Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
104. Seratus empat


__ADS_3

" Pak Boby, semua usaha sudah kita lakukan. Tapi istri anda tetap sama kondisinya. Kami hanya punya dua solusi terakhir. "


" Apa itu dok? "


" Tapi kami juga hanya bisa memprediksi tingkat keberhasilannya 30%. "


" Tidak masalah. Berapapun kemungkinan keberhasilannya, saya akan tetap mencoba. Katakan dok, apa solusi dokter?."


" Untuk solusi pertama yang akan kita lakukan, kita akan coba mendekatkan istri anda dengan anaknya. "


" Bagaimana caranya itu dok? Kalau anak saya harus menginap di sini kasihan si kecil juga. "


" Bukan begitu pak. Kita akan coba anak bapak menyusu langsung dari ibunya. Bukankah ASI istri anda tetap terproduksi? "


" Iya dok. "


" Jadi, besok bawalah anak bapak kesini. Biarkan dia menyusu langsung dari ibunya. Kami berharap ketika Bu Novia merasakan anaknya dalam dekapan, akan mempengaruhi emosional Bu Novia. Sehingga dia tergerak dan berusaha untuk sadar kembali. "


Boby nampak manggut-manggut mendengarkan penjelasan dari dokter yang menangani Novia.


" Baiklah dok. Besok mama saya akan membawa si kecil kemari. "


" Untuk solusi kedua jika solusi yang tadi masih belum berhasil, maka saya sarankan anda untuk membawa istri anda ke Jepang. Di sana ada sebuah rumah sakit yang mempunyai alat canggih untuk membangunkan orang dari koma. Yah walaupun presentasenya kecil, tetap harus kita coba. "


" Iya dok. Apapun akan saya lakukan untuk istri saya. "


" Baiklah kalau begitu, saya undur diri dulu. Besok kalau anak anda sudah tiba di sini, anda bisa menghubungi suster yang sedang berjaga untuk membantu anda. "


" Iya dok. Terimakasih banyak. "


Dokter segera meninggalkan ruangan Novia. Boby segera menghubungi mamanya untuk menyampaikan saran dari dokter. Bu verapun terdengar antusias mendengar saran dari dokter. Paling tidak, masih ada harapan untuk Novia sadar.


Bu Vera memberitahu ke semua penghuni rumah tentang kabar itu, dan meminta tolong mereka untuk berdoa supaya solusi yang di berikan dokter kali membuahkan hasil.


Tidak lupa, Boby juga memberi tahu mertuanya, juga Candra. Bagaimanapun Candra adalah orang yang berjasa bagi istri juga anaknya.


••••


Pagi hari yang di tunggu-tunggu Boby semalaman akhirnya datang juga. Jam 9 pagi, Bu Vera sampai di rumah sakit bersama bibi dan si kecil.


" Assalamualaikum...."


" Waalaikum salam...Eh, gantengnya papa udah sampai sini. "


Boby berjalan mendekat ke si kecil yang sedang di gendong bibi.

__ADS_1


" Yah...anak papa kok tidur..." ucap Boby ketika mendapati si kecil sedang asyik bermimpi.


Boby mengambil si kecil dari gendongan bibi pelan supaya tidak membangunkannya.


" Uluh...uluh...anak papa udah tambah berat aja. " ucap Boby sambil mencium pipi gembul si kecil.


Kemudian dia berjalan mendekat ke Novia. " Sayang, lihat nih anak kita udah tambah gemuk. Dia lucu sekali. Kalau tidur gini, mirip banget sama kamu. Meskipun banyak suara, dia tetep aja molor. " tambah Boby ke Novia.


Boby meletakkan si kecil di samping Novia. " Si kecil biar tidur di sini ya. Biar dia merasa dekat sama kamu. "


Kemudian Boby menjauh dan mendekat ke mamanya kembali.


" Ma, nitip Novia bentar. Boby mau kasih tahu suster jaga kalau si kecil udah sampai sini. "


Bu Vera menjawab dengan anggukan. Kemudian beliau mendekat ke ranjang Novia. Mengecup sekilas dahi Novia.


Tak lama berselang, Boby telah kembali.


" Gimana Bob?"


" Nunggu biar si kecil bangun dulu ma. Kalau si kecil lapar kan bisa lebih mudah dia untuk menyusu. "


" Baiklah. Sayang, kamu cepat bangun ya. Kasihan anak kamu. Dia juga butuh mamanya. Ya nak? " ucap Bu Vera sambil membelai ujung kepala Novia yang tertutup kerudung.


Walaupun tidak sadarkan diri, Boby tetap memakaikan kerudung ke Novia. Karena dia tahu, Novia selalu berusaha menutup auratnya dari orang lain. Karena itu juga Boby selalu membersihkan badan Novia sendiri tanpa bantuan suster. Dia berusaha menjaga aurat istrinya.


