Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
32. Masih tetap Berhijab


__ADS_3

Dan oh my God...Novia begitu terkejut ketika melihat isi lemari. Disana hanya ada sebuah lingerie seksi berwarna coklat tua. Bagaimana mungkin Novia bisa memakainya. Tidak mungkin juga dia memakai gaun pengantinnya tadi. Selama beberapa saat, dia hanya mondar-mandir di dalam kamar mandi. Tubuhnya mulai kedinginan. Akhir dia memutuskan untuk memanggil suaminya.


" Mas....." panggilan pertama Novia dari balik pintu tapi tanpa membukanya.


" Mas...." panggilan kedua. Tapi masih belum ada jawaban.


" Mas....mas Boby...." panggilan ketiga. Kini disertai ketukan di pintu.


Boby yang saat itu sedang asyik bermain game di hp nya, segera meletakkan ponselnya di atas ranjang. Kemudian dia berjalan menuju ke dekat pintu kamar mandi.


" Nov..." panggil Boby sambil mengetuk kamar mandi.


" Mas..."


" Iya Nov...Ada apa? "


" Ada masalah. Sedikit.." jawab Novia dari balik pintu.


" Iya... kenapa?"


" Mas, apa...apa...mmm...apa di lemari luar ada baju?" ragu-ragu Novia ingin bicara dengan Boby . Dia menggigit bibir bawahnya.


" Tadi mama bilang kan baju ganti kamu mama taruh di almari kamar mandi Nov...Apa di situ tidak ada?"


" Ad-ada sih mas...Tap-tapi..." Novia menghentikan kata-katanya. Bingung bagaimana harus menjelaskan baju yang ada di kamar mandi.


" Novia. Bajunya kenapa?"


" Novia nggak bisa pakai baju yang di sini mas. "


" Emang kenapa bajunya? Basah?"


" Buk-bukan mas. Cuman bajunya.... nggak muat...iya, nggak muat. "


" Oh, bentar...Aku tanyain ke mama. " Boby berlalu mengambil ponselnya. Dia memencet nomor telepon mamanya. Panggilan pertama tidak diangkat. Panggilan keduapun tidak diangkat. Sampai panggilan keempat masih tetap tidak diangkat.


" Nov, tunggu sebentar ya. Aku coba telepon resepsionis untuk membawakan baju yang baru buat kamu. Aku telepon mama dari tadi tidak diangkat. "


" Iya mas. Cepetan dikit ya...Aku udah mulai kedinginan. "


" Iya. " Novia berjalan menuju telepon yang ada di atas nakas. Dan ketidakberuntungan kembali melanda. Telepon yang ada di kamar itu mati.

__ADS_1


Bobypun berjalan menuju pintu kamar. Dia mencoba membuka pintu. Niatnya ingin turun ke lobi dan meminta tolong pegawainya. Dan sekali lagi, kali ini masih tidak beruntung. Pintu terkunci dan dia tidak diberi kunci kamar tadi sama pegawainya.


Dia berjalan kembali ke dekat pintu kamar mandi.


" Nov, aku udah nyoba telepon resepsionis, tapi telepon yang ada di kamar mati. Dan pintu kamar terkunci. Aku tidak membawa kuncinya."


" Terus bagaimana dong ini mas?"


" Kamu pakai jubah mandi aja. Ada kan disitu?"


Novia mengedarkan pandangannya. Tapi tidak menemukan seperti apa yang di katakan Boby.


" Nggak ada mas. Di sini cuma ada handuk."


" Ya udah, kamu sementara pakai handuk dulu. Buruan keluar. Ntar kamu bisa masuk angin kalau lama-lama di kamar mandi."


" Masak cuma pakai handuk. Nggak ah.."


" Nov, ntar kamu tambah kedinginan. Buruan keluar. "


" Nggak mau. "


" Kenapa kok nggak mau? Aku juga mau mandi ini. Badanku udah gerah banget. " ucap Boby dengan nada agak kesal. Boby heran kenapa Novia tidak mau keluar.


Boby terkikik mendengar jawaban polos dari sang istri. Dia yang tadinya sudah mau marah, tiba-tiba emosinya hilang begitu saja.


" Hey, kok malu. Aku ini suami kamu lho. Udah sah... Udah halal.. Kenapa mesti malu?" goda Boby.


" Mas... beneran...Aku...aku... belum bisa...." kembali Novia menggigit bibir bawahnya. Bayangan malam pertama mulai membuatnya kembali ketakutan. Dirinya belum siap untuk menyerahkan seluruhnya untuk suami.


