
Hari terus berganti. Sudah tiga minggu lebih Boby di sibukkan dengan pekerjaannya. Berangkat kerja pagi sekali dan pulang larut malam. Intensitas pertemuan sepasang suami istri itu jadi sangat berkurang. Tapi Novia berusaha untuk selalu mengerti. Karena memang suaminya sedang banyak kerjaan.
Bahkan Novia juga belum sempat memberi tahu Boby kalau dia sedang hamil. Karena mereka sangat jarang ketemu.
Novia juga sibuk akhir-akhir ini. Mulai menjelang ujian Nasional untuk siswa-siswi kelas XII. Dia harus memberikan jam tambahan ketika jam sekolah usai.
Sampai di hari UN Novia tetap sibuk mengurus segala macam hal. Mulai pembayaran anak untuk biaya UN, mengurus konsumsi untuk pengawas ujian, dan lain sebagainya.
Untung saja kondisi kesehatan Novia sudah berangsur membaik. Walaupun morning sickness masih dia rasakan, tapi paling tidak sekarang dia sudah tidak merasa malas untuk melakukan apapun. Juga sudah tidak gampang mengantuk.
••••
Sudah dua hari Boby berada di Yogya. Seperti biasa, hampir setiap hari dia akan menghubungi istrinya jika dia sedang berada di luar kota seperti ini maupun ketika dia harus lembur di kantor. Baik lewat telepon maupun hanya sekedar pesan.
Hari itu hari sudah menjelang malam. Boby sudah selesai dengan urusannya hari itu dan dia sudah kembali ke hotel. Dia mengambil ponsel dari sakunya berniat untuk menghubungi Novia. Tapi baru dia akan memencet nama 'ISTRIKU', sebuah pesan masuk.
** Hai, Bob. Apa kabar? isi pesan tersebut.
** Sorry, siapa ini? balas Boby.
** Kamu lupa sama aku? pesan dari orang yang tidak di kenal
** Boleh aku telepon kamu? tambahnya.
** Silahkan. balas Boby
Tak berselang lama, ponsel Boby berdering. Sebuah panggilan masuk tapi hanya tertulis nomer yang tidak di kenal. Boby mengusap layar ponselnya menerima panggilan itu.
__ADS_1
" Halo! Siapa ini?" tanya Boby
" Halo, Bob. " sapa orang di seberang.
Boby terkejut mendengar suara orang di seberang. Dia sangat mengenali suara itu. Suara dari seseorang yang selalu di dalam hatinya. Suara dari seseorang yang selalu dia harapkan kedatangannya.
Suasana hening untuk beberapa saat. Sampai orang di seberang membuka percakapan kembali.
" Halo, Boby. Kamu masih di sana? " tanya orang tersebut.
" EHm. " Boby berdehem menetralkan suaranya. Saat ini hati dan pikirannya berkecamuk.
" Masih ingat denganku? "
Boby tidak menjawab. Dia masih agak syok saat ini.
" Karell...." jawab Boby lirih.
" Iya, ini aku. Kamu apa kabar? "
" Aku...aku baik. Kamu gimana? "
" Aku baik. Aku senang kamu masih mengingatku."
" Hm. " Boby masih bingung harus berbicara apa.
" Bob, lusa aku akan pulang. "
__ADS_1
Boby yang mendengarnya, tersenyum. Ada rasa bahagia dalam hatinya mendengar wanita yang telah di rindukannya selama bertahun-tahun akhirnya akan pulang.
" Kalau aku pulang, apa kita bisa bertemu? "
" Insyaallah. Kalau aku tidak sibuk. "
" Aku akan menunggu kapanpun kamu punya waktu. "
" Iya. "
" Ya sudah, aku tutup dulu teleponnya. Sampai ketemu besok. "
" Iya. "
" Boby, aku merindukanmu. " panggilan di akhiri.
Jantung Boby berdetak lumayan kencang. Dia jadi lupa kalau dia tadi akan menghubungi istrinya. Setelah mendengar suara Karell, entah kenapa nama Novia seakan-akan menghilang dari ingatannya.
Boby membuka galeri ponselnya. Membuka foto-foto yang sudah beberapa bulan ini tidak pernah sekalipun dia buka. Foto-foto kebersamaannya dengan Karell. Dia menjadi teringat kembali kenangan indah ketika mereka bersama. Rasa cinta yang sudah menghilang semenjak dia mengenal Novia, seakan-akan kini telah hadir kembali.
Hampir semalaman Boby tidak bisa memejamkan matanya. Bayangan Karell seperti film yang sedang di putar.
Sedangkan di rumah, Novia juga menunggu Boby menghubunginya. Tidak ada kabar sama sekali dari Boby hari itu. Sebenarnya Novia sangat ingin menelepon tapi dia takut kalau mengganggu. Akhirnya semalaman dia hanya bisa memeluk ponselnya.
****
bersambung
__ADS_1