" Anak papa bangun... Kenapa sayang? Kok kenceng banget nangisnya..." Boby mengangkat si kecil dan menggendongnya, berusaha menenangkan si kecil. Tapi si kecil tetap menangis sekeras-kerasnya.


Kala itu Bu Vera dan bibi sedang keluar sebentar. Otomatis Boby harus berusaha menenangkannya sendiri.


" Sssttt....diam ya sayang ya....Ini papa sayang...ssttt..." ucap Boby menenangkan anaknya sambil menepuk pelan punggung si kecil.


Tapi si kecil masih tetap menangis. Boby berinisiatif untuk mengecek pampers si kecil. Ternyata pampers nya penuh. Boby segera mengambil Pampers yang masih baru di tas si kecil yang tadi di bawa mamanya.


Setelah mendapat pampers baru, Boby menidurkan si kecil di sofa, kemudian dia membuka celana si kecil dan membersihkan p*****nya dengan tisu basah.


Walaupun ini adalah pertama kalinya dia mengganti popok si kecil, Boby termasuk langsung bisa. Mungkin karena naluri seorang ayah.


Dan benar adanya, setelah memakai pampers baru, tangis si kecil mereda.


" Jadi anak papa tadi jijik ya makanya nangis kenceng gitu. " kini si kecil sudah dalam gendongan Boby kembali.


Boby menciumi pipi gembul si kecil saking gemasnya. Dan si kecil menggeliat kecil karena merasa geli terkena kumis dan jambang papanya.


Tangan si kecil juga tidak tinggal diam. Sambil tertawa, tangan si kecil menepuk-nepuk pipi papanya. Boby merasa bahagia sekaligus bersedih di saat yang sama.

__ADS_1


Merasa bahagia karena akhirnya bisa menggendong bayi mungilnya. Dan merasa sedih karena mengingat dia pernah tidak memperdulikannya ketika dia masih di dalam kandungan.


Karena capai bercanda dengan papanya, si kecil tiba-tiba merengek seperti menginginkan sesuatu. Dan tepat di saat itu, Bu Vera dan bibi masuk ke ruangan.


" Wah, cucu Oma udah bangun rupanya. Udah dari tadi bangunnya, Bob?"


" Iya ma. Tadi bangun terus nangis kenceng banget. Tapi habis Boby ganti popoknya, dia langsung diam. "


" Memang gitu dia. Kalau popoknya penuh, pasti nangis kenceng banget. Terus ini kenapa kok masih merengek gini? " Bu Vera mengelus pipi si kecil.


" Nggak tahu ma. Tadi habis Boby ajakin bercanda, tiba-tiba dia merengek gini. Seperti cari sesuatu. "


" Coba Oma lihat..." Bu Vera mendekatkan jarinya ke dekat mulut si kecil. " Wah, bener...lapar ini dia. Pengen minta minum. "


" Oh gitu ya ma. Kalau gitu, biar Boby panggil suster. Biar si kecil menyusu ke mamanya langsung. Tolong bi. " Boby memberikan si kecil ke bibi, kemudian dia berlari keluar ruangan.


Tak lama kemudian, Boby kembali dengan seorang suster di belakangnya.


" Wah, si kecil udah gemuk aja. " sapa suster sambil menoel pipi si kecil. " Mau nyusu ya nak. Bentar ya, Tante bantuin papa buat ganti posisi mama. " ucap suster sambil mendekat ke ranjang Novia.


" Pak Boby, anda bantu angkat badan istri anda yang atas. Sampai dalam posisi duduk ya. "


Boby mengangguk dan melakukan arahan suster.


" Biar saya pegang Bu Novia, bapak naik ke ranjang, dan posisikan diri anda di belakang istri anda. "


Suster memegang tubuh Novia supaya tidak ambruk. Boby naik ke ranjang, dan duduk di belakang Novia.


" Anda duduknya yang nyaman pak. Taruh kaki bapak di kiri kanan istri anda biar bapak bisa mepet ke istri. "


Boby kembali mengikuti arahan suster. Setelah posisi Boby pas, suster meletakkan badan Novia ke badan Boby. Kepala Novia di sandarkan ke pundak Boby.


Kemudian suster menaruh bantal di pangkuan Novia. Membuka kancing kemeja Novia sedikit.


" Bu, bawa kesini si kecilnya. "


Bibi segera mendekat dan menyerahkan si kecil ke suster.


" Sebentar Bu. Bapak nanti pegang tangan istri ya. Bantu menopang. Jadi biar seolah-olah seperti istri anda yang pegang si kecil. "


" Iya sus. " Boby memegang kedua tangan Novia.


Perlahan, suster meletakkan si kecil di pangkuan Novia. Kemudian membuka baju atas Novia dan memposisikan si kecil biar bisa menyusu. Boby membantu Novia memegang si kecil.


****

__ADS_1


bersambung


__ADS_2