Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
Cemburu


__ADS_3

" Mas, ayo cepetan....." panggil Novia dari ruang tengah.


" Iya bentar. " jawab Boby sedikit berteriak karena dia sedang berada di dalam kamar mandi.


" Mas Candra udah di lokasi. Mereka udah nungguin kita. " tambah Novia.


" Iya...iya...Miss cerewet. " jawab Boby ketika dia sudah berada di dekat Novia.


Di panggil Miss cerewet, Novia langsung manyun bibirnya. Boby tersenyum gemas melihat wajah Novia. Dia memang suka sekali menggoda istrinya sehingga istrinya itu bersungut-sungut dengan bibir manyun.


Tanpa berbicara lagi, Novia berjalan menuju mobil yang sudah terparkir di depan rumah. Boby mengikutinya dari belakang masih sambil tersenyum. Sampai di dekat mobil, Boby mendahului langkah Novia. Dia membukakan pintu mobil untuk Novia.


" Silahkan, nyonya Permana. " ucap Boby.


Novia tidak menjawab ucapan Boby, tapi dia langsung masuk ke dalam mobil. Setelah menutup pintu mobil untuk istrinya, Boby berjalan memutari mobil dan membuka pintu mobil kemudi.


Setelah menutup pintu, Boby tidak langsung menyalakan mesin mobil. Tapi dia menatap ke arah Novia yang saat itu pandangannya lurus ke depan.


" Kenapa nggak jalan? " tanya Novia masih dengan nada kesal.


Boby tidak menjawab tapi dia malah tersenyum sambil tetap memandang Novia dalam-dalam penuh cinta.


" Jadi pergi nggak sih? " tanya Novia kembali.


Boby menaruh tangan kirinya di sandaran jok Novia dan sebelah kanan di taruh di atas dashboard. Kemudian dia mendekatkan wajahnya, dan ' cup '... bibirnya mematuk bibir Novia sekilas.


" Apaan sih. " ucap Novia sambil mengusap bibirnya.


" Kalau kamu masih manyun gitu, kita berangkat ntar aja. Hem...??" jawab Boby sambil menaik turunkan alisnya menggoda Novia.


Ekspresi Novia masih tetap sama.


" Atau kamu aku cium lagi? Aku sih seneng-seneng aja. " goda Boby sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Novia.


Spontan Novia memundurkan kepalanya.


" Mas, ah. Makanya kalau nggak pengen aku marah, jangan suka ngatain ya. Aku tuh bukannya cerewet, tapi kamunya aja yang kelamaan. Kan kita udah di tungguin orang mas. " ucap Novia panjang lebar. " Enak aja panggil aku ' Miss cerewet '. " gerutu Novia pelan.


Boby tersenyum mendengar gerutuan istrinya. Dia mencubit pipi Novia kecil.

__ADS_1


" Lucunya istriku. Jadi makin cinta deh. " ucap Boby.


Novia mengelus pipinya yang tadi di cubit Boby. Kemudian menoleh ke arah Boby.


Dan ' cup '... sebuah kecupan kembali mendarat di bibir Novia.


" Sorry, honey. " ucap Boby. " Habisnya kamu sih yang. Semangat banget kalau mau ketemu Candra. " tambahnya dengan cemberut.


" Jadi cemburu nih ceritanya??" kini gantian Novia yang menggoda suaminya.


" Hem." jawab Boby sambil mengangguk mantap.


Novia geleng-geleng kepala.


" Kamu ini ada-ada aja mas. Kenapa masih suka cemburu sama mas Candra? "


" Ya iyalah. Nggak ada laki-laki lain yang membuatku takut kehilanganmu kecuali dia. Dia itu punya potensi untuk ambil kamu dari aku, yang. "


Novia menanggapi dengan senyuman. " Kamu ini lucu mas. Dia punya potensi kalau akunya mau. Kalau akunya nggak mau, ya nggak ada potensi. "


" Bener, kamu nggak akan kembali sama dia? "


" Bahkan hampir tiap malam kamu ngerjain aku, aku juga nggak pernah nolak. " tambah Novia.


Ucapan novia terakhir itu bisa mengembangkan senyum merekah di bibir Boby. Kemudian Novia mematuk pipi suaminya sekilas. Membuat Boby membuka matanya lebar.


Kemudian dia meraih tengkuk Novia dan ******* bibir ranum istrinya.


" I love you istriku. I love you ibu dari anak-anakku. I love you so much. " ucap Boby ketika ciuman mereka lepas.


" I love you too suamiku, papa dari anak-anakku. " jawab Novia sambil tersenyum hangat.


Kemudian mereka saling menyatukan kening mereka sesaat.


" Kita jadi pergi, atau kita masuk ke kamar lagi aja? " tanya Novia menggoda suaminya.


" Jangan menggodaku sayang. "


" Siapa tahu suamiku ingin melanjutkan yang tadi di kamar aja. Mumpung nggak ada Athar di rumah. "

__ADS_1


" Kita lanjutkan nanti malam sayang. Bukankah malam ini Athar menginap di rumah Shinta? " goda balik Boby.


" Aku pastikan, malam ini kita akan begadang sampai pagi sayang. " bisiknya di dekat telinga Novia.


Membuat pipi Novia merah merona mendengar kata-kata suaminya. Meskipun dia telah menikah dengan Boby cukup lama dan hampir tiap malam mereka beromantisan, tapi Novia selalu saja merasa malu dan jantungnya berdebar kencang ketika mendengar rayuan romantis suaminya.


" Kita berangkat sekarang. Candra dan calon istrinya pasti sudah terlalu lama menunggu kita. "


Novia mengangguki ajakan suaminya.


Setelah menempuh setengah jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di sebuah restoran tempat mereka janjian dengan Candra.


" Ayo turun, sayang. "


" Sebentar mas. " Novia meraih lengan Boby.


Boby menoleh ke arah Novia.


" Kamu lihat dulu mas. Apa lipstikku belepotan? Aku akan malu kalau sampai lipstikku belepotan karena bibirmu sayang. " ucap Novia dengan tatapan menggoda suaminya.


Hal itu malah membuat Boby kembali mencium bibirnya dengan penuh nafsu. Membuat Novia menahan nafas.


" Sekarang, benar-benar belepotan sayang. " jawab Boby dengan senyum usilnya.


" Kamu mas. " protes Novia sambil mengarahkan kaca spion ke wajahnya. Dia memperhatikan bibirnya. Dan benar sekali. Lipstiknya benar-benar belepotan karena ulah suaminya.


Kemudian dia mengambil tisu dan mengelap bibirnya. Membersihkan bekas lipstik yang belepotan tadi.


Boby memperhatikan dengan senyum-senyum.


Novia mengambil lipstik dari dalam tas, kemudian mengoleskannya tipis ke bibirnya.


" Udah sayang. Nggak usah dandan lagi. Bisa-bisa nanti Candra berubah pikiran dan tidak jadi menikahi calon istrinya. " protes Boby.


" Bisa aja kamu mas. " jawab Novia sambil tersenyum dan memasukkan kembali lipstiknya ke dalam tas.


Kemudian mereka keluar dari dalam mobil.


***

__ADS_1


bersambung


__ADS_2