Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
83. Siap Jadi Ayahnya


__ADS_3

" Mas siap menjadi ayah anak kamu. Mas akan menyayanginya seperti anak mas sendiri. Kamu tidak perlu khawatir kalau dia tidak akan mendapatkan sosok seorang ayah. Mas yang akan bertanggung jawab terhadap hidupmu dan anak kamu. Mas akan membawa kamu pergi jauh dari sini. Kita akan tinggal bertiga. Kamu, mas, dan anak kamu yang akan menjadi anak kita. "


" Jangan asal bicara mas. " jawab Novia sambil menunduk.


" Mas serius, dik. Mas, masih sangat mencintaimu. Mas minta maaf kalau mas terlambat untuk mengatakannya. Seharusnya mas mengatakannya di hari ketika kamu meminta kembali waktu itu. "


" Mas, Novia ini wanita bersuami. Nov sudah tidak lagi seperti dulu. Dan mas lihat sendiri kan? Nov juga sedang mengandung. Anak laki-laki lain. Mas Candra layak mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari Novia. Kalau dulu mas bilang seperti ini, Nov pasti akan sangat bahagia. Semuanya sudah berubah mas. Nov juga tidak boleh egois. "


" Dik, mas nggak peduli terhadap statusmu sekarang. Yang mas tahu, saat ini mas masih sangat mencintaimu. Sama seperti dulu. Dan mas siap menerima kamu apa adanya. Apapun kondisi kamu. Bahkan mas juga siap jadi ayah anak kamu."


Novia terdiam tak mampu menjawab ucapan Candra.


" Kamu nggak egois. Mas yang mau kamu. Mas yang menginginkan kamu. Setelah anak ini lahir, kamu bisa menceraikan suamimu, kemudian kita menikah. Kita besarkan anak ini bersama-sama."


" Nov nggak bisa mas. Seandainya Nov memang harus bercerai dari suami Novia, Nov akan merawat dan membesarkan anak ini sendiri. Novia tidak akan pernah mengorbankan hidup mas. Mas Candra sudah terlalu baik sama Novia. "


Candra menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya. Candra sadar, tidak akan mungkin membujuk Novia untuk menerimanya sekarang. Bagaimanapun Novia pasti masih mencintai suaminya. Dia akan bersabar untuk mendapatkan Novia kembali.


" Baiklah dik. Mas nggak akan maksa kamu untuk menerima mas. Tapi seenggaknya, ijinkan mas untuk menolong kamu. Ijinkan mas untuk menjaga kamu, paling tidak sampai anak kamu lahir dan kamu bisa berdiri sendiri. " ucap Candra akhirnya sambil menatap lekat manik mata Novia.


Dan akhirnya Novia juga mengangguk, menerima tawaran Candra. Bagaimanapun juga dia tidak punya sandaran sekarang. Dan di kondisinya yang seperti ini, dia tidak akan mampu berdiri dan berjalan sendiri.


Candra tersenyum puas. Paling tidak saat dia bersama Novia, dia akan mengambil hati Novia kembali sedikit demi sedikit.


Pembicaraanpun berakhir karena perawat masuk untuk membantu Novia membersihkan tubuhnya.


Setelah meminum obat, dan di periksa oleh dokter Dea, kondisi Novia semakin membaik. Tubuhnya sudah tidak selemas tadi pagi. Dia sudah bisa berjalan sendiri walaupun masih dengan jarum infus yang melekat di tangannya.


Novia mengambil ponselnya yang ada di tas di meja samping ranjang. Dia agak kesepian karena Candra harus ke cafe.


" Oh iya, mas Andre dan mbak Shinta kemarin kan menikah. Tapi aku malah belum memberi ucapan selamat. Mending aku video call saja. " gumam Novia.


Kemudian dia mencari kontak nama Shinta di ponsel pintarnya.


" Halo Novia..." sapa Shinta.


