Udah agak tadi sih. Cuman tadi hampir nggak dapat waktu subuh. Kamu sih mas nggak bangunin."
" Iya, maaf. Soalnya tadi kamu pulas banget tidurnya. Nggak tega mau bangunin. "
" Kan kamu juga mau pergi, belum aku siapin baju-baju kamu mas. "
" Udah aku siapin sendiri tadi pagi. "
" Ada yang ketinggalan nggak?"
" Sepertinya nggak. Kamu kok pagi-pagi berendam? Kalau masuk angin gimana?"
" Nggak...Cuma..."
" Cuma kenapa, Sayang? Kamu kenapa berendam pagi-pagi?"
Novia tampak ragu untuk bercerita.
" Itu...Mmmm...Tadi pas aku bangun tidur, itu aku sakit. Perih. Terus aku pegang, bengkak juga. Aku coba nyari di internet katanya berendam air hangat bisa ngilangin bengkak sama rasa sakitnya. " jelas Novia. Sebenarnya dia malu mengatakannya, tapi mulutnya nyeplos begitu saja.
" Nggak pa-pa mas. Lagian kamu kan juga harus segera menyelesaikan masalah kerjaanmu. "
" Terus sekarang gimana? Masih sakit? Masih bengkak?" tanya Boby khawatir.
Andre yang sedari tadi menyimak perkataan Boby, semakin tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan sahabatnya. Dia terus menyimak dengan serius.
" Alhamdulillah, udah nggak pa-pa. Udah mendingan. "
" Syukurlah kalau begitu. Eh, ngomong-ngomong, kamu nggak kerja?"
" Hehehe.. tadi aku ijin. Habisnya badan aku rasanya capek banget. Aku mau tidur lagi aja. "
" Ya udah. Kamu banyakin istirahat. Tapi jangan lupa, makan dulu. Energimu pasti terkuras semalam kan.." ucap Boby tersenyum geli mengingat kejadian semalam.
Sepertinya Andre mulai mengerti arah pembicaraan Boby dan orang di seberang.
" Apaan sih mas. Kamu udah sampai mana mas?" Novia mengalihkan pembicaraan.
" Sampai Magelang. "
__ADS_1
" Kamu hati-hati ya mas. Jaga diri."
" Iya, Sayang. "
" Cie...cie... sayang... baru di tinggal bentar, Bu bos udah kangen?" celetuk Andre.
" Astaghfirullah ada bang Andre ya mas di situ. Aku lupa. Nggak kamu loud speaker kan kita ngobrolnya? " Novia cemas dan malu kalau sampai Andre mendengar ceritanya tadi.
Boby memukul lengan Andre dan melotot ke arahnya.
" Nggak kok Sayang. Kamu tenang aja. Oh iya, kamu kalau butuh apa-apa hubungi Remon aja. Aku udah pesen ke dia, sekarang kamu prioritas utamanya."
" Iya mas. "
" Ya udah, aku tutup dulu teleponnya. Ntar kalau udah sampai hotel aku hubungi lagi. "
Panggilan terputus. Andre masih cengar-cengir membayangkan apa yang sudah sahabatnya lakukan dengan istrinya.
" Udah goal bro?"
" Diem lo. "
" Gimana rasanya? Enak nggak? Jadi pengen cepet nikah sama ayang Shinta."
Boby tidak menjawab celotehan Andre.
Di rumah Novia hampir merebahkan tubuhnya ke kasur, tapi dia ingat sesuatu. Buru-buru Novia keluar dari kamar mau menuju kamar Boby. Sampai di depan pintu kamar Boby, Novia mendapati bi Susi membawa sprei kasur Boby.
Novia menepuk jidatnya pelan. Dia kalah cepat. Bakalan malu banget si Novia ini.
" Bi, spreinya biar saya aja yang nyuci. " ucap Novia sambil hendak mengambil sprei di tangan bi Susi.
" Nggak usah mbak. Biar bibi aja. "
" Tapi bi..."
" Mbak Novia santai aja. Nggak perlu malu. Bibi kan juga pernah mengalaminya mbak. " bi Susi menepuk tangan Novia dan segera berlalu dari hadapan Novia.
Sepanjang jalan menuju tempat cuci, Bu Susi tak henti-hentinya tersenyum. Ternyata kecurigaannya tadi pagi benar. Mungkin akan segera ada bayi di rumah ini. Bi Susi sudah tidak sabar ingin memberikan kabar ini ke Bu Vera.
****
bersambung
__ADS_1