
" Tolong jawab aku Shin, siapa dia sebenarnya? "
Shinta masih tetap terdiam.
Mungkin sebaiknya aku kasih tau dia saja. Aku juga tidak tega melihat Novia seperti itu. Semoga dia bisa mengerti dan mau meninggalkan Boby. batin Shinta.
" Dia Novia. Istrinya Boby. "
Karell menghela nafas beratnya sambil memejamkan matanya.
" Jadi benar Boby sudah menikah? "
" Iya. Kamu sudah mengetahuinya? "
" Entahlah. Makanya aku menanyakannya padamu. Kemarin aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian ketika di pesta pernikahan kamu. Kapan Boby menikah? "
" Hampir satu tahun yang lalu. Setelah kepergianmu yang tanpa pamit, terus terang hidup Boby jadi kelabu. Cukup lama waktu yang dia butuhkan untuk move on. Sampai akhirnya dia bertemu Novia. Hanya butuh waktu sebentar, Boby bisa membuka hatinya untuk Novia. Tiga bulan setelah pertemuan mereka, Boby melamar Novia dan mereka menikah. Tapi setelah kedatanganmu, sikap Boby terhadap istrinya berubah. " jelas Shinta.
" Lalu, kenapa dia di rumah sakit? "
" Dia sedang hamil. Karena sikap suaminya yang berubah, kondisi psikologis Novia juga perkembangan janinnya jadi bermasalah. Aku mohon sama kamu. Kita sama-sama perempuan, tolong kembalikan Boby kepada istrinya. Anak Novia membutuhkan ayahnya. "
Karell terdiam dan tertunduk.
" Kondisi Novia semakin memburuk setelah kedatanganmu di rumahnya kemarin. Dia jatuh pingsan. Mungkin dia tidak sanggup menanggung beban kalau suaminya mempunyai perempuan lain. "
" Maaf. Maafkan aku. Aku mengerti kondisinya. Aku juga perempuan, dan masih punya hati. Aku janji padamu, Boby pasti akan kembali bersama anak dan istrinya. " Karell menjawab permintaan Shinta sambil bangkit dari duduknya dan meninggalkan Shinta.
Terdapat bulir air mata di pelupuk matanya. Bukan karena dia harus berpisah dari Boby yang membuatnya menangis. Tapi kejadian yang menimpa Novia mengingatkan dirinya dengan masa lalunya.
••••
Kondisi Novia sudah membaik. Hari itu, Novia sudah bisa meninggalkan rumah sakit. Seperti rencana sebelumnya, dia akan pergi mengikuti kemana Candra membawanya.
Semua barang telah siap. Bi Susi juga Remon mengantar kepergian Novia sampai di cafe Candra. Mereka harus mampir ke cafe dulu, karena Candra harus meninggalkan beberapa pesan untuk orang kepercayaannya.
Candra akan menemani Novia setiap hari. Jadi dia memutuskan akan memantau cafenya dari jauh saja. Dia hanya akan mengunjungi cafe seperlunya saja.
Setelah semua urusan selesai, Candra dan Novia berpamitan dengan bi Susi juga Remon.
" Bi, bang Re, kami berangkat dulu ya. " pamit Novia.
__ADS_1
Bi Susi segera memeluk erat Novia sambil mengeluarkan air mata.
" Mbak Nov baik-baik ya di sana. Jaga kesehatan juga jaga si jabang bayi ini. Tidak usah memikirkan hal-hal yang tidak penting. " ucap bi sambil mengelus perut Novia.
" Iya bi. Kalau bibi ada waktu, jangan lupa kunjungi Novia ya bi. "
" Mas Candra, bibi titip mbak Novia ya. Tolong di jaga dengan baik. " ucap bibi ke Candra sambil menepuk pelan lengan Candra.
" Pasti bi. Bibi tidak perlu khawatir. Novia pasti aman bersama saya. Ya sudah, kami berangkat dulu. Takut kemaleman sampai sana. " Candra menjabat tangan bi Susi juga Remon.