Terlihat wajah bahagia Shinta di layar ponsel Novia.


" Halo mbak Shinta. Apa kabar mbak?"

__ADS_1


" Alhamdulillah, aku baik. Kamu apa kabar?"


" Novia juga baik. Alhamdulillah. Selamat atas pernikahan mbak Shinta dan bang Andre ya. "


" Iya, Novia..."


" Sayang, siapa yang telepon?" suara orang di sebelah Shinta.


" Sini sayang. Ini Novia video call. " jawab Shinta.


Kemudian muncul wajah Andre di sebelah Shinta.


" Halo Novia..." sapa Andre.


" Halo bang Andre. Wah, bang Andre terlihat berbeda hari ini. " jawab Novia.


" Iya jelas dong. Ya kan sayang." ucap Andre sambil merangkul bahu Shinta.


" Novia minta maaf ya bang, mbak Shinta...Novia nggak bisa datang di pernikahan kalian kemarin. " ucap Novia dengan mata yang sendu penuh dengan kesedihan.


" Nggak pa-pa. " jawab Andre dan Shinta bersamaan.


" Alhamdulillah dia sehat. " Novia agak menjauhkan ponselnya supaya perutnya kelihatan.


Seketika Andre menemukan sesuatu.


" Kamu lagi dimana ini Nov? "


" Lagi di kamar bang. "


" Di kamar mana? "


" Ya di kamar Novia lah bang. " jawab Novia yang memang sengaja menutupi kalau dia sedang tidak sehat.


" Jangan bohong Novia. Kamu lagi sakit? " tanya Andre to the point.


Shinta segera memandang layar ponselnya dengan seksama.


" Iya bener. Kamu di rawat di rumah sakit? Tanganmu di infus begitu. " tambah Shinta.

__ADS_1


Novia tersenyum. Tapi senyum yang penuh dengan luka.


" Iya. " jawabnya lirih sambil menunduk.


" Kamu sakit apa Nov? Terus sejak kapan kamu masuk rumah sakit? " tanya Andre.


" Mungkin bawaan orok bang. Novia kemarin sore pingsan. Terus di bawa bibi ke rumah sakit. Tapi sekarang Novia udah nggak pa-pa kok. "


Terlihat bulir air mata membasahi pelupuk mata Novia.


" Kamu harus jaga kesehatan baik-baik Novia. "


" Iya mbak. Ya udah, Novia tutup dulu teleponnya ya mbak Shinta, bang Andre. "


" Iya Novia. Sampai ketemu besok ya. Besok kita udah di Semarang. " jawab Shinta.


" Iya mbak. Assalamualaikum. "


" Waalaikum salam" jawab Andre dan Shinta bersamaan.


Setelah panggilan di akhiri, Shinta dan Andre saling berbicara.


" Aku curiga deh sayang soal Novia sampai masuk rumah sakit. "


" Iya. Aku akan tanya sama Remon. "


kemudian Andre menghubungi Remon dan menanyakan apa saja yang sudah terjadi dengan Novia selama dia berada di Surabaya. Remon pun menceritakan semua yang dia tahu.


" Gimana sayang? " tanya Shinta.


" Kamu benar. Novia pingsan setelah kepergian Boby ke Surabaya kemarin. Dan gilanya lagi, Boby membawa Karell ke rumah. Remon juga bilang, kondisi Novia mengkhawatirkan. Dokternya bilang kalau sampai dia anfal lagi, maka dokter tidak bisa menjamin keselamatannya juga anaknya." jelas Andre.


" Ya Tuhan .. kasihan sekali Novia. Kita harus secepatnya ke Semarang. Aku ingin menemani Novia. "


" Iya. Besok kita kembali ke Semarang. Dan kita langsung menemui Novia di rumah sakit. "


Sungguh keterlaluan Boby. Dia sama sekali tidak menjaga istrinya. batin Andre.


****

__ADS_1


bersambung


__ADS_2