Maafkan Aku , Cinta

Maafkan Aku , Cinta
Selalu romantis


__ADS_3

Satu setengah tahun kemudian.


Usia Athar kini telah menginjak dua tahun. Dia tumbuh menjadi seorang anak laki-laki yang sangat tampan dan lucu. Dia menjadi anak kesayangan Boby dan Novia. Dia juga menjadi cucu kesayangan omanya. Setiap keinginannya selalu di turuti oleh omanya.


Begitu juga dengan dengan Candra. Dia menjadi seorang ayah yang sangat memanjakan Athar.


Athar sekarang sudah bisa berjalan dan berlari. Dan hal itu membuat Novia menjadi kewalahan menjaganya. Athar menjadi seorang anak yang aktif.


Novia yang pada awalnya ingin kembali mengajar, setelah berbicara panjang lebar dengan Boby, dia mengurungkan niatnya.


Flash back satu tahun yang lalu


" Mas, kalau misalnya aku kembali bekerja, apakah kamu mengijinkan? " tanya Novia hati-hati.


" Kamu mau bekerja? Sayang, apa kamu masih tidak mau menggunakan uang yang aku berikan? " tanya Boby dengan suara tegas dan tajam.


" Bukan begitu mas. Bukankah selama ini aku sudah menghabiskan uangmu? "


" Oh ya? Kalau kamu menghabiskannya, kenapa isi kartu yang aku berikan masih utuh? "


" Tapi aku sudah memakainya mas. Dan aku tidak mungkin menghabiskan uang sebanyak itu. Aku ini seorang wanita yang tidak suka berfoya-foya kalau kamu belum tahu mas. Aku tidak suka membeli barang yang tidak aku butuhkan. Jangan kamu samakan aku dengan perempuan matre di luaran sana. " ucap Novia sambil cemberut.


Boby mengangkat kedua tangannya kemudian memegang kedua pipi Novia.


" Sayang, aku sama sekali nggak pernah menyamakan kamu dengan siapapun. Dan aku tahu kalau kamu bukan wanita yang suka bersenang-senang dengan uang. Makanya aku jatuh cinta sama kamu. Sangat-sangat cinta sama kamu. Bukannya aku melarang kamu untuk bekerja. Aku hanya tidak ingin kamu kecapekan. "


" Aku nggak kecapekan mas. Kerjaanku kan cuma mengajar. "


" Kerjaan apapun, yang namanya kerja tetep capek. Apalagi kamu masih harus menjaga Athar. Kamu nggak mau pakai jasa baby sitter. Kamu pasti kecapekan. "


" Tapi aku pengen kerja. Aku nggak biasa hanya meminta uang sama suamiku. Aku juga ingin punya penghasilan sendiri. Suamiku kerja keras dan aku hanya berdiam diri terus menghabiskan uangnya. Aku nggak mau seperti itu. "


" Sayang, sudah jadi kewajibanku untuk mencari nafkah dan memberikannya untuk istri dan anakku. Karena kamu dan anak kita adalah tanggung jawabku. Mau kamu menghabiskan seluruh penghasilanku, itu tidak masalah. Aku akan terus mencari lagi. "


" Tapi mas..."


" Oke gini. Aku punya penawaran buat kamu. Kamu pilih salah satu. Pertama, kamu aku ijinin mengajar kembali, tapi kita cari baby sitter buat Athar. Yang kedua, kamu kerja di kantor aku, bantuin aku, aku gaji kamu, dan kamu masih tetap bisa menjaga Athar sendiri. Bagaimana, hem? Kalau aku akan sangat senang kalau kamu memilih pilihan kedua. Aku akan setiap saat bertemu kamu. Kita juga bisa menjaga Athar berdua. " ucap Boby.

__ADS_1


Novia nampak berpikir.