" Nitip Bu bos ya mas. Sama calon keponakan. Jangan lupa, share loc kalau udah sampai sana. " ucap Remon sambil menjabat balik tangan Candra.
Candra mengangguk tersenyum, sambil menepuk tangan Remon.
Kemudian Candra dan Novia naik ke mobil dan segera meninggalkan Remon dan bi Susi.
" Maaf ya mas. Novia ngerepotin terus. " ucap Novia ketika mereka sudah dalam perjalanan.
" Hei, tidak ada kata merepotkan untuk adik. Bukankah kamu bilang kemarin kalau kamu mau menganggap mas ini seperti kakak kamu? " jawab Candra sambil menengok ke Novia sebentar kemudian pandangannya kembali ke jalan.
Novia mengangguk dan tersenyum.
Novia memejamkan matanya seperti yang di sarankan Candra. Maafkan Novia ya mas. Karena Novia hanya bisa menganggapmu sebagai seorang kakak sekarang. Batin Novia.
Novia benar-benar tertidur selama perjalanan. Hanya dengan menemani Novia seperti ini, sudah membuat Candra begitu berbahagia.
Hampir jam 8 malam mereka sampai di tempat tujuan. Candra membangunkan Novia.
" Dik, ....dik...." Candra sedikit mengguncang bahu Novia.
Novia mulai mengerjabkan matanya. " Udah sampai kita mas? "
" Iya. Yuk, turun. Temen mas udah nungguin. "
Candra membukakan seatbelt Novia. Kemudian dia turun dari mobil diikuti oleh Novia.
" Assalamualaikum..." sapa Candra.
" Waalaikum salam. " jawab teman Evan, temannya Candra. " Eh, kalian udah sampai. Ayo masuk. " Evan mempersilahkan.
Candra dan Novia masuk ke dalam rumah. Mereka bercakap-cakap sebentar. Ketika mereka sedang bercakap-cakap, seseorang masuk untuk menyajikan minuman.
__ADS_1
" Ndra, ini pak Solikin. Beliau yang selama ini menjaga vila ini bersama dengan istrinya, Bu Lasmi namanya. Kalian kalau butuh apa-apa, bilang saja sama mereka. Mereka tinggal di rumah belakang. " Evan memperkenalkan orang yang akan membantu mereka selama di sana.
" Dan pak solik, ini Candra, teman saya yang saya ceritakan kemarin. " tambah Evan.
" Njih, mas. Sugeng rawuh, selamat datang mas, mbak. " Pak Solikin menjabat tangan Candra.
" Iya pak, terimakasih. " jawab Candra.
Noviapun mengangguk dan tersenyum.
" Saya permisi ke dalam dulu. " pamit pak Solikin.
Sepeninggal pak Solikin, Evan berkata kepada mereka, " Kalau misalnya kalian di tanya orang kampung sini, bilang saja kalian saudara sepupu aku. Dan bilang saja kalau kalian ini adalah suami istri. Bukannya apa-apa, kalian pasti mengerti lah orang di kampung itu bagaimana. "
" Iya, kita tahu itu. Nggak masalah. Iya kan dik? " tanya Candra ke Novia.
" Iya. " jawab Novia.
" Ya sudah, ini sudah malam. Kalian istirahatlah. Aku mau pulang dulu. "
" Kamu nggak nginap di sini? "
" Nggak. Aku tadi bilang ke mama kalau aku pulang. "
" Oh, tolong sampaikan ke mama kamu, kita makasih banyak udah di bantuin. "
" It's oke. Santai aja bro. Semoga kalian betah di sini. Aku balik dulu. "
" Iya. "
" Makasih banyak ya mas. " ucap Novia.
" Iya, sama-sama. "
Evan pergi meninggalkan mereka. Candra keluar untuk mengambil kopernya dan koper Novia. Kemudian mengantarnya ke kamar yang akan di tempati Novia.
Setelah bersih-bersih dan beres-beres, mereka beristirahat.
****
bersambung
__ADS_1