" Iya...iya...aku ngerti...aku cuma bercanda...tapi kamu harus keluar dari sana. "


" Tapi aku nggak mau pakai baju yang di sediain mama. "


" Terus kamu mau pakai apa? Nggak mungkin kan kamu pakai gaun kamu tadi? Dan nggak mungkin juga kamu pakai baju aku. Baju aku seharian udah aku pakai. Bau keringat. " Boby menghentikan kata-katanya dan berpikir.


" Oh iya, kamu pakai baju ganti aku. Kata mama juga ada di situ. "


Novia berusaha mencari baju ganti Boby di almari yang tadi. Tapi yang ia temukan hanya sebuah ****** *****. Langsung saja Novia menutup kembali pintu almarinya.


" Nggak ada bajumu di sini mas. Adanya cuma ****** *****. "

__ADS_1


Busyet...Mamanya benar-benar mengerjainya habis-habisan.


Boby mulai berpikir. Kalau dia hanya di kasih ****** *****, terus Novia dikasih baju apa? Jangan-jangan... berbagai model lingerie muncul di pikirannya. Oh, Ya Tuhan... Apalagi ini... Baru membayangkan sang istri memakai lingerie saja sesuatu di bawah sana mulai mengeras kembali setelah tadi sudah berusaha dia redam.


Boby Mengacak-acak rambutnya. Ingin marah, tapi marah sama siapa. Tangannya mengepal. Kemudian dia mendekat ke pintu kamar mandi lagi.


" Nov, sebaiknya kamu keluar sekarang. Nanti kamu bisa sakit kalau kelamaan di kamar mandi."


Lama tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi. Boby sudah mulai cemas.


" Kamu tutup mata ya. Aku keluar. " akhirnya terdengar suara dari dalam.


Boby menghela nafas dalam-dalam kemudian menjawab " Oke."


Boby memejamkan matanya. Terdengar kunci pintu kamar mandi diputar. Sesaat kemudian pintu kamar mandi berderit. Menandakan pintu itu telah terbuka.


Dag...Dig...Dug .. bunyi suara jantung Boby. Kembali pikiran mesum menghinggapinya. Dia mulai membayangkan kalau istrinya saat ini sedang tidak memakai apapun. Ahhhh.... lagi-lagi yang di bawah semakin mengeras. Boby berusaha sebisa mungkin untuk tidak menggeram.


" Sudah keluar dari kamar mandi, Nov? Kalau sudah, aku yang akan masuk. " ucap Boby sudah tidak bisa menahan adik kecilnya terasa sangat sakit. Dia ingin buru-buru mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Biar adiknya tertidur kembali.


" Sudah. " jawab Novia yang terdengar sudah berada jauh dari Boby.


Kemudian Boby cepat-cepat masuk ke kamar mandi. Dan menutup pintunya. Sampai di kamar mandi, segera dia hidupkan shower. Dia mulai mengguyur tubuhnya mulai dari kepala sampai bawah dengan air dingin. Berharap sang adik bisa tenang kembali.


Cukup lama dia berada di bawah guyuran air dingin. Setelah di rasa sang adik sudah tenang kembali, dia beralih ke bathtub. Dia berendam cukup lama di sana.


Setelah hampir satu jam, Boby keluar dari bathtub. Dia meraih handuk yang ada disebelah bathtub. Mengeringkan badannya dan baru melilitkan handuk itu untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.


Dia membuka almari. Dan sesaat matanya membelalak. Ternyata benar yang ada di pikirannya. Ada sebuah lingerie seksi berwarna coklat tua di sana. Ah... bagaimana mungkin Novia mau memakainya. Kemudian dia mengambil ****** ***** yang juga tergantung di sana. Sebuah ****** ***** yang hampir seperti boxer. Dia memakainya, kemudian melilitkan kembali handuk di pinggangnya.


Boby keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada. Udara dari AC terasa begitu dingin. Apalagi dia tidak memakai baju. Dia berjalan menuju ranjang. Terlihat sang istri telah tertidur pulas.


Novia menyelimuti badannya sampai ke dagu. Dan Ya Tuhan, dia masih mengenakan kerudung. Kerudung yang di pakainya tadi siang bersama gaun pengantin.


Sebegitunya kamu tidak ingin memperlihatkan tubuhmu kepadaku? Walau cuma sehelai rambutmu? batin Boby.


Boby duduk di tepi ranjang. Mulai menaikkan kakinya satu persatu dengan pelan. Diapun masuk ke dalam selimut. Menyelimuti badannya sampai ke dada. Kemudian dia memejamkan matanya.


****


bersambung

__ADS_1


Hari ini author up sampai 3 episode.. Untuk membayar janji author kemarin tidak sempat menulis....🙏🙏


__ADS_2