" Kalau aku kerja di kantor kamu, emang aku bisa melakukan apa mas? Aku sama sekali nggak ngerti masalah pembangunan. "


" Banyak yang bisa kamu lakukan. Kamu pintar dalam hal keuangan. Kamu juga pintar dalam memperhitungkan banyak hal. Aku akan sangat senang mempunyai sekretaris seperti kamu. "


" Sekretaris? Aku jadi sekretaris kamu? "


Boby mengangguk mantap.


" Iya deh. Aku pilih yang kedua. Aku nggak mau Athar punya baby sitter. Entar dia tahunya baby sitter itu ibunya. Bukan aku. " jawab Novia dengan memanyunkan bibirnya.


Boby jadi tidak tahan untuk hanya melihat Novia. ' Cup '. Boby mengecup bibir Novia yang manyun.


Spontan Novia memukul dadanya. Membuat Boby tertawa terbahak-bahak.


Flash back off


" Sayang, hari ini aku tidak ke kantor ya. Aku mau mengajak Athar ke rumah ibu. " pinta Novia.


" Iya sayangku. Apa sih yang nggak buat istri tercinta? "


Boby tersenyum tipis. Novia berjinjit dan mengecup pipi Boby sekilas.


" Hemmm! Istriku udah mulai berani ya sekarang. Udah berani menggoda ya? " ucap Boby sambil meraih pinggang Novia dan menariknya hingga menempel ke tubuhnya.


Novia kembali berjinjit. Kali ini dia mengecup bibir Boby. Dan mengerlingkan matanya. Membuat Boby semakin gemas.


Dipegangnya tengkuk Novia, dan di lumatnya bibir Novia itu. Ciuman panas di pagi hari. Sarapan kedua buat Boby.


Dan tiba-tiba, " Mammaa....mam....ma..." Athar datang dengan sedikit berlari dari rumah belakang.


Novia langsung melepas pagutan mereka. Terlihat bi Susi kewalahan mengejar Athar.


" Sayangnya mama." Novia merentangkan tangannya menyambut Athar.


' Si kecil pengganggu' gumam Boby sambil tersenyum hangat melihat sang buah hati.

__ADS_1


" Mama " ucap Athar ketika sampai di dekapan mamanya.


" Uluh, beratnya anak mama. " ucap Novia ketika menggendong Athar sambil mengecup pipi gembul Athar.


Boby juga mengecup pipi Athar yang sebelah.


" Anak papa udah ganteng ya. " ucap Boby sambil mengelus pipi Athar.


Athar tertawa memperlihatkan deretan gigi yang baru tumbuh bagian depannya.


" Udah siang mas. Berangkat sana gih. " ucap Novia.


" Aku antar ke rumah ibu sekalian. "


" Nggak usah. Nanti sama Aksan aja. Aku mau mampir ke supermarket dulu. Nanti kamu kesiangan kalau antar kami."


" Nggak pa-pa, Nov. Kan aku bosnya. Nggak masalah kalau telat. "


" Hmm! Justru karena kamu bosnya, harus kasih contoh sama pegawai. Iya kan sayang? " ucap Novia sambil kembali mengecup pipi Athar kembali.


" Iya deh, mamanya Athar yang cerewet. " ucap Boby pada akhirnya. " Aku berangkat dulu kalau gitu. " tambahnya.


Novia mengangguk. Kemudian Boby mengambil jas yang tersampir di kursi.


Novia mengantar Boby sampai depan rumah bersama Athar.


" Papa kerja dulu ya sayang. " pamitnya pada Athar sambil mengecup kening Athar.


" Iya papa. " ucap Novia dengan suara seperti anak kecil.


" Aku berangkat, sayang. " pamit Boby pada Novia sambil mengecup keningnya.


" Kita lanjut yang tadi nanti malam " bisik Boby di telinga Novia. Kemudian mengecup kening Novia kembali.


" Iihhh, kamu mas. " protes Novia dan di sambut tawa oleh Boby.


****

__ADS_1


bersambung


__ADS_2